DOC_173. Hukum Mengkonsumsi Kura-kura (Penyu)


Zyah Doer
19 Februari 2015 pukul 8:08


Assalamu alaikum werohmah....
Mohon bantuan akhy
Bagai mana klo memakan katempah ini...
Klo katempah ini bisa d makan apakah hrus d sembelleh dulu...
Terimakasih...

~~~~~~~~~

JAWABAN:


Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ


"Bagaimanakah hukum mengkonsumsi kura-kura?"

      Ulama’ dari kalangan madzhab Syafi’i menyatakan bahwa hukum mengkonsumsi kura-kura (penyu) adalah haram. Baik kura-kura darat atau kura-kura laut. Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf al Nawawi atau yang lebih populer dengan sebutan Imam Nawawi menegaskan bahwa pendapat ini merupakan pendapat yang lebih autentik (ashah) diantara dua pendapat.
      Ulama’ dari kalangan madzhab Hambali dan madzhab Maliki menyatakan bahwa hukum mengkonsumsi kura-kura laut adalah halal setelah disembelih. Sedang hukum mengkonsumsi kura-kura darat adalah haram. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh @ al-Ustadz Imam Al-Bukhori:

ويحرم ( الحنابلة والمالكية - قالوا : ايحل أكل السلحفاة البحرية " الترسة " بعد ذبحا أما السلحفاة البرية فالراجح عند الحنابلة حرمتها . ) أكل السلحفاة برية كانت أو بحرية وهي المعروفة بالترسة لأنها تعيش في البر والبحر
الفقه على المذاهب الأربعة - (ج 2 / ص 11)


Dasar pengambilan (2) oleh @ Ibnu Malik:

(وأما) السلحفاة فحرام علي أصح الوجهين.
المجموع شرح المهذب - (ج 9 / ص 32)

Daftar Pustaka:
  1. Al Fiqh ‘Ala Madzahib al Aba’ah. II/ 11
  2. Al Majmu’ Syarh al Muhaddzab. IX/ 32
=========

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:
  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik

Link Diskusi: Disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama