DOC_166. Pengertian Cinta



Anton Cokerz
22 Pebruari 2015

Assalamu alaikum
bagaimana pengertian cinta
kalau dikaji dari versi islam.
Sertakan ibarotx

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

Bagaimanakah pengerian cinta menurut literatur Islam?

     Para Ulama’ berbeda dalam memberikan pengertian tentang cinta seperti yang telah dikemukakan oleh Imam Abu Qasim 'Abdul Karim Hawazin al Qusyairi al Naisaburi. Di dalam kitab "al Risalah al Qusyariyah" beliau memaparkan bahwa cinta memiliki banyak pengertian. Para guru mendefinisikan cinta sebagaimana berikut:
Sebagian pendapat menyatakan bahwa "Cinta adalah kecenderungan yang bersifat abadi dengan cinta yang meluap-luap didalam hati". Sebagian pendapat yang lain menyatakan bahwa "Cinta adalah menspesialkan kekasih dari yang lain". Sebagian yang lain menyatakan bahwa "Cinta adalah kerelaan hati atas kehendak sang pencipta". Juga ada pendapat yang menyatakan bahwa "Cinta adalah kesetiaan seseorang pada kekasihnya, baik saat berada didekatnya atau saat ia jauh darinya". Pendapat yang lain menyatakan bahwa "Cinta adalah kekhawatiran meninggalkan perlindungan terhadap sang kekasih dengan tetap melaksanakan penjagaan".
     Imam Abu Yazid al Basthami menuturkan bahwa “Cinta adalah menganggap sedikit pemberian yang ia berikan dan menganggap banyak pemberian kekasih walaupun sedikit”.
     Imam Sahal menyatakan: “Cinta adalah merengkuh ketaatan dan mengabaikan kedurhakaan”.
     Imam al Juanidi juga pernah ditanya tentang cinta, maka beliau menjawab: “Cinta adalah merasuknya sifat-sifat kekasih pada orang yang mencintainya". Dengan ungkapan ini beliau memberikan isyarat bahwa "Cinta adalah penguwasaan menyebut dan mengingat sang kekasih sehingga tidak ada yang tersisa di dalam hati selain sang kekasih”.
     Abu Ali al Raudzibari mengungkapkan bahwa "Cinta adalah kesetiaan".
     Abu Abdullah al Quraisy juga mengungkapkan: “Hakikat Cinta adalah menyerahkan semua yang dimiliki kepada orang yang dicintai, hingga tidak ada yang tersisa sedikitpun”.
     al Syibli berkata “Dinamakan cinta karena cinta menghapus segala sesuatu yang ada di dalam hati selain sang kekasih”.
     Imam al Raghib al Ashfihani juga memberikan pengertian cinta dengan menyatakan bahwa “Cinta adalah keinginan atas sesuatu yang dilihat, dan cinta terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:
  1. Cinta karena keni’matan seperti kecintaan laki-laki terhadap perempuan.
  2. Cinta karena sebuah manfa’at seperti kecintaan seseorang atas sesuatu yang dapat dimanfa'atkan.
  3. Cinta karena sebuah keistimewaan, seperti kecintaan diantara orang-orang yang berilmu”.
Itulah beberapa pengertian tentang cinta menurut para pakar ilmu dengan berbagai latar belakang. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh @ Ibnu Malik:

وعبارات الناس عن المحبة كثيرة. وتكلموا في أصلها في اللغة؛ فبعضهم قال: الحب اسم لصفاء الموجة...............
وأما أقويل الشيوخ فيه، فقال بعضهم: المحبة: الميل الدائم بالقلب الهائم.
وقيل: المحبة: إيثار المحبوب على جميع المصحوب.
وقيل: موافقة الحبيب في المشهد والمغيب.
وقيل: نحو المحبِ لصفاته، وإثباتُ المحبوب بذته.
وقيل: مواطأة القلب لمرادات الرب.
وقيل: خوف ترك الحرمة مع إقامة الخدمة.
وقال أبو يزيد البسطامي: المحبة: استقلال الكثير من نفسك، واستكثار قليل من حبيبك.
وقال سهل: الحبُّ: معانقة الطاعة ومباينة المخالفة.
وسئل الجنيد عن المحبة، فقال: دخول صفات المحبوب على البدل من صفات المحب.
أشار بهذا إلى استيلاء ذكر المحبوب، حتى لا يكون الغالب على قلب المحب إلا ذكر صفت المحبوب، والتغافل بالكلية عن صفات نفسه والإحساس بها. وقال أبو علي الروذباري: المحبة: الموافقة.
وقال أبو عبد الله القرشي: حقيقة المحبة أن تهب كتلك لمن أحببت، فلا يبقى لك منك شيء.
وقال الشبلي: سميت المحبة محبة؛ لأنها تمحو من القلب ما سوى المحبوب.
وقال ابن عطاء: المحبة: إقامة العتاب على الدوام.
سمعت الأستاذ أبا علي الدقاق، رحمه الله يقول: المحبة: لذة، ومواضع الحقيقة دهش
الرسالة القشيرية - (ج 1 / ص 144)

Dasar pengambilan (2) oleh @ al-Ustadz Preman Berr Tasbih:

ﻣَﺤَﺒّﺔ
ﺍﻟﺘّﻌﺮﻳﻒ
- 1 ﺍﻟﻤﺤﺒّﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻐﺔ : ﺍﻟﻤﻴﻞ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺸّﻲﺀ ﺍﻟﺴّﺎﺭّ .
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮّﺍﻏﺐ ﺍﻷﺻﻔﻬﺎﻧﻲ : ﺍﻟﻤﺤﺒّﺔ ﺇﺭﺍﺩﺓ ﻣﺎ ﺗﺮﺍﻩ ﺃﻭ
ﺗﻈﻨﻪ ﺧﻴﺮﺍً , ﻭﻫﻲ ﻋﻠﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻭﺟﻪٍ :
ﻣﺤﺒّﺔ ﻟﻠّﺬّﺓ ﻛﻤﺤﺒّﺔ ﺍﻟﺮّﺟﻞ ﻟﻠﻤﺮﺃﺓ , ﻭﻣﺤﺒّﺔ ﻟﻠﻨّﻔﻊ ﻛﻤﺤﺒّﺔ
ﺷﻲﺀٍ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪ , ﻭﻣﻨﻪ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : » ﻭَﺃُﺧْﺮَﻯ ﺗُﺤِﺒُّﻮﻧَﻬَﺎ
ﻧَﺼْﺮٌ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻓَﺘْﺢٌ ﻗَﺮِﻳﺐٌ « , ﻭﻣﺤﺒّﺔ ﻟﻠﻔﻀﻞ ﻛﻤﺤﺒّﺔ
ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻟﺒﻌﺾ ﻷﺟﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ .
ﻭﻻ ﻳﺨﺮﺝ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ ﺍﻻﺻﻄﻼﺣﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ ﺍﻟﻠﻐﻮﻱّ .
ﺍﻷﻟﻔﺎﻅ ﺫﺍﺕ ﺍﻟﺼّﻠﺔ

»ﺍﻷﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﻤﺘﻌﻠّﻘﺔ ﺑﺎﻟﻤﺤﺒّﺔ «
)2/13289 (

Daftar Pustaka:
  1. Al Risalah al Qusyairiyah. I/ 114
  2. Al Ahkam al Muta’alliqah bi al Mahabbah. II/ 13288
=========

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:
  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Abdulloh Salam

PERUMUS: Ibnu Malik

Link Diskusi: Klik Disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama