DOC_135. Posisi Tangan Yang Baik Pada Saat Bangun Dari Ruku’ (I’tidal)
Mas Boy Up
3 Januari 2014 pukul 7:27
Assalamu alaikum...
Masih tentang solat gan. Pada waktu i'tidal. Posisi tangan disedekapkan atau dilepaskan (diluruskan)?
~~~~~~~~~
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Bagaimanakah posisi tangan orang yang shalat pada saat bangun dari ruku' (i'tidal) yang baik menurut perspektif Fiqh?
Terjadi perbedaan pendapat di kalangan Ulama’ dalam menanggapi masalah posisi tangan orang yang shalat pada saat bangun dari ruku' (i'tidal) yang diuraikan sebagai berikut:
- Sebagian Ulama’ menyatakan bahwa mengembalikan tangan kebawah dada seperti posisi tangan sebelum melaksanakan ruku' adalah lebih utama, bahkan Imam al-Baghawi menyatakan bahwa melepaskan tangan pada saat melaksanakan i’tidal adalah makruh. Namun Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf al-Nawawi mengklarifikasi pernyataan Imam al-Baghawi bahwa yang demikian itu adalah bagi orang yang tidak dapat menjaga dari gerakan-gerakan yang dapat membatalkan shalat.
- Sebagian Ulama’ yang lain menyatakan bahwa melepaskan tangan pada saat melaksanakan i’tidal adalah lebih utama. Imam Nawawi dan Imam Rafi'i menegaskan bahwa melepas tangan adalah tata cara yang disunnahkan, bahkan Imam Ibnu Hajar menyatakan bahwa pendapat yang menyatakan bahwa mengembalikan posisi tangan di bawah dada adalah pendapat yang tertolak. Wallahu a’lam bis shawab.
( قوله وردهما ) أي الكفين بعد رفعهما
وقوله إلى تحت الصدر متعلق برد
( قوله أولى من إرسالهما إلخ ) أي لما في ذلك من زيادة الحركة
قال في شرح الروض بل صرح البغوي بكراهة الإرسال لكنه محمول على من لم يأمن العبث
وقوله ثم استئناق هو بالجر معطوف على إرسالهما
إعانة الطالبين - (ج 1 / ص 135)
Dasar pengambilan (2) oleh @ al-Ustadz Brojol Gemblung:
( فَإِذَا انْتَصَبَ ) قَائِمًا أَرْسَلَ يَدَيْهِ وَمَا قِيلَ يَجْعَلُهُمَا تَحْتَ صَدْرِهِ كَالْقِيَامِ يَأْتِي قَرِيبًا رَدُّهُ
ﻭﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﺳﻦ ﺭﻓﻊ ﻳﺪﻳﻪ ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﻘﻨﻮﺕ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﺑﻌﺪﻩ ﻟﻼﺗﺒﺎﻉ ﻭﺳﻨﺪﻩ ﺻﺤﻴﺢ ﺃﻭ ﺣﺴﻦ ﻭﻓﺎﺭﻕ ﻧﺤﻮ ﺩﻋﺎﺀ ﺍﻻﻓﺘﺘﺎﺡ ﻭﺍﻟﺘﺸﻬﺪ ﺑﺄﻥ ﻟﻴﺪﻳﻪ ﻭﻇﻴﻔﺔ ﺛﻢ ﻻ ﻫﻨﺎ. ﻭﻣﻨﻪ ﻳﻌﻠﻢ ﺭﺩ ﻣﺎ ﻗﻴﻞ : ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻓﻲ ﺍﻻﻋﺘﺪﺍﻝ ﺟﻌﻞ ﻳﺪﻳﻪ ﺗﺤﺖ ﺻﺪﺭﻩ ﻛﺎﻟﻘﻴﺎﻡ
تحفة المحتاج في شرح المنهاج - (ج 2 / ص 63 & 67)
Dasar pengambilan (3) oleh @ al-Ustadz Brojol Gemblung:
ﻭﻳﺴﺘﺤﺐ ﻋﻨﺪ ﺍﻻﻋﺘﺪﺍﻝ، ﺭﻓﻊ ﺍﻟﻴﺪﻳﻦ ﺣﺬﻭ ﺍﻟﻤﻨﻜﺒﻴﻦ، ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺗﻘﺪﻡ ﻣﻦ ﺻﻔﺔ ﺍﻟﺮﻓﻊ، ﻭﻳﻜﻮﻥ ﺍﺑﺘﺪﺍﺀ ﺭﻓﻌﻬﻤﺎ، ﻣﻊ ﺍﺑﺘﺪﺍﺀ ﺭﻓﻊ ﺍﻟﺮﺃﺱ. ﻓﺈﺫﺍ ﺍﻋﺘﺪﻝ ﻗﺎﺋﻤﺎ، ﺣﻄﻬﻤﺎ
ﺭﻭﺿﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ - ﻣﺤﻴﻰ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ - ﺝ ١ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ : ٣٥٧
Dasar pengambilan (4) oleh @ al-Ustadz Brojol Gemblung:
ﻭﻳﺴﺘﺤﺐ ﻋﻨﺪ ﺍﻻﻋﺘﺪﺍﻝ ﺭﻓﻊ ﺍﻟﻴﺪﻳﻦ ﺇﻟﻰ ﺣﺬﻭ ﺍﻟﻤﻨﻜﺒﻴﻦ ﻓﺈﺫﺍ ﺍﻋﺘﺪﻝ ﻗﺎﺋﻤﺎ ﺣﻄﻬﻤﺎ
ﻓﺘﺢ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ - ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ﺍﻟﺮﺍﻓﻌﻲ - ﺝ ٣ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ :٤٠٤ – ٤٠٣
Dasar pengambilan (5) oleh @ al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:
( قَوْلُهُ : وَيَحُطُّ يَدَيْهِ ) أَيْ مِنْ الرَّفْعِ الْمُتَقَدِّمِ كَبَقِيَّتِهِ عِنْدَ تَكْبِيرَةِ الْإِحْرَامِ ، وَقَوْلُهُ بَعْدَ التَّكْبِيرِ تَحْتَ صَدْرِهِ : أَيْ فِي جَمْعِ الْقِيَامِ إلَى الرُّكُوعِ خَرَجَ بِهِ زَمَنُ الِاعْتِدَالِ فَلَا يَجْعَلُهُمَا تَحْتَ صَدْرِهِ بَلْ يُرْسِلُهُمَا سَوَاءٌ كَانَ فِي ذِكْرِ الِاعْتِدَالِ أَوْ بَعْدَ الْفَرَاغِ مِنْ الْقُنُوتِ كَمَا تَقَدَّمَتْ الْإِشَارَةُ إلَيْهِ فِي الِاعْتِدَالِ بَعْدَ قَوْلِ الْمَتْنِ فَإِذَا انْتَصَبَ إلَخْ
نهاية المحتاج إلى شرح المنهاج (4/ 390)
Daftar Pustaka:
- I’anah al-Thalibin. I/ 135
- Tuhfah al-Muhtaj Fi Syarh al-Minhaj. II/ 63 & 67
- Raudlah al-Thalibin. I/ 357
- Fath al-‘Aziz. II/ 303-304
- Nihayah al-Muhtaj. IV/ 390
MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Brojol Gemblung
- Al-Ustadz Wes Qie
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Abdulloh Salam
(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1575268589353362/)

Komentar
Posting Komentar