Hukum Mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI)
28 November 2013.
Assalamualaikum.
Mau bertanya, bagaimana hukumnya seorang yang minum ASI (air susu ibu) nya sendiri ?.
Mohon keteranganya.
=========
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rohmatullohi wa barokatuh. Setelah mendapat klarifikasi dari akhina fillah: Cho Zaki tentang maksud dari pertanyaan yang di ajukan yang mana maksud dari pertanyaan tersebut adalah: bagaimana hukum seseorang (suami, anak yang telah dewasa atau orang lain) mengkonsumsi ASI?
Maka dalam menanggapi pertanyaan tersebut diatas, kami segenap anggauta musyawirin MTTM memiliki pandangan dan kesimpulan berdasar literatur yang kami jadikan sebagai referensi sebagai berikut:
Hukum mengkonsumsi ASI adalah khilaf yang terinci sebagai berikut:
• Menurut sebagian Ulama’(Syafi’iyah) hukum mengkonsumsi ASI adalah boleh dengan berpijak pada kesucian ASI yang berasal dari air sperma (air mani). Pendapat ini diperkuat oleh pendapat Imam Al-Darami, Imam Al-Syasyi juga Imam Al-Royani dan menambahkan bahwa ASI tidak menjadi najis sebab kematiannya (wanita yang memiliki ASI), maka boleh mengkonsumsi ASI tersebut bahkan menjualnya (ASI). Sedang bagi orang dewasa yang meminum ASI tidak menyebabkan mahram karena tidak memenuhi syarat (lihat Al-Bajuri. Juz: 2. Hal: 181).
• Menurut madzhab Hanafi hukum mengkonsumsi ASI adalah haram karena ASI adalah bagian dari manusia yang haram untuk dimanfaatkan (dikonsumsi) bahkan untuk obat sekalipun kecuali dalam kondisi dlarurat. Maka ketika seorang suami mengecup punting susu istrinya dan segaja menyesap ASInya, maka orang tersebut berdosa walaupun tidak menyebabkan mahram.
• Menurut sebagian Ulama’ yang lain menyatakan bahwa ASI adalah najis, maka mengkonsumsi ASI adalah haram kecuali dalam kondisi dlarurat seperti bayi yang mengkonsumsi ASI.
CATATAN:
Hukum susu terbagi menjadi empat:
1. Susu hewan yang dagingnya halal untuk dimakan adalah suci hukumnya dan halal untuk
dikonsumsi. (dengan nash qur'an, hadist, ijma')
2. Susu Anjing dan Babi juga anak yang dihasilkan salah satu dari Anjing dan Babi adalah najis
dan haram untuk dikonsumsi. (kesepakatan antara Ulama' atau Ijma')
3. Susu anak adam adalah suci hukumnya, dan halal untuk dikonsumsi.
4. Susu seluruh hewan yang suci (yang tidak halal dimakan dagingnya) pendapat yang kuat menyatakan najis dan haram untuk dikonsumsi.
Wallohu a'lam bis showab.
Dasar Pengambilan (1). Oleh Al-Ustadz @ Ahmad Muflih Suradad:
Dasar Pengambilan (2). Oleh Al-Ustadz @ Wesqie:
Dasar Pengambilan (3). Oleh Al-Ustadz @ Imam Al-Bukhori:
Dasar Pengambilan (4). Oleh Al-Ustadz @ Imam Al-Bukhori:
Dasar Pengambilan (5). Oleh Al-Ustadz @ Penawar Rinduku:
Dasar Pengambilan (6). Oleh Al-Ustadz @ Penawar Rinduku:
Dasar Pengambilan (7). Oleh Al-Ustadz @ Wesqie:
Referensi Kitab:
(1). Al-Majmu’. Juz: 2. Hal: 569
(2). Nihayatul Muhtaj. Juz: 1. Hal: 244-245
(3). Fathul Qodir. Juz: 3. Hal: 446
(4). Mughnil Muhtaj. Juz: 1. Hal: 191
(5). Al-Bajuri. Juz: 1. Hal: 104
(6). Bughyatul Mustarsyidin. Hal: 14
(7). Al-Majmu’. Juz 2. Hal 569.
=========
MUSYAWWIRIN :
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
PENELITI :
1) Ustadz Brojol Gemblung
2) Ustadz Wesqie
3) Ustadz Guslik An-Namiri
4) Ustadz Ro Fie
5) Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik
Assalamualaikum.
Mau bertanya, bagaimana hukumnya seorang yang minum ASI (air susu ibu) nya sendiri ?.
Mohon keteranganya.
=========
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rohmatullohi wa barokatuh. Setelah mendapat klarifikasi dari akhina fillah: Cho Zaki tentang maksud dari pertanyaan yang di ajukan yang mana maksud dari pertanyaan tersebut adalah: bagaimana hukum seseorang (suami, anak yang telah dewasa atau orang lain) mengkonsumsi ASI?
Maka dalam menanggapi pertanyaan tersebut diatas, kami segenap anggauta musyawirin MTTM memiliki pandangan dan kesimpulan berdasar literatur yang kami jadikan sebagai referensi sebagai berikut:
Hukum mengkonsumsi ASI adalah khilaf yang terinci sebagai berikut:
• Menurut sebagian Ulama’(Syafi’iyah) hukum mengkonsumsi ASI adalah boleh dengan berpijak pada kesucian ASI yang berasal dari air sperma (air mani). Pendapat ini diperkuat oleh pendapat Imam Al-Darami, Imam Al-Syasyi juga Imam Al-Royani dan menambahkan bahwa ASI tidak menjadi najis sebab kematiannya (wanita yang memiliki ASI), maka boleh mengkonsumsi ASI tersebut bahkan menjualnya (ASI). Sedang bagi orang dewasa yang meminum ASI tidak menyebabkan mahram karena tidak memenuhi syarat (lihat Al-Bajuri. Juz: 2. Hal: 181).
• Menurut madzhab Hanafi hukum mengkonsumsi ASI adalah haram karena ASI adalah bagian dari manusia yang haram untuk dimanfaatkan (dikonsumsi) bahkan untuk obat sekalipun kecuali dalam kondisi dlarurat. Maka ketika seorang suami mengecup punting susu istrinya dan segaja menyesap ASInya, maka orang tersebut berdosa walaupun tidak menyebabkan mahram.
• Menurut sebagian Ulama’ yang lain menyatakan bahwa ASI adalah najis, maka mengkonsumsi ASI adalah haram kecuali dalam kondisi dlarurat seperti bayi yang mengkonsumsi ASI.
CATATAN:
Hukum susu terbagi menjadi empat:
1. Susu hewan yang dagingnya halal untuk dimakan adalah suci hukumnya dan halal untuk
dikonsumsi. (dengan nash qur'an, hadist, ijma')
2. Susu Anjing dan Babi juga anak yang dihasilkan salah satu dari Anjing dan Babi adalah najis
dan haram untuk dikonsumsi. (kesepakatan antara Ulama' atau Ijma')
3. Susu anak adam adalah suci hukumnya, dan halal untuk dikonsumsi.
4. Susu seluruh hewan yang suci (yang tidak halal dimakan dagingnya) pendapat yang kuat menyatakan najis dan haram untuk dikonsumsi.
Wallohu a'lam bis showab.
Dasar Pengambilan (1). Oleh Al-Ustadz @ Ahmad Muflih Suradad:
الثالث)
لبن الآدمى وهو طاهر علي المذهب وهو المنصوص وبه قطع الاصحاب الا صاحب
الحاوى فانه حكى عن الانماطى من اصحابنا انه نجس وانما يحل شربه للطفل
للضرورة ذكره في كتاب البيوع وحكاه الدارمي في أواخر كتاب السلم وحكاه هناك
الشاشي والرويانى وهذا ليس بشئ بل هو خطأ ظاهر وانما حكي مثله للتحذير من
الاغترار به وقد نقل الشيخ أبو حامد في تعليقه عقب كتاب السلم اجماع
المسلمين علي طهارته قال الرويانى في آخر باب بيع الغرر إذا قلنا بالمذهب
ان الآدمية لا تنجس بالموت فماتت وفى ثديها لبن فهو طاهر يجوز شربه وبيعه.
المجموع . الجز 2. صفحة 569
Dasar Pengambilan (2). Oleh Al-Ustadz @ Wesqie:
ﻭﺃﻣﺎ ﻟﺒﻦ ﺍﻵﺩﻣﻲ ﻓﻄﺎﻫﺮ ﺃﻳﻀﺎ ﺇﺫ ﻻ ﻳﻠﻴﻖ ﺑﻜﺮﺍﻣﺘﻪ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻨﺸﺆﻩ ﻧﺠﺴﺎ، ﻭﻷﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﻨﻘﻞ ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺴﻮﺓ ﺃﻣﺮﻥ ﻓﻲ ﺯﻣﻦ ﺑﺎﺟﺘﻨﺎﺑﻪ،
ﻭﺳﻮﺍﺀ ﺃﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺫﻛﺮ ﺃﻡ ﺃﻧﺜﻰ ﻭﻟﻮ ﺻﻐﻴﺮﺓ ﻟﻢ ﺗﺴﺘﻜﻤﻞ ﺗﺴﻊ ﺳﻨﻴﻦ ﺃﻡ ﻣﺸﻜﻞ ﻗﻴﺎﺳﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻛﺮ، ﻭﺃﻭﻟﻰ ﺍﻧﻔﺼﻞ ﻓﻲ ﺣﻴﺎﺗﻪ ﺃﻡ
ﺑﻌﺪ
ﻣﻮﺗﻪ ﻷﻥ ﺍﻟﺘﻜﺮﻳﻢ ﺍﻟﺜﺎﺑﺖ ﻟﻶﺩﻣﻲ ﺍﻷﺻﻞ ﺷﻤﻮﻟﻪ ﻟﻠﺠﻤﻴﻊ ﻭﻷﻧﻪ ﺃﻭﻟﻰ ﺑﺎﻟﻄﻬﺎﺭﺓ ﻣﻦ
ﺍﻟﻤﻨﻲ. ﻭﻗﺪ ﻳﺸﻤﻞ ﺫﻟﻚ ﺗﻌﺒﻴﺮ ﺍﻟﺼﻴﻤﺮﻱ ﺑﻘﻮﻟﻪ: ﺃﻟﺒﺎﻥ ﺍﻵﺩﻣﻴﻴﻦ ﻭﺍﻵﺩﻣﻴﺎﺕ ﻟﻢ ﻳﺨﺘﻠﻒ
ﺍﻟﻤﺬﻫﺐ ﻓﻲ ﻃﻬﺎﺭﺗﻬﺎ ﻭﺟﻮﺍﺯ ﺑﻴﻌﻬﺎ . نهاية المحتاج – 1 – 244-245
Dasar Pengambilan (3). Oleh Al-Ustadz @ Imam Al-Bukhori:
هل
يباح الإرضاع بعد المدة؟ قيل: لا; لأنه جزء الآدمي، فلا يباح الانتفاع به
إلا للضرورة، وقد اندفعت, وعلى هذا لا يجوز الانتفاع به للتداوي"
انتهى.فإذا استمتع الزوج بما ذكر في السؤال من غير امتصاص للحليب فلا بأس
ولا حرج، وإن تعمد ابتلاعه أثم ولكن لم يصبح محرما على زوجته، فالرضاعة
التي تترتب عليها أحكام المحرمية هي الرضاعة في الحولين
فتح القدير 3/446
Dasar Pengambilan (4). Oleh Al-Ustadz @ Imam Al-Bukhori:
يجوز
للزوج أن يستمتع من زوجته بما سوى الجماع في الدبر وحال الحيض، غير أنه لا
يجوز له تعمد شرب الحليب من ثدي زوجته، فحليب المرأة جزء آدمي محترم،
وأجزاء الآدمي مكرمة بكرامته؛ لا يجوز الانتفاع بها لغير حاجة أو ضرورة،
فلا يجوز للكبير شرب حليب المرأة لغير ضرورة.يقول الخطيب الشربيني رحمه
الله: "الآدمي يحرم الانتفاع به وبسائر أجزائه لكرامته" انتهى . مغني
المحتاج" (1/191
Dasar Pengambilan (5). Oleh Al-Ustadz @ Penawar Rinduku:
؛{
قوله والحيوان كله طاهر }؛ أي وكذا الجماد كله طاهر إلا المسكر ، والمراد
بالحيوان : ما له روح ، والمراد بالجماد : ما ليس بحيوان ولا أصل حيوان
ولاجزء الحيوان ولا منفصل عن حيوان ، وأصل كل حيوان وهو المني والعلقة
والمضغة تابع لحيوانه طهارة ونجاسة ، وجزء الحيوان كميتته ، كذلك والمنفصل
من الحيوان النجس نجس مطلقا ومن الطاهر إن كان رشحا كالعرق والريق ونحوهما
فطاهر أو مما له استحالة في الباطن فنجس كالبول ، نعم ما استحال لصلاح
كاللبن من المأكول والآدمي وكالبيض طاهر . والحاصل أن جميع ما في الكون إما
جماد أو حيوان أو فضلات فالحيوان كله طاهر إلا الكلب والخنزير وفرع كل
منهما ، والجماد كله طاهر إلا المسكر والفضلات وقد علمت تفصيلها . الباجورى
– 1 – 104
Dasar Pengambilan (6). Oleh Al-Ustadz @ Penawar Rinduku:
؛{
فائدة }؛ قال في الخادم للزركشي الدم كله نجس إلا عشرة : الكبد والطحال
والمسك والدم المحبوس في ميتة السمك والجراد والميت بالضغطة والسهم والجنين
، وكذا مني ولبن خرجا على لون الدم اهـ. بغية المسترشدين – 14
Dasar Pengambilan (7). Oleh Al-Ustadz @ Wesqie:
ﺍﻷﻟﺒﺎﻥ
ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﻗﺴﺎﻡ: ﺃﺣﺪﻫﺎ ﻟﺒﻦ ﻣﺄﻛﻮﻝ ﺍﻟﻠﺤﻢ ﻛﺎﻹﺑﻞ ﻭﺍﻟﺒﻘﺮ ﻭﺍﻟﻐﻨﻢ ﻭﺍﻟﺨﻴﻞ ﻭﺍﻟﻈﺒﺎﺀ
ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻴﻮﺩ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ ﻭﻫﺬﺍ ﻃﺎﻫﺮ ﺑﻨﺺ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﺼﺤﻴﺤﺔ ﻭﺍﻹﺟﻤﺎﻉ.
ﻭﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ( ﻟﺒﻦ ﺍﻟﻜﻠﺐ ﻭﺍﻟﺨﻨﺰﻳﺮ ﻭﺍﻟﻤﺘﻮﻟﺪ ﻣﻦ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﻭﻫﻮ ﻧﺠﺲ ﺑﺎﻻﺗﻔﺎﻕ )ﺍﻟﺜﺎﻟﺚ
( ﻟﺒﻦ ﺍﻵﺩﻣﻲ ﻭﻫﻮ ﻃﺎﻫﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺬﻫﺐ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻤﻨﺼﻮﺹ ﻭﺑﻪ ﻗﻄﻊ ﺍﻷﺻﺤﺎﺏ ﺇﻻ ﺻﺎﺣﺐ
ﺍﻟﺤﺎﻭﻱ ﻓﺈﻧﻪ ﺣﻜﻰ ﻋﻦ ﺍﻷﻧﻤﺎﻃﻲ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﺃﻧﻪ ﻧﺠﺲ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﺤﻞ ﺷﺮﺑﻪ ﻟﻠﻄﻔﻞ
ﻟﻠﻀﺮﻭﺭﺓ ﺫﻛﺮﻩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﺒﻴﻮﻉ ﻭﺣﻜﺎﻩ ﺍﻟﺪﺍﺭﻣﻲ ﻓﻲ ﺃﻭﺍﺧﺮ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﺴﻠﻢ ﻭﺣﻜﺎﻩ ﻫﻨﺎﻙ
ﺍﻟﺸﺎﺷﻲ
ﻭﺍﻟﺮﻭﻳﺎﻧﻲ ﻭﻫﺬﺍ ﻟﻴﺲ ﺑﺸﺊ ﺑﻞ ﻫﻮ ﺧﻄﺄ
