DOC_180. Hukum Mengenakan Sutera Bagi Waria
Airul Hernandez
23 Januari 2015
Assalamu alaikum
Bagaimana hukumnya orang banci memakai sutra
~~~~~~~~~
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
"Bagaimanakah hukum waria mengenakan sutera menurut perspektif Fiqh?"
- Mayoritas Ulama’ (Maliki, Syafi’i dan Hambali) menyatakan bahwa hukum mengenakan sutera bagi waria adalah haram. Syaikh al Islam; Imam Zakaria al Anshari menyatakan bahwa haram bagi selain wanita dan anak-anak dari kalangan laki-laki dan waria mengenakan sutera berdasar hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam al Bukhari dan Imam al Muslim dari Abi Hudzaifah yang menyatakan: “Janganlah kalian mengenakan sutera”. Juga berdasar hadits Imam al Bukhari yang mana beliau menyatakan bahwa “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kita mengenakan sutera dan menjadikan sebagai alas duduk”. Juga berdasar hadits Abu Dawud dengan sanad yang shahih, beliau menyatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang sepotong kain sutra di tangan kananNya dan sebongkah emas di tangan kiriNya. Lalu beliau bersabda: “Dua barang ini diharamkan bagi kaum laki-laki namun dihalalkan bagi kaum perempuan dari kalangan ummatku”.
- Ulama’ dari kalangan madzhab Hanafi menyatakan bahwa hukum mengenakan sutera bagi waria adalah makruh. Karena sutera diharamkan bagi kaum laki-laki namun dihalalkan bagi kaum peremuan. Dan tidak ada kejelasan bagi kaum waria, apakah tergolong laki-laki atau perempuan. Maka demi mengambil kehati-hatian, sesungguhnya menjahui perkara yang diharamkan adalah wajib, sedang mendahulukan perkara yang tidak dilarang adalah diperbolehkan. Maka hukum makruh adalah agar terhindar dari hal yang diharamkan.
Jika yang dimaksud oleh penanya dengan istilah “Banci” adalah laki-laki yang menyerupai perempuan dalam gerak gerik, gaya bicaranya dan lain sebagainya, maka hukum mengenakan sutera bagi orang semacam itu adalah haram. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh @ al-Ustadz Imam Al-Bukhori:
بَابُ ما يَجُوزُ لُبْسُهُ لِلْمُحَارِبِ وَغَيْرِهِ وما لَا يَجُوزُ يَحْرُمُ على غَيْرِ الْمَرْأَةِ وَالصَّبِيِّ من الرَّجُلِ وَالْخُنْثَى لُبْسُ الْحَرِيرِ وَلَوْ قَزًّا وما أَكْثَرَ منه لِخَبَرِ الصَّحِيحَيْنِ عن حُذَيْفَةَ لَا تَلْبَسُوا الْحَرِيرَ وَلَا الدِّيبَاجَ وَخَبَرِ الْبُخَارِيِّ عنه أَيْضًا نَهَانَا رسول اللَّهِ صلى اللَّهُ عليه وسلم عن لُبْسِ الْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَأَنْ نَجْلِسَ عليه وَلِخَبَرِ أبي دَاوُد بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ أَنَّهُ صلى اللَّهُ عليه وسلم أَخَذَ في يَمِينِهِ قِطْعَةَ حَرِيرٍ وفي شِمَالِهِ قِطْعَةَ ذَهَبٍ وقال هَذَانِ حَرَامٌ على ذُكُورِ أُمَّتِي حَلَالٌ لِإِنَاثِهِمْ
أسنى المطالب في شرح روض الطالب - (ج 1 / ص 275)
Dasar pengambilan (2) oleh @ al-Ustadz Imam Al-Bukhori:
ذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ إِلَى أَنَّهُ يَحْرُمُ عَلَى الْخُنْثَى فِي الْجُمْلَةِ لُبْسُ الْحَرِيرِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، وَذَهَبَ الْحَنَفِيَّةُ إِلَى أَنَّ الْخُنْثَى يُكْرَهُ لَهُ لُبْسُ الْحَرِيرِ وَالْحُلِيِّ ، لأَِنَّهُ حَرَامٌ عَلَى الرِّجَال دُونَ النِّسَاءِ وَحَالُهُ لَمْ يَتَبَيَّنْ بَعْدُ ، فَيُؤْخَذُ بِالاِحْتِيَاطِ ، فَإِنَّ اجْتِنَابَ الْحَرَامِ فَرْضٌ ، وَالإِْقْدَامَ عَلَى الْمُبَاحِ مُبَاحٌ ، فَيُكْرَهُ حَذَرًا عَنِ الْوُقُوعِ فِي الْحَرَامِ
الموسوعة الفقهية الكويتية - (ج 20 / ص 30)
Dasar pengambilan (3) oleh @ al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:
(المخنثين) جمع "مـخنث" وهو الرجل الذي يتشبه بالنساء في حركاته وسكناته وكلامه، وغير ذلك. فإن كان من أصل الخلقة فعليه أن يتكلف بإزالة ذلك، وإن كان بقصد منه كان أقبح وأشنع، والواجب أن يقلع ويستغفر. إنتهى
فتح القريب المجيب في الحديث صـــــ 98 الحرمين
Daftar Pustaka:
- Asna al Mathalib fi Syarh Raudla al Thalib. I/ 275
- Al Mausu’ah al Fiqhiyah. XX/ 30
- Fathu al Qarib al Mujib. 98
MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Brojol Gemblung
- Al-Ustadz Wes Qie
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Abdulloh Salam
Link Diskusi: Klik Disini

Komentar
Posting Komentar