DOC_71. Tentang Harut Dan Marut
5 september 2014
assalamu alaikum wr wb
tlong dijelaskan tentang status harut wamarut
apakah dia bangsa jin malaikat atau manusia,
sertakan dalilnya,
=========
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Siapakah sebenarnya Harut dan Marut? Apakah keduanya dari bangsa Jin, Malaikat atau Manusia?
Dalam menanggapi pertanyaan yang telah disampaikan oleh sahabat fillah Safrowi Ahmad tersebut diatas, segenap anggota musyawirin MTTM memiliki pandangan dan kesimpulan sebagai berikut:
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudlarat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudlarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 102)
Dalam menyikapi tentang status Harut dan Marut, para Ulama’ berbeda pandangan sebagaimana uraian berikut:
↳ Imam Syihabuddin; Ahmad bin Muhammad al-Haim al-Misri didalam kitabnya (al-Tibyan) menyatakan bahwa Harut dan Marut menurut sebagian Ulama’ adalah dua malaikat, ya’ni malaikat Jibril dan malaikat Mikail. Sedang menurut sebagian Ulama' yang lain keduanya adalah malaikat selain malaikat Jibril dan Mikail yang sengaja diturunkan oleh Allah ke bumi sebagai fitnah dan cobaan. Pendapat ini adalah pendapat yang paling populer. Menurut sebagian Ulama’ yang lain keduanya adalah dua orang laki-laki. Dan menurut sebagian Ulama’ yang lain keduanya adalah syetan.
↳ Imam al-Syaikh Muhammad Amin al-Qurdi al-Naqsabandiyah didalam kitabnya (Tanwir al-Qulub) menyatakan bahwa kisah yang terkenal tentang Harut dan Marut yang melegenda yang mana keduanya dijadikan sebagai Malaikat yang mengajarkan sihir disertai adanya skenario pembohongan publik oleh oknum sejarawan, bahwa keduanya dihukum dan berubah bentuknya, maka semua itu adalah dusta, palsu dan batil yang tidak layak untuk didengar, diyakini dan dipercayai. Hal senada diungkapkan oleh imam al-Razi didalam kitabnya (Tafsir Fath al-Razi). Imam al-Syaikh Muhammad Amin al-Qurdi menambahkan, jika memang keduanya (Harut dan Marut) adalah Malaikat, maka sihir yang mereka ajarkan tidak bermaksud untuk diamalkan melainkan untuk memberitahukan tentang hakikat ilmu sihir, bahaya serta hukumannya, sebab sebelum keduanya mengajarkan ilmu sihir, mereka selalu memberikan nasehat dengan berkata: “Kami didatangkan oleh Allah sebagai fitnah dan cobaan dan kami memberitahuakan kepadamu bahwa mengamalkan ilmu sihir adalah menyebabkan kufur dan kami melarang kamu dari hal itu. Apabila kalian ta’at dan patuh, maka kalian akan selamat dan apabila kalian menentang dan tidak patuh, maka kalian akan celaka”. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh Ibnu Malik:
هاروت وماروت قيل ملكان وقيل رجلان وقيل شيطانان وعلى الأول فقيل جبريل وميكائيل وقيل غيرهما وهو والمشهور
- فتنة بلاء واختبار
التبيان تفسير غريب القرآن - (ج 1 / ص 101)
Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz PrEman Berr Tassbíihh:
واما مااشتهر من قصة هاروت وماروت وجعلهما ملكين يعلمان السحر مع زيادة كذب المؤرخين أنهما عوقب ومسخا فذلك كله كذب وزور وباطل لايحل اعتقاده فيهما أنهما ان لم يكونا ملكين فتعليمهما السحر لم يكن لآجل العمل به بل للتحرز منه بتعريف حقيقة وبيان شره وعقوبته, ولهذ أخبر الله انهما ما كانا يعلمان من أحد حتى يقولا انما نحن فتنة فلا تكفر
تنوير القلوب
Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz PrEman Berr Tassbíihh:
فثبت أن الملائكة لا يستكبرون وثبت أن إبليس تكبر واستكبر فوجب أن لا يكون من الملائكة وأيضاً لما ثبت بهذه الآية وجوب عصمة الملائكة/ ثبت أن القصة الخبيثة التي يذكرونها في حق هاروت وماروت كلام باطل، فإن الله تعالى وهو أصدق القائلين لما شهد في هذه الآية على عصمة الملائكة وبراءتهم عن كل ذنب، وجب القطع بأن تلك القصة كاذبة باطلة والله أعلم. واحتج الطاعنون في عصمة الملائكة بهذه الآية فقالوا: إنه تعالى وصفهم بالخوف، ولولا أنهم يجوزون على أنفسهم الإقدام على الكبائر والذنوب وإلا لم يحصل الخوف
تفسير فحر الرازي – 20 – 231
Dasar pengambilan (4) oleh Ibnu Malik:
{إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهَرٍ} [البقرة: 249] ، يدل على صحة هذا: قوله: {وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلا تَكْفُرْ} [البقرة: 102] أي: محنة من الله، نخبرك أن عمل السحر كفر بالله وننهاك عنه، فإن أطعتنا فِي ترك العمل بالسحر نجوت، وإن عصيتنا فِي ذلك هلكت.
التفسير الوسيط للواحدي - (ج 1 / ص 185)
Referensi:
MUSYAWWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
assalamu alaikum wr wb
tlong dijelaskan tentang status harut wamarut
apakah dia bangsa jin malaikat atau manusia,
sertakan dalilnya,
=========
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Siapakah sebenarnya Harut dan Marut? Apakah keduanya dari bangsa Jin, Malaikat atau Manusia?
Dalam menanggapi pertanyaan yang telah disampaikan oleh sahabat fillah Safrowi Ahmad tersebut diatas, segenap anggota musyawirin MTTM memiliki pandangan dan kesimpulan sebagai berikut:
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudlarat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudlarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 102)
Dalam menyikapi tentang status Harut dan Marut, para Ulama’ berbeda pandangan sebagaimana uraian berikut:
↳ Imam Syihabuddin; Ahmad bin Muhammad al-Haim al-Misri didalam kitabnya (al-Tibyan) menyatakan bahwa Harut dan Marut menurut sebagian Ulama’ adalah dua malaikat, ya’ni malaikat Jibril dan malaikat Mikail. Sedang menurut sebagian Ulama' yang lain keduanya adalah malaikat selain malaikat Jibril dan Mikail yang sengaja diturunkan oleh Allah ke bumi sebagai fitnah dan cobaan. Pendapat ini adalah pendapat yang paling populer. Menurut sebagian Ulama’ yang lain keduanya adalah dua orang laki-laki. Dan menurut sebagian Ulama’ yang lain keduanya adalah syetan.
↳ Imam al-Syaikh Muhammad Amin al-Qurdi al-Naqsabandiyah didalam kitabnya (Tanwir al-Qulub) menyatakan bahwa kisah yang terkenal tentang Harut dan Marut yang melegenda yang mana keduanya dijadikan sebagai Malaikat yang mengajarkan sihir disertai adanya skenario pembohongan publik oleh oknum sejarawan, bahwa keduanya dihukum dan berubah bentuknya, maka semua itu adalah dusta, palsu dan batil yang tidak layak untuk didengar, diyakini dan dipercayai. Hal senada diungkapkan oleh imam al-Razi didalam kitabnya (Tafsir Fath al-Razi). Imam al-Syaikh Muhammad Amin al-Qurdi menambahkan, jika memang keduanya (Harut dan Marut) adalah Malaikat, maka sihir yang mereka ajarkan tidak bermaksud untuk diamalkan melainkan untuk memberitahukan tentang hakikat ilmu sihir, bahaya serta hukumannya, sebab sebelum keduanya mengajarkan ilmu sihir, mereka selalu memberikan nasehat dengan berkata: “Kami didatangkan oleh Allah sebagai fitnah dan cobaan dan kami memberitahuakan kepadamu bahwa mengamalkan ilmu sihir adalah menyebabkan kufur dan kami melarang kamu dari hal itu. Apabila kalian ta’at dan patuh, maka kalian akan selamat dan apabila kalian menentang dan tidak patuh, maka kalian akan celaka”. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh Ibnu Malik:
هاروت وماروت قيل ملكان وقيل رجلان وقيل شيطانان وعلى الأول فقيل جبريل وميكائيل وقيل غيرهما وهو والمشهور
- فتنة بلاء واختبار
التبيان تفسير غريب القرآن - (ج 1 / ص 101)
Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz PrEman Berr Tassbíihh:
واما مااشتهر من قصة هاروت وماروت وجعلهما ملكين يعلمان السحر مع زيادة كذب المؤرخين أنهما عوقب ومسخا فذلك كله كذب وزور وباطل لايحل اعتقاده فيهما أنهما ان لم يكونا ملكين فتعليمهما السحر لم يكن لآجل العمل به بل للتحرز منه بتعريف حقيقة وبيان شره وعقوبته, ولهذ أخبر الله انهما ما كانا يعلمان من أحد حتى يقولا انما نحن فتنة فلا تكفر
تنوير القلوب
Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz PrEman Berr Tassbíihh:
فثبت أن الملائكة لا يستكبرون وثبت أن إبليس تكبر واستكبر فوجب أن لا يكون من الملائكة وأيضاً لما ثبت بهذه الآية وجوب عصمة الملائكة/ ثبت أن القصة الخبيثة التي يذكرونها في حق هاروت وماروت كلام باطل، فإن الله تعالى وهو أصدق القائلين لما شهد في هذه الآية على عصمة الملائكة وبراءتهم عن كل ذنب، وجب القطع بأن تلك القصة كاذبة باطلة والله أعلم. واحتج الطاعنون في عصمة الملائكة بهذه الآية فقالوا: إنه تعالى وصفهم بالخوف، ولولا أنهم يجوزون على أنفسهم الإقدام على الكبائر والذنوب وإلا لم يحصل الخوف
تفسير فحر الرازي – 20 – 231
Dasar pengambilan (4) oleh Ibnu Malik:
{إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهَرٍ} [البقرة: 249] ، يدل على صحة هذا: قوله: {وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلا تَكْفُرْ} [البقرة: 102] أي: محنة من الله، نخبرك أن عمل السحر كفر بالله وننهاك عنه، فإن أطعتنا فِي ترك العمل بالسحر نجوت، وإن عصيتنا فِي ذلك هلكت.
التفسير الوسيط للواحدي - (ج 1 / ص 185)
Referensi:
- Al-Tibyan Tafsir Gharib al-Qur’an. Juz: 1. Hal. 101
- Tanwir al-Qulub.
- Tafsir Fachru al-Razi. Juz: 20. Hal. 231
- Tafsir al-Wasith Li al-Wahidi. Juz: 1. Hal. 185
MUSYAWWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Brojol Gemblung
- Al-Ustadz Wes Qie
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Abdulloh Salam

Komentar
Posting Komentar