DOC-191. Definisi Shalat Yang Tidak Memiliki Sebab

Quend Balquizzt
3 Maret 2015 pukul 9:56

السلام عليكمً....
Ustadz/ah mau tanya nich.....
1. Seandainya kita ketiduran sebelum sholat isya',bangun ternyata sdh subuh,kita dahulukan sholat subuhnya atau qodho' sholat isya'nya?
2. Setelah sholat subuh kan tidak boleh sholat yg بلا سبب ,,bagaimanakah definisi sholat tersebut / sholat apa saja yg boleh & yg tidak boleh di lakukan setelah sholat subuh?
3. Apakah sholat tahiyyatal masjid boleh di lakukan setelah sholat subuh? Terimakasih.
والسلام عليكم...

=========

JAWABAN

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

  1. Seandainya seseorang tidur sebelum masuk waktu shalat isya’ dan terjaga setelah masuknya waktu shalat shubuh, shalat yang manakah yang harus dilaksanakan terlebih dahulu antara shalat shubuh atau mengganti (qadla’) shalat isya’?
  2. Apakah definisi shalat yang tidak memiliki sebab?
  3. Apakah shalat tahiyyah al-Masjid boleh dilaksanakan setelah shalat subuh?
     Jika seseorang pernah tidak melaksanakan shalat kemudian pada suatu saat orang tersebut hendak melaksanakannya, maka disunahkan baginya untuk mendahulukan shalat qadla’dengan ketentuan:
  • Dengan melaksanakan shalat qadla’ terlebih dahulu, waktu shalat ada’ tidak dikhawatirkan terlewati dan apabila dengan melaksanakan shalat qadla’ terlebih dahulu, waktu shalat ada’ akan terlewati, maka wajib untuk mendahulukan pelaksanaan shalat ada’.
  • Belum masuk kedalam pelaksanaan shalat ada’. Apabila orang tersebut mengingat tentang shalat yang pernah ditinggalkan ketika sedang melaksanakan shalat ada’, maka wajib baginya untuk melanjutkan shalat yang sedang dilaksanakan.
     Adapun definisi shalat yang tidak memiliki sebab yang tidak boleh dilaksanakan pada waktu yang diharamkan adalah shalat yang tidak memiliki sebab sama sekali. Seperti shalat sunnah mutlak dan shalat tasbih. Pemaparan Syaikh Zainuddin bin Abul Aziz al-Malibary: "Cabang". Adapun hukum melaksanakan shalat yang tidak memilik sebab seperti shalat sunnah mutlak, shalat tasbih atau shalat yang memiliki sebab yang diakhirkan seperti dua raka'at shalat istikharah setelah melaksanakan shalat shubuh hingga naiknya matahari dan setelah shalat ashar hingga terbenamnya matahari dan ketika waktu istiwak selain hari Jum'at adalah Makruh dengan makruh tahrim. Maka shalat yang memiliki sebab terdahulu seperti dua raka'at wudlu', shalat sunah thawaf, shalat sunah tahiyyah al-Masjid, shalat gerhana dan shalat jenazah juga shalat yang terlewati boleh dilaksanakan pada waktu yang diharamkan.

Paparan tersebut diatas dengan serta merta telah menjawab pertanyaan yang ketiga. Ya’ni melaksanakan shalat tahiyyah al-Masjid setelah melaksanakan shalat subuh adalah diperbolehkan. Karena shalat tahiyyah al-Masjid tergolong shalat yang memiki sebab terdahulu. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh Ibnu Malik:

https://www.facebook.com/notes/majelis-talim-tanah-merah/doc_486-mendahulukan-shalat-qadla-atau-shalat-ada/1548581868688701?refid=18

Dasar pengambilan (2) oleh Ibnu Malik:

 ( فرع ) يكره تحريما صلاة لا سبب لها كالنفل المطلق ومنه صلاة التسابيح أو لها سبب متأخر كركعتي استخارة وإحرام بعد أداء صبح حتى ترتفع الشمس كرمح وعصر حتى تغرب وعند استواء غير يوم الجمعة
 لا ما له سبب متقدم كركعتي وضوء وطواف وتحية وكسوف وصلاة جنازة ولو على غائب وإعادة مع جماعة ولو إماما وكفائتة فرض أو نفل لم يقصد تأخيرها للوقت المكروه ليقضيها فيه أو يداوم عليه
فتح المعين - (ج 1 / ص 121)

Referensi:
  1. Fatchu Al Mu’in. I/ 121
=========

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:
  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik




(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1594725547407666/)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama