Hukum Mempercayai Hasiat Batu Akik
Ummu Rafifah
15 Maret 2015
Assalamu'alaikum.
Kepada para sepuh MTTM yang dirahmati Allah.
Ahir ahir ini, yang namanya batu AQIQ sangat ngetren sekali ,baik melalui media televisi atau jejaring social. Sehinga sebab itu dapat mempengaruhi masyarakat yang sebelumnya tidak hasrat pada batu tersebut mulailah tertarik. Ditengah tengah maraknya batu AQIQ ini beraneka ragam dalam berkeyakinan, sebagian hanya sebagai hiasan tangan saja dan sebagian yang lain menyakini bahwa AQIQ ini hanya sebagai sebab musabbab, dan yang sangat kritis lagi ada sebagian kelompok yang memasukkan dalam katagori syirik ( na’udzubillah ) tanpa mengetahui latar belakangnya terlebih dahulu. Oleh karena alasan diatas, saya mohon pencerahannya sesuai hokum yang ada supaya tidak terjadi fitnah yang berkelanjutan ?. Trimakasih atas jawabannya.
=========
JAWABAN
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Bagaimanakah hukum meyakini hasiat yang dimiliki batu Akik menurut perspektif Fiqh?
Maka dalam menanggapi pertanyaan yang telah diutarakan oleh sahabat fillah Ummu Rafifah tersebut diatas, kami segenap anggota musyawirin MTTM memiliki pandangan dan kesimpulan sebagai berikut:
Al Imam Syeikh al Islam Ibrahim ibnu Muhammad ibnu Ahmad al Baijuri al Syafi'i menyatakan: “Barang siapa berkeyakinan bahwa sesungguhnya sebab-sebab yang sudah lumrah seperti api, pisau, makanan, minuman dapat memberikan dampak pada sebuah akibat seperti membakar, kenyang, melepas dahaga dengan tabiat dan dzatiyahnya sendiri, maka keyakinan semacam itu dapat menyebabkan kufur berdasar konsensus Ulama' (Ijma'). (Dan) atau meyakini bahwa Allah menciptakan kekuatan didalam hal-hal tersebut diatas seperti Allah menciptakan kekuatan didalam api sehingga dapat membakar, menciptakan kekuatan didalam pisau sehingga dapat melukai, menciptakan kekuatan didalam makanan sehingga dapat mengenyangkan, menciptakan kekuatan didalam minuman sehingga dapat menyegarkan. Maka didalam kekufuran orang yang berkeyakinan semacam itu terdapat dua pendapat. Namun pendapat yang lebih autentik (ashah) menyatakan bahwa berkenyakinan semacam itu tidak menyebabkan kufur melainkan fasiq. Seperti halnya mindset dan keyakinan kaum mu'tazilah yang menyatakan bahwa sesungguhnya seorang hamba dapat menciptakan pekerjaan-pekerjaan diri yang bersifat ikhtiyar dengan kekuatan yang diciptakan oleh Allah. Maka menurut pendapat yang lebih autentik (ashah) mindset dan keyakinan mereka (mu’tazilah) tidak menyebabkan kufur. Dan barang siapa berkeyakinan bahwa yang mengakibatkan adalah Allah namun Allah menciptakan antara sebab dan akibat sebagai hal yang saling berkaitan secara logika dengan anggapan tidak akan ada akibat jika tidak ada sebab, maka mindset dan keyakinan semacam itu adalah meanset dan keyakinan orang bodoh. Dan barang siapa berkeyakinan bahwa yang mengakibatkan adalah Allah dan Allah menjadikan antara sebab dan akibat sebagai hal yang saling berkaitan secara kebiasaan (adat) saja, sekiranya tanpa ada sebab, akibat pun dapat terjadi, maka mindset dan keyakinan seperti itu adalah keyakinan orang mu'min yang selamat. Insya Allah".
Berdasar uraian tersebut diatas, maka hukum meyakini dan mempercayai hasiat yang dimilik batu Akik adalah diperinci sebagaimana berikut:
• Jika meyakini bahwa batu Akik dapat memberikan sebuah dampak dengan tabiat dan dzatiyahnya sendiri sesuai hasiat yang dimilikinya, maka hukumnya adalah kufur (Ijma’).
• Jika meyakini bahwa batu Akik dapat memberikan sebuah dampak dengan hasiat dan kekuatan yang diberikan oleh Allah, maka hukumnya adalah fasiq menurut pendapat yang lebih autentik (ashah).
• Jika meyakini bahwa yang memberikan dampak serta akibat adalah Allah namun Allah menjadikan antara batu Akik dengan hasiatnya dan dampak yang dihasilkannya sebagai hal yang saling berkaitan secara logika, sehingga beranggapan jika tidak ada batu Akik maka hasiatnya pun tidak akan ditemui, maka mindset dan keyakinan semacam itu adalah mindset dan keyakinan orang-orang bodoh.
• Jika meyakini bahwa yang memberikan dampak serta akibat adalah Allah namun Allah menjadikan antara batu Akik dengan hasiatnya dan dampak yang dihasilkannya sebagai hal yang saling berkaitan hanya secara kebiasaan (adat), sehingga beranggapan walaupun tidak ada batu Akik maka hasiatnya pun dapat ditemui, maka mindset dan keyakinan semacam itu adalah mindset dan keyakinan orang-orang mu’min yang selamat.
Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh @ Ibnu Malik:
فمن اعتقد أن الأسباب العادية كالنار والسكين والأكل والشرب تؤثر في مسبباتها كالحرق والقطع والشبع والري بطبعهاوذاتها فهو كافر بالإجماع أو بقوة خلقها الله فيها ففي كفره قولان والأصح أنه ليس بكافر بل فاسق مبتدع ومثل القائلين بذالك المعتزلة القائلون بأن العبد يخلق أفعال نفسه الإختيارية بقدرة خلقها الله فيه فالأصح عدم كفرهم ومن اعتقد أن المؤثر هو الله لكن جعل بين الأسباب ومسبباتها تلازما عقليا بحيث ﻻ يصح تخلفها فهو جاهل وربما جره ذالك الى الكفر فإنه قد ينكر معجزات الأنبياء لكونها على خلاف العادة ومن اعتقد أن المؤثر هو الله وجعل بين الأسباب والمسببات تلازما عاديا بحيث يصح تخلفها فهو المؤمن الناجي إن شاء الله تعالى
تحفة المريد - ص 58
Dasar pengambilan (2) oleh @ Al-Ustadz Imam Al-Bukhori:
اعلم ان العقلاء على اربعة اقسام فمنهم من اعتقد ان الاسباب العادية تؤثر مسببتها بطبعه وذاتها واللازم بينهما عقلي هذا كافر اجماعا ومنهم من اعتقد ان الاسباب العادية تؤثر في مسببتها بقوة اودعها الله فيها والتلازم بينهما عادي وهذا في كفره قولان والصحيح عدم كفره الى ان قال..... ومنهم يعتقد ان المؤثر في المسببات العادية كالاحراق والري والشبع هو الله وحدهالا انه يعتقد ان الملازمة بين الاسباب والمسببات عقلية لايمكن تخلفها الى ان قال..... وهذا غير كافر اجماعا الا ان هذا الاعتقاد جهل وربما جره ذلك الجهل الى الكفر الى ان قال..... ومنهم من يعتقد ان المؤثر في المسببات العادية هو الله وحده وان الملازمة والمقارة بين الاسباب والمسببات عادي يمكن تخلفه بان وجد السبب دون المسبب وهذا الاعتقاد هو المنجي عند الله وهو اعتقاد اهل السنة
ﺣﺎﺷﻴﺔ ﺍﻟﺪﺳﻮﻗﻲ ﻋﻠﻰ ﺃﻡ ﺍﻟﺒﺮﺍﻫﻦ 41-40
Referensi:
1. Tuchfah Al Murid. / 57
2. Chasyiyah Al Dasuqi 'Ala Ummi Al Barahin. /40-41
=========
MUSYAWWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
2. Al-Ustadz Wes Qie
3. Al-Ustadz Abdul Malik
4. Al-Ustadz Ro Fie
5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
7. Al-Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik
(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1599267860286768/)

ini kisaan harga brp?
BalasHapuskeren yaa
Mutiara Lombok
Paket Wisata Lombok
Lombok Property
Tidak jualan cincin pak. Hehe....
BalasHapus