Hukum Menulis Al Qur’an Bagi Orang Yang Berhadats



Safrowi Ahmad
31 agustus 2014


Assalamu alaikum
bagaimana mnurut fiqh
tentang orang junub/ punya hadas
menulis al-qur'an
berikan dalilnya.

=========

JAWABAN

Wa’alaikum salam wa ramatullah wa barakatuh

Puji syukur ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala dengan seganap ketulusan hati, seraya mengaharap pertolongan dan hidayah Nya, agar segala kenikmatan yang telah diberikan menjadikan kita semakin mendekatkan diri kepadaNya dan menggolongkan kita sebagai orang-orang yang pandai mensyukuri ni’mat-ni’matnya.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada sang pembaharu sejati, Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alihi wa sallam, pamungkas para Rosul sang pemberi janji dan peringatan, yang dengan kehadiranNya, Allah subhananhu wa ta’ala menyelamatkan manusia dari kesesatan, yang menunujukkan manusia kepada jalan yang lurus, yang menjadi teladan yang baik bagi manusia yang mengaharapkan Allah dan kesuksesan dihari kemudian serta mengingat Allah qiyaaman wa qu’uudan, bukrotan wa ashilan.


Bagaimanakah hukum orang yang berhadats menulis Al-Qur’an menurut perspektif Fiqh?



Maka dalam menanggapi pertanyaan yang disampaikan oleh akhina fillah Safrowi Ahmad tersebut diatas, kami segenap anggota musyawirin MTTM memiliki pandangan sebagai berikut:

Hukum menulis Al-Qur’an bagi orang yang berhadats kecil atau berhadats besar (seperti junub) adalah haram apabila ketika menulis orang tersebut menyentuh atau memegang kertasnya dan apabila tidak menyentuh atau memegangnya, maka hukum menulis Al-Qur’an bagi orang yang berhadats kecil atau berhadats besar adalah hilaf yang terinci sebagai berikut:

  • Pendapat yang shahih menyatakan bahwa hukum menulis Al-Qur’an bagi orang yang berhadats kecil atau berhadats besar yang tidak menyentuh kertasnya adalah boleh.
  • Pendapat yang populer (masyhur) menyatakan bahwa hukum menulis Al-Qur’an bagi orang yang berhadats kecil atau berhadas besar yang tidak menyentuh kertasnya adalah haram.
  • Pendapat yang ketiga menyatakan bahwa hukum menulis Al-Qur’an bagi orang yang berhadats kecil adalah boleh, sedang bagi orang yang berhadats besar adalah haram.

 

CATATAN:

Hukum-hukum yang berkaitan dengan Al-Qur'an seperti uraian tersebut diatas adalah ketika penulisan bertujuan untuk dibaca (liddirasah). Maka ketika penulisan bertujuan mengaharap barakah (littabarruk) seperti penulisan Al-Qur'an pada sebuah Azimat, maka hukum menyentuh dan memegangnya dalam keadaan berhadats adalah boleh.

Wallahu a’lam bis shawab.





Dasar Pengambilan (1). Oleh Al-Ustadz @ Farid Muzakki:

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ : ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻛﺘﺎﺑﺔ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺑﺸﻲﺀ ﻧﺠﺲ
ﻭﺇﺫﺍ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ ﺃﻭ ﺍﻟﺠﻨﺐ ﻣﺼﺤﻔﺎ ﻧﻈﺮ ﺇﻥ ﺣﻤﻠﻪ ﺃﻭ
ﻣﺴﻪ ﻓﻲ ﺣﺎﻝ ﻛﺘﺎﺑﺘﻪ ﺣﺮﻡ , ﻭﺇﻻ ﻓﺎﻟﺼﺤﻴﺢ ﺟﻮﺍﺯﻩ ﻷﻧﻪ
ﻏﻴﺮ ﺣﺎﻣﻞ ﻭﻻ ﻣﺎﺱ , ﻭﻓﻴﻪ ﻭﺟﻪ ﻣﺸﻬﻮﺭ ﻳﺤﺮﻡ , ﻭﻭﺟﻪ
ﺛﺎﻟﺚ ﻳﺤﺮﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﻨﺐ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ
ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﻔﻘﻬﻴﺔ ﺍﻟﻜﻮﻳﺘﻴﺔ - 39 – 391





Dasar Pengambilan (2). Oleh Al-Ustadz @ PrEman Berr Tassbíihh:

ﺇﺫﺍ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ ﺃﻭ ﺍﻟﺠﻨﺐ ﻣﺼﺤﻔﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻳﺤﻤﻞ
ﺍﻟﻮﺭﻗﺔ ﺃﻭ ﻳﻤﺴﻬﺎ ﺣﺎﻝ ﺍﻟﻜﺘﺎﺑﺔ ﻓﻬﻮ ﺣﺮﺍﻡ, ﻭﺍﻥ ﻟﻢ
ﻳﺤﻤﻠﻬﺎ ﻭﻟﻢ ﻳﻤﺴﻬﺎ, ﻓﻔﻴﻪ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻭﺟﻮﻩ: ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ
ﺟﻮﺍﺯﻩ, ﻭﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﺗﺤﺮﻳﻤﻪ, ﻭﺍﻟﺜﺎﻟﺚ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺤﺪﺙ
ﻭﻳﺤﺮﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﻨﺐ.
ﺍﻟﺘﺒﻴﺎﻥ ﻟﻠﻨﻮﺍﻭﻱ ﺹ 181





Dasar Pengambilan (3). Oleh Al-Ustadz @ PrEman Berr Tassbíihh:

ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ ( ﺇﺫﺍ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ ﺃﻭ ﺍﻟﺠﻨﺐ ﻣﺼﺤﻔﺎ ﻧﻈﺮ ﺇﻥ
ﺣﻤﻠﻪ ﺃﻭ ﻣﺴﻪ ﻓﻲ ﺣﺎﻝ ﻛﺘﺎﺑﺘﻪ ﺣﺮﻡ ﻭﺇﻻ ﻓﺎﻟﺼﺤﻴﺢ
ﺟﻮﺍﺯﻩ ; ﻷﻧﻪ ﻏﻴﺮ ﺣﺎﻣﻞ ﻭﻻ ﻣﺎﺱ ، ﻭﻓﻴﻪ ﻭﺟﻪ ﻣﺸﻬﻮﺭ
ﺃﻧﻪ ﻳﺤﺮﻡ ، ﻭﻭﺟﻪ ﺛﺎﻟﺚ ﺣﻜﺎﻩ ﺍﻟﻤﺎﻭﺭﺩﻱ ﺃﻧﻪ ﻳﺤﺮﻡ ﻋﻠﻰ
ﺍﻟﺠﻨﺐ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ
المجموع شرح المهذب

(Link Kitab: http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?ID=423&start=0&idfrom=697&idto=697&bookid=14&Hashiya=2)





Dasar Pengambilan (4). Oleh Al-Ustadz @ Jojo Finger-looser ItmyLife:

ولو كتب محدث او جنب قرآنا ولم يمسه ولم يحمله جاز لخوه عن المس والمحرمين.
 انوار المسالك ص ١٩





Dasar Pengambilan (5). Oleh Al-Ustadz @ Jojo Finger-looser ItmyLife:

ولا يمنع الحدث كتب القرآن إذا خلا المكتوب عن مس وحمل انتهى
شرح البهجة الوردية ج ١ ص ١٤٦





Dasar Pengambilan (6). Oleh Al-Ustadz @ Ro Fie:

قوله: وحمل مصحف) أي لقوله تعالى: * (لا يمسه إلا المطهرون) * أي المتطهرون.
وهو خبر بمعنى النهي وقوله (ص): لا يمسن المصحف إلا طاهر.
وقيس الحمل على المس.
(قوله: وما كتب لدرس قرآن) خرج ما كتب لغيره كالتمائم، وما على النقد إذ لم يكتب للدراسة، وهو لا يكون قرآنا إلا بالقصد

حاشية إعانة الطالبين (1/ 81)





Dasar Pengambilan (7). Oleh Al-Ustadz @ Fakhrur Rozy Abdul Kholiq:

ﻭ ) ﺣﻤﻞ ﻭﻣﺲ ( ﻣﺎ ﻛﺘﺐ ﻟﺪﺭﺱ ﻗﺮﺁﻥ ) ﻭﻟﻮ ﺑﻌﺾ ﺁﻳﺔ ( ﻛﻠﻮﺡ ﻓﻲ ﺍﻷﺻﺢ ) ؛ ﻷﻧﻪ ﻛﺎﻟﻤﺼﺤﻒ ﻭﻇﺎﻫﺮ ﻗﻮﻟﻬﻢ ﺑﻌﺾ ﺁﻳﺔ ﺃﻥ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﺤﺮﻑ ﻛﺎﻑ ﻭﻓﻴﻪ ﺑﻌﺪ ﺑﻞ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﺒﻌﺾ ﻛﻮﻧﻪ ﺟﻤﻠﺔ ﻣﻔﻴﺪﺓ ﻭﻗﻮﻟﻬﻢ ﻛﺘﺐ ﻟﺪﺭﺱ ﺃﻥ ﺍﻟﻌﺒﺮﺓ ﻓﻲ ﻗﺼﺪ ﺍﻟﺪﺭﺍﺳﺔ ﻭﺍﻟﺘﺒﺮﻙ ﺑﺤﺎﻝ ﺍﻟﻜﺘﺎﺑﺔ ﺩﻭﻥ ﻣﺎ ﺑﻌﺪﻫﺎ ﻭﺑﺎﻟﻜﺎﺗﺐ ﻟﻨﻔﺴﻪ ﺃﻭ ﻟﻐﻴﺮﻩ ﺗﺒﺮﻋﺎ ﻭﺇﻻ ﻓﺂﻣﺮﻩ ﺃﻭ ﻣﺴﺘﺄﺟﺮﻩ ﻭﻇﺎﻫﺮ ﻋﻄﻒ ﻫﺬﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺼﺤﻒ ﺃﻥ ﻣﺎ ﻳﺴﻤﻰ ﻣﺼﺤﻔﺎ ﻋﺮﻓﺎ ﻻ ﻋﺒﺮﺓ ﻓﻴﻪ ﺑﻘﺼﺪ ﺩﺭﺍﺳﺔ ﻭﻻ ﺗﺒﺮﻙ ، ﻭﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﺇﻧﻤﺎ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﻓﻴﻤﺎ ﻻ ﻳﺴﻤﺎﻩ ، ﻓﺈﻥ ﻗﺼﺪ ﺑﻪ ﺩﺭﺍﺳﺔ ﺣﺮﻡ ﺃﻭ ﺗﺒﺮﻙ ﻟﻢ ﻳﺤﺮﻡ ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻘﺼﺪ ﺑﻪ ﺷﻲﺀ ﻧﻈﺮ ﻟﻠﻘﺮﻳﻨﺔ ﻓﻴﻤﺎ ﻳﻈﻬﺮ ، ﻭﺇﻥ ﺃﻓﻬﻢ ﻗﻮﻟﻪ : ﻟﺪﺭﺱ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺤﺮﻡ ﺇﻻ ﺍﻟﻘﺴﻢ ﺍﻷﻭﻝ
تحفة المحتاج في شرح المنهاج

(Link Kitab: http://islamport.com/d/2/shf/1/17/794.html)






Referensi:
  1. Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah. XXXIX/ 391
  2. Al-Tibyan Li Al-Nawawi. 181
  3. Al-Majmu’ Syarch Al-Muhaddzab.
  4. Anwar Al-Masalik. 19
  5. Syach Al-Bahjah Al-Wirdiyah. I/ 146
  6. Chasyiya I'anah Al-Thalibin. I/ 81
  7. Tuhfah Al-Muhtaj Fi Syarch Al-Manhaj.




=========



MUSYAWWIRIN :
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)


PENELITI:
  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wesqie
  3. Al-Ustadz Guslik An-Namiri
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Sunde Pati
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Abdulloh Salam

 
PERUMUS: Ibnu Malik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama