DOC_184. Lebih Baik Menikah Dengan Perjaka Atau Duda?
Zuhriyyatul Mumtati'in
1 Maret 2015 pukul 19:55
Assalaamu'alaykum wrwb,lngsg j lebih utama manakah menikah dengan duda atau perjaka?mohon pnjlsan & dalilnya jangan lupa
=========
JAWABAN
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
"Lebih baik menikah dengan duda atau perjaka?"
Imam Muchammad Syams al-Haq al-‘Adzim al-Abadi Abu al-Thayyib mengemukakan sebuah alasan dianjurkannya menikahi wanita yang masih berstatus perawan akan menimbulkan jalinan kasih yang sempurna. Sedang wanita yang berstatus janda terkadang hatinya masih terikat dan terkait dengan suami sebelumnya. Maka kecintaan wanita yang telah berstatus janda tidak sesempurna wanita yang berstatus perawan.
Imam Abdu al-Rauf al-Munawi didalam kitab "Faidu al-Qadir" juga menambahkan bahwa wanita yang berstatus perawan lebih segar dan lebih manis bibirnya, serta lebih dapat memberikan keturunan juga lebih rela dengan minimnya hubungan intim dari pada wanita yang telah berstatus janda. Maka barang siapa yang rela dengan hal yang sedikit serta menerima apa adanya, niscaya hatinya akan bersih dan suci serta rela dengan segala ketentuan Allah.
Uraian tersebut diatas juga berlaku bagi laki-laki. Maka menikah dengan laki-laki yang masih perjaka adalah lebih baik bahkan lebih dianjurkan (sunnah) kecuali terdapat udzur seperti impoten dan lain-lain. Maka dalam kondisi semacam itu (ada udzur), menikah dengan laik-laki yang berstatus duda (normal) adalah lebih baik. Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya Ibnu Syaraf al-Nawawi (Imam Nawawi) menambahkan bahwa kata ارامل (aramil) merupakan bentuk jama’ dari kata الارمل (al-armal) yang berarti “duda” seperti halnya kata أكابر untuk jama’ dari kata أكبر dan kata أعاظم أصاغر, juga أسافل untuk jama’ dari kata أكبر, أعظم dan أسفل. Kata-kata tersebut dipergunakan untuk laki-laki dan perempuan namun lebih sering dipergunakan untuk perempuan karena lebih sering terjadi pada kaum perempuan. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh @ al-Ustadz Imam Al-Bukhori:
فيكون ارامل جمع أرمل كأكابر وأعاظم وأصاغر وأسافل جمع أكبر وأعظم وأصغر وأسفل على ان هناك الفاظا مشتركة بين الرجال والنساء غلب استعمالها للنساء لكثرة شيوعها فيهن وقلتها بين الرجال، فالايامي من قوله تعالى (وانكحوا الايامى منكم) وفى الحديث: أعوذ بالله من بوار الايم.
قالوا يطلق ذلك على الرجال والنساء الذين لا أزواج لهم لما روى عن سعيد بن المسيب قال: آمت حفصة بنت عمر من زوجها.
وآم عثمان من رقية.
والعزاب للرجال والنساء، والثيب للرجال والنساء والبكر للرجال والنساء.
المجموع شرح المهذب - (ج 15 / ص 466)
Daftar Pustaka:
- DOC MTTM no 617
- Al Majmu’ Syarch Al Muhaddzab. XV/ 466
MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Brojol Gemblung
- Al-Ustadz Wes Qie
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Abdulloh Salam
Link Diskusi: Disini Kang

Komentar
Posting Komentar