DOC_140. Dibalik Perintah Shalat "AQIMUU AL SHALAAH"


Pecinta Aswaja
 18 januari 2015 jam 14:29

Assalamualaykum Ustad Ustadah Teman Teman Aswaja. Saya Pribadi Yang Bodoh Ini Sedikit Penasaran. Hikmah Apakah Yang Tersembunyi Dalam Kalimat Perintah Shalat. Yang Memakai Kalimat Ini:
ﻭَﺃَﻗِﻴﻤُﻮﺍ۟ Atas Keikhlasan Para Mujawwib Mttm Membantu Menanggapi Permasalahan Saya Ini Saya Ucapkan Terima Kasih

~~~~~~~~~

JAWABAN

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

Apa hikmah yang terkandung dalam kalimah perintah shalat yang menggunakan ﺃَﻗِﻴﻤُﻮﺍ ?

     Di dalam al Qur’an, Allah tidak memerintahkan kita untuk ‘mengerjakan shalat’ melainkan mendirikan shalat (aqiimu shalat). Imam Abu al Fida’; Isma’il bin Amr bin Katsir al Qurasy al Dimasyqa di dalam kitabnya (Tafsir Ibnu Katsir) menjelaskan tentang perintah shalat yang menggunakan kalimat “aqiimu shalat” dengan mengutip pernyataan beberapa Ulama’ diantaranya Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa “aqiimu shalat” adalah mendirikan shalat dengan menunaikan segala kewajibannya (fardlu). al Dlahaq dari Ibnu Abbas menuturkan bahwa “aqiimu shalat” adalah mendirikan shalat dengan menyempurnakan ruku’, sujud, bacaan dengan penuh kekhusyu’an serta menghadap kehadirat Allah dengan segenap hati dan fikiran. al Qatadah juga menuturkan bahwa “aqiimu shalat” adalah menjaga waktu shalat dengan mendirikan shalat tepat pada waktunya, melaksanakan wudlu’, ruku’ dan sujud. Sedang Muqatil bin Hayyan menuturkan bahwa “aqiimu shalat”adalah menjaga waktu shalat dengan mendirikan shalat tepat pada waktunya, menyempurnakan bersuci, ruku’ dan sujud, bacaan al Qur’an, tasyahud dan membaca shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka inilah yang dimaksud "mendirikan shalat"(aqiimu shalat).

     al Qurasy menkolaborasikan statemen-statemen tersebut di atas dengan menyatakan bahwa “aqiimu shalat” adalah menjaga waktu shalat dengan mendirikan shalat tepat pada waktunya serta menyempurnakan dalam bersuci, ruku’, sujud, dilaksanakan secara berjama’ah, mengikuti imam dengan penuh kekhusyu’an serta menghadap kehadirat Allah dengan niat yang ihlas serta dengan segenap hati dan fikiran, karena "iqamah" adalah melaksanakan sesuatu yang menuntut totalitas yang tinggi dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya didasari dengan keyakinan dan kecintaan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh @ al-Ustadz Brojol Gemblung:

ﺑﻴﺎﻥ ﻣﻌﻨﻰ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: )ﻭﻳﻘﻴﻤﻮﻥ ﺍﻟﺼﻼﺓ (

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﺆﻟﻒ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ]ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ: }ﻭَﻳُﻘِﻴﻤُﻮﻥَ ﺍﻟﺼَّﻼﺓ{ ]ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ3: [ ﺃﻱ: ﻳﻘﻴﻤﻮﻥ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺑﻔﺮﻭﺿﻬﺎ، ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﻀﺤﺎﻙ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ: ﺇﻗﺎﻣﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ: ﺇﺗﻤﺎﻡ ﺍﻟﺮﻛﻮﻉ ﻭﺍﻟﺴﺠﻮﺩ، ﻭﺍﻟﺘﻼﻭﺓ ﻭﺍﻟﺨﺸﻮﻉ، ﻭﺍﻹﻗﺒﺎﻝ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻓﻴﻬﺎ. ﻭﻗﺎﻝ ﻗﺘﺎﺩﺓ: ﺇﻗﺎﻣﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ: ﺍﻟﻤﺤﺎﻓﻈﺔ ﻋﻠﻰ ﻣﻮﺍﻗﻴﺘﻬﺎ ﻭﻭﺿﻮﺋﻬﺎ ﻭﺭﻛﻮﻋﻬﺎ ﻭﺳﺠﻮﺩﻫﺎ. ﻭﻗﺎﻝ ﻣﻘﺎﺗﻞ ﺑﻦ ﺣﻴﺎﻥ: ﺇﻗﺎﻣﺘﻬﺎ: ﺍﻟﻤﺤﺎﻓﻈﺔ ﻋﻠﻰ ﻣﻮﺍﻗﻴﺘﻬﺎ ﻭﺇﺳﺒﺎﻍ ﺍﻟﻄﻬﻮﺭ ﻓﻴﻬﺎ، ﻭﺗﻤﺎﻡ ﺭﻛﻮﻋﻬﺎ ﻭﺳﺠﻮﺩﻫﺎ، ﻭﺗﻼﻭﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﻴﻬﺎ، ﻭﺍﻟﺘﺸﻬﺪ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻓﻬﺬﺍ ﺇﻗﺎﻣﺘﻬﺎ [.

ﻛﻞ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻗﻮﺍﻝ ﺣﻖ، ﻓﺈﻗﺎﻣﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺗﺸﻤﻞ ﺇﺗﻤﺎﻡ ﺍﻟﺮﻛﻮﻉ ﻭﺍﻟﺴﺠﻮﺩ، ﻭﺗﺸﻤﻞ ﺍﻟﻤﺤﺎﻓﻈﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻄﻬﻮﺭ، ﻭﺍﻟﻤﺤﺎﻓﻈﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻮﻗﺖ، ﻭﺍﻟﻤﺤﺎﻓﻈﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺨﺸﻮﻉ، ﻭﺍﻹﺗﻴﺎﻥ ﺑﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ، ﻭﻣﺘﺎﺑﻌﺔ ﺍﻹﻣﺎﻡ، ﻭﺍﻟﻌﻨﺎﻳﺔ ﺑﺤﻀﻮﺭ ﺍﻟﻘﻠﺐ، ﻭﺍﻹﺧﻼﺹ، ﻓﻜﻞ ﻫﺬﺍ ﺩﺍﺧﻞ ﻓﻲ ﺍﻹﻗﺎﻣﺔ؛ ﻷﻥ ﺍﻹﻗﺎﻣﺔ ﻣﻌﻨﺎﻫﺎ: ﺍﻹﺗﻴﺎﻥ ﺑﺎﻟﺸﻲﺀ ﺗﺎﻣﺎً ﺑﺠﻤﻴﻊ ﺣﻘﻮﻗﻪ، ﻳﻘﺎﻝ: ﺃﻗﺎﻡ ﺍﻟﺸﻲﺀ، ﺃﻱ: ﺃﻗﺎﻡ ﺣﻘﻮﻗﻪ. ﻭﻛﻮﻥ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻗﺎﻝ: ﺇﻗﺎﻡ ﺍﻟﺼﻼﺓ: ﺇﺗﻤﺎﻡ ﺍﻟﺮﻛﻮﻉ ﻭﺍﻟﺴﺠﻮﺩ، ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﻗﺎﻝ: ﺍﻟﻤﺤﺎﻓﻈﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻄﻬﻮﺭ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ؛ ﺇﻧﻤﺎ ﻫﻮ ﻣﻦ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ ﺑﺒﻌﻀﻪ ﻋﻠﻰ ﻋﺎﺩﺓ ﺍﻟﺴﻠﻒ، ﻭﻛﻞ ﺗﻠﻚ ﺍﻷﻗﻮﺍﻝ ﺗﺸﻤﻠﻬﺎ ﺍﻵﻳﺔ، ﻓﺈﻗﺎﻣﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ: ﺃﻥ ﻳﻘﻴﻤﻬﺎ ﺑﺈﺧﻼﺹ ﻭﺻﺪﻕ ﻭﺭﻏﺒﺔ ﻭﺭﻫﺒﺔ، ﻭﺃﻥ ﻳﺆﺩﻳﻬﺎ ﻓﻲ ﻭﻗﺘﻬﺎ ﻓﻲ ﺟﻤﺎﻋﺔ، ﻭﺃﻥ ﻳﺤﺎﻓﻆ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﻛﻮﻉ ﻭﺍﻟﺴﺠﻮﺩ، ﻭﻳﺤﺎﻓﻆ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻄﻬﺎﺭﺓ، ﻭﻳﺤﺎﻓﻆ ﻋﻠﻰ ﻣﺘﺎﺑﻌﺔ ﺍﻹﻣﺎﻡ، ﻓﻜﻞ ﻫﺬﺍ ﺩﺍﺧﻞ ﻓﻲ ﺍﻹﻗﺎﻣﺔ
ﺷﺮﺡ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ - ﺍﻟﺮﺍﺟﺤﻲ • ﺍﻟﻤﻮﻗﻊ ﺍﻟﺮﺳﻤﻲ ﻟﻠﻤﻜﺘﺒﺔ ﺍﻟﺸﺎﻣﻠﺔ

(Link Kitab: http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fshamela.ws%2Fbrowse.php%2Fbook-37048%2Fpage-111&h=FAQFd6LYX)

Dasar pengambilan (2) oleh @ al-Ustadz Brojol Gemblung:

ﻭﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﺈﻗﺎﻣﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ : ﺍﻟﻤﻮﺍﻇﺒﺔ ﻋﻠﻰ ﺃﺩﺍﺋﻬﺎ ﻓﻰ ﺃﻭﻗﺎﺗﻬﺎ ﺍﻟﻤﺤﺪﺩﺓ ﻟﻬﺎ ، ﻣﻊ ﺍﺳﺘﻴﻔﺎﺋﻬﺎ ﻷﺭﻛﺎﻧﻬﺎ ﻭﺳﻨﻨﻬﺎ ﻭﺁﺩﺍﺑﻬﺎ ﻭﺧﺸﻮﻋﻬﺎ ، ﻭﻣﻊ ﺇﺧﻼﺹ ﺍﻟﻨﻴﺔ ﻋﻨﺪ ﺃﺩﺍﺋﻬﺎ ﺍﻟﻠﻪ - ﺗﻌﺎﻟﻰ
ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﺸﺎﻣﻠﺔ - ﺍﻟﻮﺳﻴﻂ ﻟﺴﻴﺪ ﻃﻨﻄﺎﻭﻱ

(Link Kitab: http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fislamport.com%2Fd%2F1%2Ftfs%2F1%2F18%2F867.html&h=GAQGSdf_W)

Daftar Pustaka:
  1. Syarh Tafsir Ibnu Katsir.
  2. Al Wasiith Li Sayyid al Thanthawi.
=========

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:
  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik

(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1580003492213205/)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama