Tentang najisnya Anjing dan Babi
Samseng Ajuba
20 agustus 2014
Assalamu alaikum
mau tanya ust
adakah alasan knapa? Anjing dan babi di
vonis najis muwalladhoh
berikan alasan dan dalilnya
=========
JAWABAN
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ
الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ.
(صحيح مسلم – (ج 2 / ص 121)
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah saw telah bersabda: Sucinya bejana salah seorang dari kamu apabila dijilat oleh anjing dengan mencucinya tujuh kali yang pertama kali dengan tanah. (HR Muslim)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا
أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ
وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا
ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا
بِالْأَزْلَامِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ
دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ
دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ
الْإِسْلَامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ
لِإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya: Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qur'an Surah Al Maidah:3)
Itulah beberapa landasan hukum yang terkait dengan najisnya anjing dan diharamkannya babi. Lalu adakah alasan kenapa anjing dan babi dihukumi najis Mughalladzah (najis berat) dalam perspektif Fiqh? Hal inilah yang dipertanyakn oleh akhina filla Samseng Ajuba. Semoga Allah senantiasa meridla’i langkah-langkahnya.
Maka dalam menanggapi pertanyaan yang disampaikan oleh akhina fillah Samseng Ajuba tersebut diatas, kami segenap anggauta musyawirin MTTM memiliki pandangan dan kesimpulan sebagai berikut:
Berdasar hadis tersebut diatas, madzhab Imam Syafi’i sepakat menyatakan bahwa bukan hanya air liurnya saja yang najis, tetapi seluruh tubuh anjing adalah najis najis berat (mughalladzah), bahkan termasuk keringatnya. Sedang madzhab Imam Syafi’i menyatakan najisnya babi dengan menganalogkan (qiyas) kepada najisnya anjing dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut:
- Hukum haram memelihara babi
- Disunnahkan membunuh babi walau tidak dalam keadaan darurat, sehingga kenajisan babi lebih layak dari Anjing.
KESIMPULAN:
Anjing dan babi adalah najis mughalladzah (Najis Berat), Bahkan hewan lain yang dihasilakan dari perkawinan dengan anjing dan babi pun ikut hukum yang sama pula. Dan untuk mensucikannya harus dengan mencucinya tujuh kali dan salah satunya dengan tanah.
CATATAN:
Hasil Penelitian Mengapa Babi Haram di Makan
Fakta-fakta dilapangan tentang babi menjadi alasan empiris sekaligus ilmiah yang menguatkan penegasan Al Qur'an akan keharamannya. ilmu kedokteran pun telah membuktikan bahwa babi adalah inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya. salah satunya disebabkan sistem biokimia babi hanya mengeluarkan 2% dari seluruh uric acid [asam urat, C5H4N4O3] dari dalam tubuhnya. bertolak belakang dengan sistem metabolisme dalam tubuh manusia yang mengeluarkan 98 % kandungan asam uratnya melalui air seni. asam urat adalah sampah dalam darah yang terbentuk akibat metabolisme tubuh yang tidak sempurna dan bersifat racun.
Dr. Murad Hoffman, seorang pengarah klinik laboratorium mikrobiologi di Boston, Medical Centes, Massachusetts yang juga seorang asisten profesor di Pathology and Laboratory Medicine, Boston University School of Medicine menyatakan bahwa terdapat lebih dari 25 penyakit yang bisa menyebar dari babi seperti anthrax, influensa, leptospirosis, rabies, dan salmonellosis. penelitian ilmiah di China & Swedia menyimpulkan bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan kanker usus besar. persentase penderita kedua penyakit ini di negara-negara yang penduduknya mayoritas memakan babi meningkat drastis, terutama di negara-negara Eropa, Amerika, China, dan India. sementara, di negara-negara Islam persentasenya sangat rendah, hanya 1/1000 orang. hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan di Sao Paolo, Brazil, 1986.
selain itu babi adalah binatang yang paling jorok, sangat suka berada ditempat yang kotor, suka memakan kotorannya sendiri, tidak tahan terhadap sinar matahari, pemalas, tidak gesit, dan paling rakus diantara hewan jinak lainnya. babi juga suka dengan sejenis dan tidak pencemburu. (Sumber : A.V. Nalbandov dan N.V. Nalbandov dalam Buku Adaptive Physiology on Mammals and Birds).
Lantas Mengapa Babi tidak Memiliki Leher?
Islam mengajarkan tentang tata cara penyembelihan hewan yang halal dikonsumsi. yang diawali dengan menyebut nama Allah yang Maha Kuasa dan kemudian membuat irisan memotong urat nadi leher hewan dan membiarkan urat-urat dan organ lainnya utuh. cara ini akan mengakibatkan kematian hewan secara perlahan karena terputusnya sirkulasi darah dalam tubuh. bukan dengan cara mencederai organ vital hewan seperti menusuk bagian jantung, hati atau memukul bagian kepalanya. sebab dengan mencederai organ-organ vital tersebut, hewan akan mati seketika dan darahnya mengumpul dalam urat-uratnya yang pada akhirnya mencemari daging. daging hewan akan tercemar oleh asam urat sehingga menjadi racun.
pada titik inilah, para ahli makanan baru menyadari betapa sempurnanya tuntunan ajaran Islam. Tahukah Anda, bahwa babi tidak punya leher sehingga tidak bisa disembelih di bagian lehernya ? tentu tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mendesain fisik babi tidak berleher dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengajarkan pada umatnya untuk menyembelih hewan di leher. Maha Benar Allah yang telah mengharamkan babi bagi umat Islam. dan Allah menunjukkan bukti-bukti ilmiah kebenarannya dengan caraNya sendiri.
(Link Sumber: https://www.google.co.id/url…)
Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar Pengambilan (1) Oleh Al-Ustadz @ Jojo Finger-looser ItmyLife:
وأما الخنزير فنجس لانه اسوأ حالا من الكلب لانه مندوب إلى قتله من غير
ضرر فيه ومنصوص على تحريمه فإذا كان الكلب نجسا فالخنزير أولي واما ما تولد
منهما أو من أحدهما فنجس لانه مخلوق من نجس فكان مثله ] * [ الشرح ] نقل
ابن المنذر في كتاب الاجماع اجماع العلماء علي نجاسة الخنزير وهو أولي ما
يحتج به لو ثبت الاجماع ولكن مذهب مالك طهارة الخنزير مادام حيا وأما ما
احتج به المصنف فكذا احتج به غيره ولا دلالة فيه وليس لنا دليل واضح علي
نجاسة الخنزير في حياته
المجموع – 2 – 568
المجموع – 2 – 568
Dasar Pengambilan (2) Oleh Al-Ustadz @ Ro Fie:
اما دليل نجاسة الكلب فما رواه مسلم عن النبي صلى الله عليه وسلم وهو اذا
ولغ الكلب في اناء احدكم فليرقه ثم ليغسله سبع مرات واما نجاسة الخنزير
فبالقياس على الكلب لانه اسوأ حالا منه لنص الشارع على تحريمه وحرمة
اقتنائه
المذاهب الاربعة – ( ج 1 / ص 11 )
المذاهب الاربعة – ( ج 1 / ص 11 )
Dasar Pengambilan (3) Oleh Al-Ustadz @ Ro Fie:
واما الكلب فهو نجس لما روا ان النبي صلى الله عليه وسلم دعي الى دار
فاجاب ودعى الى دار فلم يجب فقيل له في ذلك فقال ان في دار فلان كلبا وفي
دار فلان هرة فقال الهرة ليست بنجسة فدل على ان الكلب نجس واما الخنزير فهو
نجس لانه اسوأ حالا من الكلب لانه مندوب الى قتله من غير ضرر فيه ومنصوص
فى تحريمه فاذا كان الكلب نجسا فالخنزير اولى
لمهذب – ( ج 1 / ص 47 )
لمهذب – ( ج 1 / ص 47 )
Dasar Pengambilan (4) Oleh Al-Ustadz @ Ro Fie:
وخنزير )لانه اسوا حالا منه اذ لايجوز الانتفاع به فى حالة الاختيار بحال
مع صلاحيته له فلا يرد نحو ذلك الحشرات ولانه مندوب الى قتله من غير ضرر(
قوله ولانه ) ولانه منصوص على تحريمها نهاية وعبارة المغنى وقال الله تعالى
اولحم حنزير فانه رجس اذ المراد جملته لان لحمه دخل فى عموم الميتة .
واما لحم الخنزير فلان غذاه من القاذورات والنجاسات فيقذر لذلك ولان فيه ضررا فقد اكتشف الاطباء ان لحم الخنزير يحمل جرائيم شديدة
حاشية الشروانى 1ص 190 )
حاشية الشروانى 1ص 190 )
Referensi:
1. Al-Majmu’. II/ 568
2. Al-Madzahib Al-Arba’ah. I/11
3. Al-Muhaddzab. I/ 47
4. Chawasyi Al-Syarwani. I/ 190
=========
MUSYAWIRIN :
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
1) Al-Ustadz Brojol Gemblung
2) Al-Ustadz Wes Qie
3) Al-Ustadz Guslik An-Namiri
4) Al-Ustadz Ro Fie
5) Al-Ustadz Sunde Pati
6) Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
7) Al-Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik

Komentar
Posting Komentar