DOC_174. Pengertian Ikhlas
Anta Fiqolby
7 Februari 2015 pukul 15:21
Assalamu'alaikum , ,
Saya mau naxa ustad
Apa si arti dari ikhlas yg sebenarx ?
Apakah dimanakn ikhlas jika tetesan air mata msh mengalir dr kedua matax ?
maturnuwun
~~~~~~~~~
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
"Apakah yang dinamakan ihlas?"
Dari Abi ‘Ustman, beliau berkata bahwa "ikhlas" adalah melupakan dan tidak memperdulikan pandangan mahluk atas dirinya dengan mengabadikan pendangannya kepada sang khaliq.
Dari Abi Hadzaifah al Mur’asyi rahimahullah, beliau berkata bahwa "ikhlas" adalah menyeimbangkan antara pebuatan lahir dan bathin.
Sedang Imam Abu Bakar bin Sayyid Muhammad Syata al Dimyati didalam kitabnya (‘Ianah Al Thalibin) menuturkan bahwa "ikhlas" adalah sebagaimana yang terdapat di dalam hadits Nabi, ya’ni melakukan perbuatan semata-mata karena Allah. Dan "ikhlas" terbagi menjadi tiga tingkatan sebagaimana uraian berikut:
- Ikhlas tingkat tinggi yaitu melakukan sebuah pekerjaan semata-mata karena Allah untuk mengaplikasikan perintahNya dan memberikan hak sesembahanNya,
- Ikhlas tingkat menengah yaitu melakukan sebuah pekerjaan untuk meraup pahala di akhirat seperti mengharap surga dan takut masuk neraka.
- Ikhlas tingkat rendah yaitu melakukan sebuah pekerjaan demi mendapatkan kemuliaan di dunia dan agar diselamatkan dari bahaya.
- Tidak adanya perbedaan antara pujian dan cercaan orang lain yang dapat mempengaruhi kegemaran dalam melakukan sebuah pekerjaan.
- Melupakan amal-amal yang telah dikerjakan.
- Lebih mementingkan dan mengutamakan pahala di akhirat. Wallahu a’lam bis shawab.
وعن ذى النون رحمه الله قال ثلاثة من علامات الاخلاص استواء المدح والذم من العامة ونسيان رؤية الاعمال في الاعمال واقتضاء ثواب العمل في الآخرة: وعن ابى عثمان رحمه الله قال الاخلاص نسيان رؤية الخلق بدوام النظر إلى الخالق.
المجموع شرح المهذب - (ج 1 / ص 17)
Dasar pengambilan (2) oleh @ al-Ustadz Preman Berr Tasbih:
والإخلاص كما ورد في الخبر العمل لله وحده
والكامل منه إفراد الحق تعالى في الطاعة بالقصد
ومراتبه ثلاث عليا وهي أن يعمل لله وحده امتثالا لأمره وقياما بحق عبوديته
ووسطى وهي أن يعمل لثواب الآخرة
ودنيا وهي أن يعمل للإكرام في الدنيا والسلامة من آفاتها
وما عدا ذلك رياء وإن تفاوتت أفراده
قال الشيخ زين الدين جد المؤلف في هداية الأذكياء أخلص وذا أن لا تريد بطاعة إلا التقرب من إلهك ذي الكلا قال الغزالي وعلامة الإخلاص أن يكون الخاطر يألف العمل في الخلوة كما يألفه في الملأ ولا يكون حضور الغير هو السبب في حضور الخاطر كما لا يكون حضور البهيمة سببا في ذلك
إعانة الطالبين - (ج 1 / ص 129)
Daftar Pustaka:
- Al Majmu’ Syarh al Muhaddzab. I/ 17
- I’anah al Thalibin. I/ 129
MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Brojol Gemblung
- Al-Ustadz Wes Qie
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Abdulloh Salam
Link Diskusi: Disini

Komentar
Posting Komentar