ﻇﺎﻫﺮ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺣﻜﻰ ﻣﺜﻠﻪ ﻟﻠﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻦ ﺍﻻﻏﺘﺮﺍﺭ ﺑﻪ ﻭﻗﺪ ﻧﻘﻞ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺃﺑﻮ ﺣﺎﻣﺪ ﻓﻲ
ﺗﻌﻠﻴﻘﻪ ﻋﻘﺐ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﺴﻠﻢ ﺇﺟﻤﺎﻉ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻋﻠﻰ ﻃﻬﺎﺭﺗﻪ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﻭﻳﺎﻧﻲ ﻓﻲ ﺁﺧﺮ ﺑﺎﺏ
ﺑﻴﻊ ﺍﻟﻐﺮﺭ ﺇﺫﺍ ﻗﻠﻨﺎ ﺑﺎﻟﻤﺬﻫﺐ ﺇﻥ ﺍﻵﺩﻣﻴﺔ ﻻ ﺗﻨﺠﺲ ﺑﺎﻟﻤﻮﺕ ﻓﻤﺎﺗﺖ ﻭﻓﻲ ﺛﺪﻳﻬﺎ ﻟﺒﻦ
ﻓﻬﻮ ﻃﺎﻫﺮ ﻳﺠﻮﺯ ﺷﺮﺑﻪ ﻭﺑﻴﻌﻪ )ﺍﻟﺮﺍﺑﻊ ( ﻟﺒﻦ ﺳﺎﺋﺮ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻧﺎﺕ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮﺓ ﻏﻴﺮ ﻣﺎ
ﺫﻛﺮﻧﺎ ﻭﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﺍﻟﻤﻨﺼﻮﺹ ﻧﺠﺎﺳﺘﻬﺎ ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻹﺻﻄﺨﺮﻱ ﻃﺎﻫﺮﺓ ﻭﻗﺪ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻤﺼﻨﻒ ﺩﻟﻴﻞ
ﺍﻟﻮﺟﻬﻴﻦ ﻭﻣﻤﻦ ﻗﺎﻝ ﺑﻄﻬﺎﺭﺗﻪ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﺑﻨﺠﺎﺳﺘﻪ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﺃﺣﻤﺪ ﻭﺩﺍﻭﺩ ﻓﺈﻥ ﻗﻠﻨﺎ
ﺑﺎﻟﻄﻬﺎﺭﺓ ﻓﻬﻞ ﻳﺤﻞ ﺷﺮﺑﻪ: ﻓﻴﻪ ﻭﺟﻬﺎﻥ ﺣﻜﺎﻫﻤﺎ ﺍﻟﻤﺘﻮﻟﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﺃﺻﺤﻬﻤﺎ ﺟﻮﺍﺯ ﺷﺮﺑﻪ
ﻷﻧﻪ ﻃﺎﻫﺮ ﻭﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﺗﺤﺮﻳﻤﻪ ﻭﺑﻪ ﻗﻄﻊ ﺍﻟﻐﺰﺍﻟﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺴﻴﻂ ﻷﻧﻪ ﻳﻘﺎﻝ ﺇﻧﻪ ﻳﺆﺫﻱ ﻭﻷﻧﻪ
ﻣﺴﺘﻘﺬﺭ ﻓﺄﺷﺒﻪ ﺍﻟﻤﺨﺎﻁ . ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ. الجز 2. صفحة 569.
Referensi Kitab:
(1). Al-Majmu’. Juz: 2. Hal: 569
(2). Nihayatul Muhtaj. Juz: 1. Hal: 244-245
(3). Fathul Qodir. Juz: 3. Hal: 446
(4). Mughnil Muhtaj. Juz: 1. Hal: 191
(5). Al-Bajuri. Juz: 1. Hal: 104
(6). Bughyatul Mustarsyidin. Hal: 14
(7). Al-Majmu’. Juz 2. Hal 569.
=========
MUSYAWWIRIN :
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
PENELITI :
1) Ustadz Brojol Gemblung
2) Ustadz Wesqie
3) Ustadz Guslik An-Namiri
4) Ustadz Ro Fie
5) Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik

Komentar
Posting Komentar