DOC_117. Cara Berwudlu’ Orang Yang Buntung
Mas Boy Up
7 desember 2014
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ... ﺇﻟﺦ
Ane baru kepikiran. Gan Kalau orang yg tdk
mempunyai lengan sampe sikut lebih! Itu
gimana ketika membasuh tangannya? Apa
masih wajib untuk dibasuh?
~~~~~~~~~
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ.
Apakah orang yang tidak memilik lengan masih berkewajiban untuk membasuh tangan ketika melaksanakan wudlu’? Dan bagaimanakah cara membasuhnya?
Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa diantara kewajiban wudlu’ adalah membasuh kedua tangan beserta kedua siku dan membasuh kedua kaki serta kedua mata kaki. Namun jika diantara anggota wudlu’ terdapat anggota yang terpotong (buntung) seperti lengan ataupun kaki, maka cara membasuhnya adalah seperti yang telah diuraikan oleh para pakar Fiqh diantaranya Imam Syamsyuddin Muhammad bin Abi al-Abbas; Ahmad bin Hamzah bin Syihabuddin al-Ramli sebagai berikut:
Jika sebagian tangan yang wajib dibasuh terpotong (buntung), maka wajib membasuh anggota yang tersisa berdasar hadits Nabi yang menyatakan: “Jika aku perintahkan terhadap kalian tentang suatu hal, maka laksanakan semampu kalian.” Dan karena hal yang mudah tidak serta merta dapat gugur sebab adanya sebuah kesulitan. Atau terpotong tepat kedua siku hingga yang tersisa adalah kedua tulang siku yang disebut puncak (bagian atas) lengan, maka menurut pendapat yang paling populer wajib membasuh kedua tulang yang tersisa tersebut karena masih merupakan bagian dari siku, sebab yang dinamakan tangan adalah keseluruhan dari kedua tulang siku beserta lengan. Pendapat ini adalah pendapat yang lebih autentik (ashah). Atau terpotong diatas siku, maka disunahkan untuk membasuh sisa lengan yang ada seperti halnya orang yang memiliki tangan sempurna agar terhindar dari terdapatnya anggota tubuh yang tidak disucikan.
Kesimpulan dari uraian tersebut diatas adalah sebagai berikut:
- Jika anggota yang wajib dibasuh terpotong dibawah siku atau dibawah mata kaki, maka wajib membasuh yang tersisa.
- Jika anggota yang wajib dibasuh terpotong tepat siku atau tepat mata kaki, maka menurut pendapat yang populer wajib membasuh tulang yang ada.
- Jika anggota yang wajib dibasuh terpotong di atas siku atau di atas mata kaki, maka sunnah membasuh sisa lengan atau sisa betis yang ada. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh @ al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:
( فَإِنْ قَطَعَ بَعْضَهُ ) أَيْ بَعْضَ مَا يَجِبُ غَسْلُهُ ( وَجَبَ ) غَسْلُ ( مَا بَقِيَ ) لِخَبَرِ { إذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ } وَلِأَنَّ الْمَيْسُورَ لَا يَسْقُطُ بِالْمَعْسُورِ ( أَوْ ) قَطَعَ ( مِنْ مِرْفَقِهِ ) بِأَنْ سَلَّ عَظْمَ ذِرَاعِهِ وَبَقِيَ الْعَظْمَانِ الْمُسَمَّيَانِ بِرَأْسِ الْعَضُدِ ( فَرَأْسٌ ) أَيْ فَيَجِبُ غَسْلُ رَأْسِ ( عَظْمِ الْعَضُدِ عَلَى الْمَشْهُورِ ) لِكَوْنِهِ مِنْ الْمِرْفَقِ تَفْرِيعًا عَلَى أَنَّهُ اسْمٌ لِمَجْمُوعِ الْعَظْمَيْنِ وَالْإِبْرَةِ وَهُوَ الْأَصَحُّ ، وَالثَّانِي فَرْعُهُ عَلَى أَنَّهُ طَرَفُ عَظْمِ السَّاعِدِ فَقَطْ وَوُجُوبُ غَسْلِ رَأْسِ الْعَضُدِ بِالتَّبَعِيَّةِ ( أَوْ فَوْقَهُ ) أَيْ قَطَعَ مِنْ فَوْقِ مِرْفَقِهِ ( نُدِبَ ) غَسْلُ ( بَاقِي عَضُدِهِ ) كَمَا لَوْ كَانَ سَلِيمَ الْيَدِ لِئَلَّا يَخْلُوَ الْعُضْوُ عَنْ طَهَارَةٍ
نهاية المحتاج إلى شرح المنهاج (2/ 33)
Dasar pengambilan (2) oleh @ al-Ustadz Preman Berr Tasbih:
( فإن قطع بعضه ) أي المذكور من اليدين ( وجب ) غسل ( ما بقي ) منه ؛ لأن الميسور لا يسقط بالمعسور ( أو ) قطع ( من مرفقيه ) بأن فك عظم الذراع من عظم العضد وبقي العظمان المسميان برأس العضد ( فرأس عظم العضد ) يجب غسله ( على المشهور ) ؛ لأنه من المرفق إذ هو مجموع العظام الثلاث ( أو ) قطع من ( فوقه ندب ) غسل ( باقي عضده ) محافظة على التحجيل الآتي
تحفة المحتاج في شرح المنهاج
(Link Kitab: http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Flibrary.islamweb.net%2Fnewlibrary%2Fdisplay_book.php%3Fbk_no%3D20%26ID%3D6%26idfrom%3D293%26idto%3D386%26bookid%3D20%26startno%3D13&h=jAQFFPyn3)
Referensi:
- Nihayah al-Muhtaj Ila Syarh al-Minhaj. Juz: 2. Hal. 33
- Tuchfah al-Muhtaj Fi Syarh Al-Minhaj.
MUSYAWWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Brojol Gemblung
- Al-Ustadz Wes Qie
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Abdulloh Salam
(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1564573893756165/?hc_location=ufi)

Komentar
Posting Komentar