Hukuman Bagi Pelaku Zina Muhshon
Samseng Ajuba
22 Juli 2014.
Assalamu alaikum .
Ada seorang suami selingkuh dengan wanita lain dan wanita tersebut pernah menikah
dalam perselingkuhan tersebut mereka melakukan hubungan intim(berjimak) layaknya suami istri. Hukuman apa? Yang harus di terima oleh mereka menurut hukum islam? Ikutkan dalilnya.
=========
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.
Allah Subhanahu Wa ta’ala Berfirman :
dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.(Al Isro’ 32).
Surat Al Furqoon 68-70 .
Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),
69. (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ibnu Mas’ud berkata :
Aku bertanya kepada Rasulullah Saw. : “Dosa apakah yang lebih berat disisi Allah?” Rasul bersabda: “hendaklah kamu menjadikan sekutu pada Allah di saat Dialah yang menciptakanmu. Aku berkata : “sesungguhnya hal itu memang berat. Aku berkata: “lantas apalagi ? ” Rasul menjawab : “hendaklah kamu membunuh anakmu, lantaran kamu takut makan bersamamu.” Aku berkata : “ lantas apalagi ?”. Rasul bersabda : “hendaklah kamu berzina dengan tetanggamu.” ( HR. Bukhari, Muslim, Annasa’i, Ahmad dan Attirmidzi).
Itulah beberapa peringatan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjahui perbuatan zina. Lalu apakah hukuman bagi orang yang melakukan perbuatan zina menurut Islam? Hal inilah yang dipertanyakan oleh akhina fillah Samseng Ajuba. Semoga Allah senantiasa menjaganya.
Maka dalam menanggapi pertanyaan yang disampaikan oleh akhina fillah Samseng Ajuba tersebut diatas, kami segenap anggauta musya wirin MTTM memiliki pandangan dan kesimpulan sebagai berikut: Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.(Annur 2).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Seorang muslim yang bersyahadat tidak halal dibunuh, kecuali tiga jenis orang: ‘Pembunuh, orang yang sudah menikah lalu berzina, dan orang yang keluar dari Islam‘” (HR. Bukhari no. 6378, Muslim no. 1676).
Berdasar firman Allah subhanahu wa ta’ala dan hadis Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tersebut diatas, Imam Abu Al-fida’ Isma’il bin ‘Umar bin Katsir Al-Qursyi Al-Dimasyqo didalam Tafsirnya menyatakan bahwa Orang yang berzina terbagi menjadi dua bagian:
✔. Zina ghairu muhshan yaitu perzinahan yang dilakukan oleh orang yang tidak memiliki pasangan hidup. Menurut jumhur ulama' hukuman bagi orang yang melakukan zina muhshan adalah dicambuk sebanyak seratus kali dan dikucilkan selama satu tahun. Menurut imam Hanafi hukuman pengkucilan bagi orang yang melakukan zina muhshan tergantung kepada kebijakan imam (presiden), apabila imam memutuskan untuk dikucilkan, maka harus dikucilkan tapi apabila imam memutuskan untuk tidak perlu dikucilkan, maka pengkucilan tidak harus dilaksanakan.
✔. Zina muhshan yaitu perzinahan yang dilakukan oleh orang yang sudah memiliki pasangan hidup dan telah melakukan hubungan suami istri. Hukuman: Di rajam hingga mati.
KESIMPULAN: Berdasar uraian tersebut diatas, kami segenap anggauta musyawirin MTTM menyatakan bahwa pelaku zina yang terdapat dalam diskripsi masalah adalah kategori zina muhshan dengan hukuman dirajam hingga mati.
Wallahu ‘alam bis shawab.
Dasar Pengambilan (1). Oleh @ Ibnu Malik:
Dasar Pengambilan (2). Oleh Al-Ustadz @ Ro Fie:
Dasar Pengambilan (3). Oleh Al-Ustadz @ Farid Muzakki:
Dasar Pengambilan (4). Oleh Al-Ustadz @ Opick Syahreza:
Referensi Kitab:
1. Tafsir Ibnu Katsir. Juz: 5. Hal: 6
2. Irsyadul ‘Ibad ila Sabili Ar-Rosyad. Hal: 324
3. Al-Ikhtiyar li Ta’lilil Mukhtar. Hal: 388
4. Al-Muhaddzab. Juz: 1. Hal: 300
=========
MUSYAWIRIN :
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
PENELITI :
1) Al-Ustadz Brojol Gemblung
2) Al-Ustadz Wes Qie
3) Al-Ustadz Guslik An-Namiri
4) Al-Ustadz Ro Fie
5) Al-Ustadz Sunde Pati
6) Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
7) Al-Ustadz Abdullo Salam
PERUMUS: Ibnu Malik
22 Juli 2014.
Assalamu alaikum .
Ada seorang suami selingkuh dengan wanita lain dan wanita tersebut pernah menikah
dalam perselingkuhan tersebut mereka melakukan hubungan intim(berjimak) layaknya suami istri. Hukuman apa? Yang harus di terima oleh mereka menurut hukum islam? Ikutkan dalilnya.
=========
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.
Allah Subhanahu Wa ta’ala Berfirman :
ولا تقربوا الزنى إنه كان فاحشة وساء سبيلا. سورة الإسراء 32.
dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.(Al Isro’ 32).
Surat Al Furqoon 68-70 .
والذين
لا يدعون مع الله إلها آخر ولا يقتلون النفس التي حرم الله إلا بالحق ولا
يزنون ومن يفعل ذلك يلق أثاما ( 68 ) يضاعف له العذاب يوم القيامة ويخلد
فيه مهانا ( 69 ) إلا من تاب وآمن وعمل عملا صالحا فأولئك يبدل الله
سيئاتهم حسنات وكان الله غفورا رحيما ( 70 )
Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),
69. (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ibnu Mas’ud berkata :
سألت رسولالله صلى الله عليه وسلم ايّ الذّنب اعظم عندالله ؟ قال ان تجعل لله ندّا وهو خلقك.قلت انّ ذلك لعظيم قلت ثمّ ايّ؟
قال : ان تقتل ولدك خشية ان يعطم معك.قلت ثمّ ايّ؟ قال ان تزاني بحليلة جارك
Aku bertanya kepada Rasulullah Saw. : “Dosa apakah yang lebih berat disisi Allah?” Rasul bersabda: “hendaklah kamu menjadikan sekutu pada Allah di saat Dialah yang menciptakanmu. Aku berkata : “sesungguhnya hal itu memang berat. Aku berkata: “lantas apalagi ? ” Rasul menjawab : “hendaklah kamu membunuh anakmu, lantaran kamu takut makan bersamamu.” Aku berkata : “ lantas apalagi ?”. Rasul bersabda : “hendaklah kamu berzina dengan tetanggamu.” ( HR. Bukhari, Muslim, Annasa’i, Ahmad dan Attirmidzi).
Itulah beberapa peringatan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjahui perbuatan zina. Lalu apakah hukuman bagi orang yang melakukan perbuatan zina menurut Islam? Hal inilah yang dipertanyakan oleh akhina fillah Samseng Ajuba. Semoga Allah senantiasa menjaganya.
Maka dalam menanggapi pertanyaan yang disampaikan oleh akhina fillah Samseng Ajuba tersebut diatas, kami segenap anggauta musya wirin MTTM memiliki pandangan dan kesimpulan sebagai berikut: Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
الزانية والزاني
فاجلدوا كل واحد منهما مائة جلدة ولا تأخذكم بهما رأفة في دين الله إن كنتم
تؤمنون بالله واليوم الآخر وليشهد عذابهما طائفة من المؤمنين.
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.(Annur 2).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لا
يحل دم امرئ مسلم ، يشهد أن لا إله إلا الله وأني رسول الله ، إلا بإحدى
ثلاث : النفس بالنفس ، والثيب الزاني ، والمفارق لدينه التارك للجماعة.
Seorang muslim yang bersyahadat tidak halal dibunuh, kecuali tiga jenis orang: ‘Pembunuh, orang yang sudah menikah lalu berzina, dan orang yang keluar dari Islam‘” (HR. Bukhari no. 6378, Muslim no. 1676).
Berdasar firman Allah subhanahu wa ta’ala dan hadis Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tersebut diatas, Imam Abu Al-fida’ Isma’il bin ‘Umar bin Katsir Al-Qursyi Al-Dimasyqo didalam Tafsirnya menyatakan bahwa Orang yang berzina terbagi menjadi dua bagian:
✔. Zina ghairu muhshan yaitu perzinahan yang dilakukan oleh orang yang tidak memiliki pasangan hidup. Menurut jumhur ulama' hukuman bagi orang yang melakukan zina muhshan adalah dicambuk sebanyak seratus kali dan dikucilkan selama satu tahun. Menurut imam Hanafi hukuman pengkucilan bagi orang yang melakukan zina muhshan tergantung kepada kebijakan imam (presiden), apabila imam memutuskan untuk dikucilkan, maka harus dikucilkan tapi apabila imam memutuskan untuk tidak perlu dikucilkan, maka pengkucilan tidak harus dilaksanakan.
✔. Zina muhshan yaitu perzinahan yang dilakukan oleh orang yang sudah memiliki pasangan hidup dan telah melakukan hubungan suami istri. Hukuman: Di rajam hingga mati.
KESIMPULAN: Berdasar uraian tersebut diatas, kami segenap anggauta musyawirin MTTM menyatakan bahwa pelaku zina yang terdapat dalam diskripsi masalah adalah kategori zina muhshan dengan hukuman dirajam hingga mati.
Wallahu ‘alam bis shawab.
Dasar Pengambilan (1). Oleh @ Ibnu Malik:
ثم
قال تعالى: { الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ
مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ } هذه الآية الكريمة فيها حكم الزاني في الحد،
وللعلماء فيه تفصيل ونزاع؛ فإن الزاني لا يخلو إما أن يكون بكرًا، وهو الذي
لم يتزوج، أو محصنا، وهو الذي قد وَطِئَ في نكاح صحيح، وهو حر بالغ عاقل.
فأما إذا كان بكرًا لم يتزوج، فإن حدَّه مائة جلدة (2) كما في الآية ويزاد
على ذلك أن يُغرّب عاما [عن بلده] (3) عند جمهور العلماء،خلافا لأبي حنيفة،
رحمه الله؛ فإن عنده أن التغريبَ إلى رأي الإمام، إن شاء غَرَّب وإن شاء
لم يغرِّب .
وحجة الجمهور في ذلك ما ثبت في
الصحيحين، من رواية الزهري، عن عُبَيْد الله بن عبد الله بن عُتبة بن
مسعود، عن أبي هريرة وزيد بن خالد الجُهَنيّ، في الأعرابيين اللذين أتيا
رسولَ الله -صلى الله عليه وسلم-فقال أحدهما: يا رسول الله، إن ابني كان
عَسِيفا -يعني أجيرا -على هذا فزنى بامرأته، فافتديت [ابني[ (4) منه بمائة
شاة وَوَليدَة، فسألت أهل العلم، فأخبروني أن (5) على ابني جلد مائة
وتغريبَ عام، وأن على امرأة هذا الرجم . فقال رسول الله صلى الله عليه
وسلم: "والذي نفسي بيده، لأقضين بينكما بكتاب الله: الوليدة والغنم رَدٌّ
عليك، وعلى ابنك جَلْدُ مائة وتغريبُ عام. واغد يا أنيس -لرجل من أسلم -إلى
امرأة هذا، فإن اعترفت فارجمها". فغدا عليها فاعترفت، فرجمها (6) . ففي
هذا دلالة على تغريب الزاني مع جلد مائة إذا كان بكرا لم يتزوج، فأما إن
كان محصنا فإنه يرجم، كما قال الإمام مالك: . تفسير ابن كثير . الجز 6.
صفحة 5.
Dasar Pengambilan (2). Oleh Al-Ustadz @ Ro Fie:
واعلم
أن حد الزاني المحصن الرجم فقط إلى أن يموت، والمحصن هنا الواطىء أو
الموطوءة في القبل في نكاح صحيح ولو مرة في عمره، إرشاد العباد إلى سبيل
الرشاد . الجز 1. صفحة 324.
Dasar Pengambilan (3). Oleh Al-Ustadz @ Farid Muzakki:
ﺣﺪ
ﺍﻟﺰﺍﻧﻲ ﻭﺣﺪ ﺍﻟﺰﺍﻧﻲ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻣﺤﺼﻨﺎ ﺍﻟﺮﺟﻢ ﺑﺎﻟﺤﺠﺎﺭﺓ ﺣﺘﻰ ﻳﻤﻮﺕ ) ﻟﺤﺪﻳﺚ ﻣﺎﻋﺰ
ﺃﻧﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺭﺟﻤﻪ ﻭﻛﺎﻥ ﻣﺤﺼﻨﺎ . ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : " ﻻ
ﻳﺤﻞ ﺩﻡ ﺍﻣﺮﺉ ﻣﺴﻠﻢ ﺇﻻ ﺑﺜﻼﺙ " ﻭﺫﻛﺮ ﻣﻨﻬﺎ " ﺃﻭ ﺯﻧﺎ ﺑﻌﺪ ﺇﺣﺼﺎﻥ " ﻭﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ
ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺭﺟﻢ ﺍﻟﻐﺎﻣﺪﻳﺔ ﻭﻋﻦ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ : ﻣﻤﺎ ﺃﻧﺰﻝ ﺍﻟﻠﻪ
ﺁﻳﺔ ﺍﻟﺮﺟﻢ " ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻭﺍﻟﺸﻴﺨﺔ ﺇﺫﺍ ﺯﻧﻴﺎ ﻓﺎﺭﺟﻤﻮﻫﻤﺎ ﺃﻟﺒﺘﺔ " ﻭﻫﺬﺍ ﻣﻤﺎ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﺇﻧﻪ
ﻗﺮﺁﻥ ﻧﺴﺦ ﻟﻔﻈﻪ ﻭﺑﻘﻲ ﻣﻌﻨﺎﻩ ، ﻭﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﺇﺟﻤﺎﻉ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ. ﺍﻻﺧﺘﻴﺎﺭ ﻟﺘﻌﻠﻴﻞ
ﺍﻟﻤﺨﺘﺎﺭ . الجز 1. صفحة .388
Dasar Pengambilan (4). Oleh Al-Ustadz @ Opick Syahreza:
ﻓﺼﻞ
: ﺇﺫﺍ ﻭﻃﺊ ﺭﺟﻞ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺩﺍﺭ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻣﺤﺮﻣﺔ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻋﻘﺪ ﻭﻻ ﺷﺒﻬﺔ ﻋﻘﺪ
ﻭﻏﻴﺮ ﻣﻠﻚ ﻭﻻ ﺷﺒﻬﺔ ﻣﻠﻚ ﻭﻫﻮ ﻋﺎﻗﻞ ﺑﺎﻟﻎ ﻣﺨﺘﺎﺭ ﻋﺎﻟﻢ ﺑﺎﻟﺘﺤﺮﻳﻢ ﻭﺟﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺤﺪ ﻓﺈﻥ
ﻛﺎﻥ ﻣﺤﺼﻨﺎ ﻭﺟﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺮﺟﻢ ﻟﻤﺎ ﺭﻭﻯ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﻋﻤﺮ
ﻟﻘﺪ ﺧﺸﻴﺖ ﺃﻥ ﻳﻄﻮﻝ ﺑﺎﻟﻨﺎﺱ ﺯﻣﺎﻥ ﺣﺘﻰ ﻳﻘﻮﻝ ﻗﺎﺋﻠﻬﻢ ﻣﺎ ﻧﺠﺪ ﺍﻟﺮﺟﻢ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ
ﻓﻴﻀﻠﻮﻥ ﻭﻳﺘﺮﻛﻮﻥ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﺃﻧﺰﻟﻬﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻻ ﺇﻥ ﺍﻟﺮﺟﻢ ﺇﺫﺍ ﺃﺣﺼﻦ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻭﻗﺎﻣﺖ ﺍﻟﺒﻴﻨﺔ
ﺃﻭ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺤﻤﻞ ﺃﻭ ﺍﻹﻋﺘﺮﺍﻑ ﻭﻗﺪ ﻗﺮﺃﺗﻬﺎ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻭﺍﻟﺸﻴﺨﺔ ﺇﺫﺍ ﺯﻧﻴﺎ ﻓﺎﺭﺟﻤﻮﻫﻤﺎ
ﺍﻟﺒﺘﺔ ﻭﻗﺪ ﺭﺟﻢ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻭﺭﺟﻤﻨﺎ ﻭﻻ ﻳﺠﻠﺪ ﺍﻟﻤﺤﺼﻦ ﻣﻊ
ﺍﻟﺮﺟﻢ ﻟﻤﺎ ﺭﻭﻯ ﺃﺑﻮ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻭﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺧﺎﻟﺪ ﺍﻟﺠﻬﻨﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻗﺎﻻ : ] ﻛﻨﺎ
ﻋﻨﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻓﻘﺎﻡ ﺇﻟﻴﻪ ﺭﺟﻞ ﻓﻘﺎﻝ : ﺇﻥ ﺍﺑﻨﻲ ﻛﺎﻥ ﻋﺴﻴﻔﺎ
ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﻓﺰﻧﻰ ﺑﺎﻣﺮﺃﺗﻪ ﻓﻘﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ : ﻋﻠﻰ ﺍﺑﻨﻚ ﺟﻠﺪ ﻣﺎﺋﺔ
ﻭﺗﻐﺮﻳﺐ ﻋﺎﻡ ﻭﺍﻏﺪﻳﺎ ﺃﻧﻴﺲ ﻋﻠﻰ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻫﺬﺍ ﻓﺈﻥ ﺍﻋﺘﺮﻓﺖ ﻓﺎﺭﺟﻤﻬﺎ [ ﻓﻐﺪﺍ ﻋﻠﻴﻬﺎ
ﻓﺎﻋﺘﺮﻓﺖ ﻓﺮﺟﻤﻬﺎ ﻭﻟﻮ ﻭﺟﺐ ﺍﻟﺠﻠﺪ ﻣﻊ ﺍﻟﺮﺟﻢ ﻷﻣﺮ ﺑﻪ . المهذب . الجز 1. صفحة
300.
Referensi Kitab:
1. Tafsir Ibnu Katsir. Juz: 5. Hal: 6
2. Irsyadul ‘Ibad ila Sabili Ar-Rosyad. Hal: 324
3. Al-Ikhtiyar li Ta’lilil Mukhtar. Hal: 388
4. Al-Muhaddzab. Juz: 1. Hal: 300
=========
MUSYAWIRIN :
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
PENELITI :
1) Al-Ustadz Brojol Gemblung
2) Al-Ustadz Wes Qie
3) Al-Ustadz Guslik An-Namiri
4) Al-Ustadz Ro Fie
5) Al-Ustadz Sunde Pati
6) Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
7) Al-Ustadz Abdullo Salam
PERUMUS: Ibnu Malik

Komentar
Posting Komentar