DOC_109. Hukum Menolak Perjodohan Orang Tua

 

Alii Yasiinn El Maduriieeyy

23 september 2014

assalamu alaikum
apakah menolak perjodohan berdosa ust
dan durhaka pada orang tua,soalnya
orang tua ngotot pada perjodohan dan
anaknya tidak mau sebab tidak cinta,

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

Berdosakah seorang anak yang menolak perjodohan orang tuanya dan apakah anak tersebut dikategorikan durhaka dengan penolakannya?

     Dari sahabat Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Telah datang seorang gadis muda terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ia mengadu bahwa ayahnya telah menikahkanya dengan laki-laki yang tidak ia cintai, maka Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam memberikan pilihan kepadanya (melanjutkan pernikahan atau berpisah). (HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)

     Dari Abu Said al-Khudri, beliau berkata: Telah datang seorang laki-laki dengan membawa putrinya menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia tersebut berkata: “Ya Rasul, putriku ini menolak untuk dinikahkan.” Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberi nasihat kepada wanita tersebut: “Taati bapakmu.” Wanita itu mengatakan: “Aku tidak mau, sampai anda menyampaikan kepadaku, apa kewajiban istri kepada suaminya?.” (merasa tidak segera mendapat jawaban, wanita tersebut mengulangi ucapannya). Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Kewajiban istri kepada suaminya, andaikan ditubuh suaminya ada luka, kemudian istrinya menjilati atau hidung suaminya mengeluarkan nanah atau darah, kemudian istri menjilatinya, ia belum dianggap sempurna menunaikan haknya.”
Spontan wanita tersebut mengatakan: “Demi Allah, dzat yang mengutus anda dengan benar, saya tidak akan nikah selamanya.” Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallamberpesan kepada ayahnya, “Jangan nikahkan putrimu kecuali dengan kerelaannya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah).

     Berdasar hadits tersebut di atas, penolakan seorang anak terhadap perjodohan orang tuanya adalah tidak berdosa dan tidak dikategorikan sebagai sikap durhaka dengan sebuah catatan penolakan tersebut harus dilakukan dengan cara dan ucapan yang bijak sehingga tidak menyakiti hati dan perasaan orang tua, sebab jika penolakan tersebut dilatar belakangi karena anak memiliki pilihan selain pilihan orang tuanya dengan level yang sepadan (kufu’), maka menurut sebagian Ulama’ dari kalangan madzhab Syafi’i, wajib bagi anak tersebut untuk mematuhi dan mengikuti pilihan orang tuanya dengan pertimbangan orang tua lebih jauh dalam berfikir sehingga lebih mengerti dengan hal yang lebih baik dan bermanfa’at (mashlahah) bagi anaknya. Pendapat ini adalah pendapat yang lebih autentik (ashah). Sedang sebagian Ulama’ yang lain menyatakan, jika penolakan tersebut dilatar belakangi karena anak memiliki pilihan selain pilihan orang tuanya dengan level yang sepadan, maka orang tua harus mengikuti pilihan anak dengan pertimbangan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pendapat ini merupakan pendapat yang dipilih oleh Imam al-Subki. Imam al-Adzra’i juga tidak mau ketinggalan dan turut memberikan statemen dengan menyatakan jika pilihan anak memiliki nilai lebih dibanding pilihan orang tua seperti lebih tampan, atau lebih kaya, maka wajib bagi orang tua untuk mengikuti pilihan anaknya. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh @ al-Ustadz El FaQot:

وعن ابن عباس رضي الله عنهما "أن جارية بكرا أتت النبي صلى الله عليه وسلم فذكرت أن أباها زوجها وهي كارهة فخيرها رسول الله صلى الله عليه وسلم" رواه أحمد وأبو داود وابن ماجه

Dasar pengambilan (2) oleh @ al-Ustadz El FaQot:

عن أبي سعيد الخدري أن رجلا أتى بابنة له إلى النبي صلى الله عليه و سلم فقال إن ابنتي قد أبت أن تتزوج قال فقال لها أطيعي أباك قال فقالت لا حتى تخبرني ما حق الزوج على زوجته فرددت عليه مقالتها قال فقال حق الزوج على زوجته أن لو كان به قرحة فلحستها او ابتدر منخراه صديدا أو دما ثم لحسته ما أدت حقه قال فقالت والذي بعثك بالحق لا اتزوج ابدا قال فقال لا تنكحوهن إلا بإذنهن. رواه ابن ابي شيبة

Dasar pengambilan (3) oleh @ al-Ustadz Imam Al-Bukhori:

 ( ومن أمره به والداه أو ) أمره به ( أحدهما
 قال أحمد أمرته أن يتزوج ) لوجوب بر والديه
 قال في الفروع والذي يحلف بالطلاق لا يتزوج أبدا إن أمره به أبوه تزوج
 ( قال الشيخ وليس لهما ) أي لأبويه ( إلزامه بنكاح من لا يريد ) نكاحها لعدم حصول الغرض بها ( فلا يكون عاقا ) بمخالفتهما في ذلك ( كأكل ما لا يريد ) أكله
كشاف القناع - (ج 5 / ص 7)

Dasar pengambilan (4) oleh @ al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:

فصل ليس للوالدين إلزام الولد بنكاح من لا يريد قال الشيخ تقي الدين رحمه الله تعالى أنه ليس لأحد الأبوين أن يلزم الولد بنكاح من لا يريد وإنه إذا امتنع لا يكون عاقا.
 الأدب الشرعية ١/٣٣٥

Dasar pengambilan (5) oleh @ al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:

(ولو عينت) مجبرة (كفؤا وأراد الأب) أو الجد المجبر (غيره فله ذلك) وإن كان معينها يبذل أكثر من مهر المثل (فى الأصح) لأنه أكمل نظرا منها والثاني يلزمه إجابتها إعفافا لها واختاره السبكي وغيره قال الأذرعي ويظهر الجزم به إن زاد معينها بنحو حسن أو مال أما غير المجبرة فيتعين معينها قطعا لتوقف نكاحها على إذنها (تنبيه) لا يأثم باطنا بعضل لمانع مخل بالكفاءة علمه منه باطنا ولم يمكنه إثباته------- (قوله: لا يأثم) ظاهره الولي مطلقا وقال ع ش أي غير المجبر انتهى ولم يظهر لي وجهه (وقله: مخل بالكفاءة) وفى زوائد الروضة لو طلبت التزوج برجل وادعت كفاءته و أنكر الولي رفع للقاضي فإن ثبتت كفاءته ألزمه تزويجها فإن امتنع زوجها به وإن لم يثبت فلا انتهى معني. تحفة المحتاج فى شرح المنهاج ج ٧ ص ٢٥٣

Referensi:
  1. Al-Hadis.
  2. Kisyaf al-Qina’. V/ 7
  3. Al-Adad al-Syar’iyah. I/ 335
  4. Al-Muhtaj Fi Syarh al-Minhaj. VII/ 253
=========

MUSYAWWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:
  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik

(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1538683539678534/?hc_location=ufi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama