SURAT CINTA BUAT RASULULLAH

 

Berawal dari kegemaran saya membaca sesuatu yang saya anggap menarik, ketika saya membaca sebuah majalah CAHAYA NABAWY, saya tertarik pada sebuah judul ya’ni “SURAT CINTA BUAT RASULULLAH”, saya pun membacanya dan saya terharu hingga saya ingin mengabadikannya dengan mencatatnya dalam akun Facebook saya agar saya bisa berbagi dengan teman-teman. Mudah-mudahan catatan ini bermanfaat. Amin.

 

 

 

 

 

    Viena Falloh, seorang pelajar Jakarta Selatan menyatakan jatuh cinta kepada Rosululloh gara-gara ketahuan nyontek waktu ulangan. Lalu ia diberi hukuman membaca sejarah hidup Rosululloh. Hukuman itulah yang rupanya menjadi awal proses kecintaan Viena kepada Rosululloh SAW.
    Atau juga Isti Prihandini, seorang aktifis kampus UI Jakarta. Aktifitasnya yang berjibun membuat dia kecapean setiap malam. Pada suatu malam ia menulis surat cinta buat Rosululloh dan inilah isinya :

  Muhammad kekasihku,,
   Bukankah cinta itu harus diwujudkan dengan melakukan apa yang engkau contohkan? Engkau tak pernah mengeluh,, secapek apapun, sesakit apapun. Setelah kutelusuri lembar-lembar Sirah hidupmu, aku tahu betapa sakit yang aku rasakan belum apa-apa dibandingkan hidupmu. Harusnya aku tidak mengeluh,, Karena ketika aku capek aku bisa istirahat dikasur yang empuk. Sedangkan engakau, hanya pelapah kurma yang menjadi alas tidurmu. Tak ada kasur empuk, tak ada bantal.
   Aaah…Sudah bukan rahasia lagi bahwa engkau mengalami banyak ujian ketika menyebarkan Islam. Keletihan yang teramat sangat, ancaman penbunuhan, penyiksaan sudah menjadi menu sehari-hari. Apa yang aku alami tidak ada apa-apanya dibandingkan yang engkau alami.Tapi lagi-lagi mengapa aku harus mengeluh?,,

   Kekasihku,,
   Yang aku takutkan adalah aku tidak bisa memandang wajah tampanmu, tidak bisa mendengar merdu suaramu, tidak bisa didekatmu ditaman-taman surga. Padahal itu adalah harapan terbesarku.

   Kekasihku,,
   Aku ingin malam ini kau datang, mengajariku bagaimana menjadi orang yang tidak suka mengeluh. Mengajariku bagaimana menjadi orang yang ihlas. Mengajariku melakukan segala sesuatu hanya untuk mencari ridlo Allah.
   Aku ingin malam ini kau datang menemaniku agar aku bisa mencurahkan langsung tentang perasaanku. Tapi,, mungkinkah malam ini kau datang sedangkan engkau berada nun jauh disana.

   Kekasihku,,
   Aku takut jika tiba-tiba Allah memangilku. Sementara aku belum bisa menghilangkan sifat suka mengeluh. Aku takut jika tiba-tiba Allah menghendaki aku segera menghadapnya, sementara aku belum bisa ikhlas dalam segala hal dan hanya mengharapkan ridloNya.
   Aku ingin cerita tentang engkau , ketika fajar baru saja merekah dihari kedua belas bulan Robi’ul Awal tahun ke-11 hijriah, engkau mengalami peristiwa yang dahsyat . Peristiwa yang mengantarkan engkau pergi ketempat nun jauh disana, untuk selama-lamanya. Terpikirkan suatu hal, engkau yang bersih dari dosa dan tak pernah mengeluh saja menangis saat datang peristiwa dahsyat itu. Lalu bagaimana dengan aku yang suka mengeluh ini?,,

   Kekasihku,,
    Aku ingin kau datang malam ini,, mengajariku bagaimana mencintai sepenuh hati. Mencintai yang di wujudkan dengan kemauan meneladani sifat-sifatmu dan melaksanakan ajaran-ajaranmu.

   Kekasih harapanku,,
    Disini aku menunggu “mobil penjemput” yang akan mengantarkan aku berjumpa denganmu. Aku masih menunggu sambil mencoba dan terus belajar mencintaimu dengan sepenuh hati. Aku ingin bisa mencintaimu dengan cinta yang tidak hanya diwujudkan dengan kata-kata.

يا نبي سلام عليك    يارسول سلام عليك
يا حبيب سلام عليك      صلوات الله عليك
Mudah-mudahan catatan ini bermanfaat bagi kita dan menambah kecintaan kita terhadap Rosululloh dengan satu harapan kita akan mendapatkan Syafa'atnya kelak dihari kiamat. Amin,,
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama