DOC-221. Tentang Siksa Kubur

Hanafi Ibnu Hasyim
6 November 2014


Assalamu 'alaikum warohmatullai wabarkatuh
Hai saudara2ku ada 2 pegertian yg aku tak bs memahami tentang masalah siksa kubur.
1.  jk ada(siksa kubur) bgmn manusia akan d siksa sedangkan rohnya sdh d cabut sblm msk kubur artinnya mansia d dlm kubur sudah tampa roh ,bgmn akan ada rasa jk iyanya sudah tampa roh ,
2.  jk tiada bgmn cerita yg aku dengar dr dl smpai skrg tentang adanya siksa kubur , yaallah ampunilah hambamu ini atas kehilapan n kebodohanku .kpd shobat2ku yg bs memahami mslh ini tolong berilah penjelasan mslh ini krn aku mmg betul 2 egak ngerti , sekian terimakasih
Wassalamu 'alakum warohmatullahi wabarkatuhu.

=========

JAWABAN

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

Jika siksa kubur memang ada, bagaimana manusia akan merasa sakit saat disiksa didalam kubur jika sebelum masuk kedalam kubur ruhnya telah dicabut? Mohon penjelasannya.

     Imam Ahmad bin Ghunaim bin Salim al-Nafrawi (Ulama’ madzhab Maliki) menyatakan bahwa ni’mat dan siksa kubur akan dilimpahkan dan ditimpakan pada fisik orang yang telah meninggal secara keseluruhan atau hanya pada bagian tubuh tertentu setelah sebelumnya ruh dikembalikan. Pendapat ini merupakan pendapat mayoritas madzhab. Sedang Imam Ibnu Hazm dan Imam Ibnu Habirah menyatakan bahwa nikmat dan siksa kubur hanyalah untuk ruh. Imam al-Jalal yang mengikuti gurunya yaitu Imam al-Hafidz bin  Hajar mengutip pernyataan para Ulama’ yang menyatakan bahwa siksa kubur adalah siksa yang terdapat di alam barzakh dan yang menjadi sasaran adalah fisik dan ruh secara keseluruhan berdasar kesepakatan Ulama’ ahli sunnah.
     Didalam sebuah literatur yang diterbitkan oleh Kementrian Wakaf dan Urusan Agama Kuwait (al-Musu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah) dipaparkan bahwa Allah menciptakan tiga alam. Yaitu:
  • Alam dunia
  • Alam barzakh
  • Alam akhirat
Maka Allah menetapkan hukum bagi setiap alam yang telah diciptakan. Sedang manusia terdiri dari jasad dan ruh dan Allah menetapkan hukum dunia berlaku untuk jasad, sedang ruh mengikutinya. Maka Allah menetapkan hukum syari’at berdasar sesuatu yang tampak secara lahir dan menetapkan hukum alam barzakh berlaku untuk ruh, sedang jasad mengikutinya sebagaimana ruh mengikuti jasad dalam ketentuan hukum dunia. Maka ruh merasa sakit atas lara yang ditimpakan pada jasad dan ruh juga merasa nyaman atas nikmat yang dianugerahkan pada jasad. Dan sesungguhnya jasad mengikuti ruh dalam ketentuan hukum alam barzakh dalam lara dan kenikmatan. Dikutip dari Imam Ibnu al-Qayyim.
     Imam Ahmad bin Muhammad bin Ali bin Hajar al-Haitami al-Sa'di al-Anshari; Syihabuddin; Syaikhul Islam; Abu al=Abbas juga pernah ditanya: "Apakah siksa kubur ditimpakan kepada ruh dan fisik atau hanya salah satunya?" Maka beliau menjawab: "Ahli sunnah menyatakan bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan orang yang mukallaf di dalam kubur dengan segenap akal sebagaimana masa hidupnya, agar bisa berfikir dan menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya. (Dan) agar dapat mengerti tentang sesuatu yang datang dari tuhannya juga sesuatu yang telah dipersiapkan didalam kubur untuk dirinya, baik kemuliaan atau kehinaan. Maka pendapat yang lebih autentik (ashah) menyatakan bahwa siksa kubur adalah ditimpakan kepada ruh dan fisik". Wallahu a’alm bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh  Al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:

وَالتَّنْعِيمُ وَالتَّعْذِيبُ إمَّا لِلْجَسَدِ كُلِّهِ أَوْ لِجُزْئِهِ بَعْدَ إعَادَةِ الرُّوحِ فِيهِ عَلَى مَذْهَبِ الْجُمْهُورِ، فَقَوْلُ الْمُصَنِّفِ: وَأَرْوَاحُ أَهْلِ السَّعَادَةِ. . . إلَخْ تَبِعَ فِيهِ مَذْهَبَ ابْنِ حَزْمٍ وَابْنَ هُبَيْرَةَ الْقَائِلِينَ بِأَنَّ التَّنْعِيمَ وَالتَّعْذِيبَ لِلرُّوحِ فَقَطْ.
قَالَ الْجَلَالُ تَبَعًا لِشَيْخِهِ الْحَافِظِ ابْنِ حَجَرٍ قَالَ الْعُلَمَاءُ: عَذَابُ الْقَبْرِ وَهُوَ عَذَابُ الْبَرْزَخِ أُضِيفَ إلَى الْقَبْرِ؛ لِأَنَّهُ الْغَالِبُ إلَى أَنْ قَالَ: وَمَحَلُّهُ الرُّوحُ وَالْبَدَنُ جَمِيعًا بِاتِّفَاقِ أَهْلِ السُّنَّةِ
الفواكه الدواني على رسالة ابن أبي زيد القيرواني (1/ 96)

Dasar pengambilan (2) oleh  Al-Ustadz Abdulloh Salam:

قَال ابْنُ الْقَيِّمِ : إِنَّ اللَّهَ جَعَل الدُّورَ ثَلاَثًا : دَارَ الدُّنْيَا ، وَدَارَ الْبَرْزَخِ ، وَدَارَ الْقَرَارِ ، وَجَعَل لِكُل دَارٍ أَحْكَامًا تَخْتَصُّ بِهَا ، وَرَكَّبَ هَذَا الإِْنْسَانَ مِنْ بَدَنٍ وَرُوحٍ ، وَجَعَل أَحْكَامَ الدُّنْيَا عَلَى الأَْبْدَانِ وَالأَْرْوَاحِ تَبَعًا لَهَا ، وَلِهَذَا جَعَل أَحْكَامَهُ الشَّرْعِيَّةَ مُرَتَّبَةً عَلَى مَا يَظْهَرُ مِنْ حَرَكَاتِ اللِّسَانِ وَالْجَوَارِحِ ، وَإِنْ أَضْمَرَتِ النَّفُوسُ خِلاَفَهُ ، وَجَعَل أَحْكَامَ الْبَرْزَخِ عَلَى الأَْرْوَاحِ ، وَالأَْبْدَانُ تَبَعًا لَهَا ، فَكَمَا تَبِعَتِ الأَْرْوَاحُ الأَْبْدَانَ فِي أَحْكَامِ الدُّنْيَا ، فَتَأَلَّمَتْ بِأَلَمِهَا وَالْتَذَّتْ بِرَاحَتِهَا ، فَإِنَّ الأَْبْدَانَ تَتْبَعُ الأَْرْوَاحَ فِي أَحْكَامِ الْبَرْزَخِ فِي نَعِيمِهَا وَعَذَابِهَا
الموسوعة الفقهية الكويتية - (ج 39 / ص 259)

Dasar pengambilan (3) oleh  Al-Ustadz Abdulloh Salam:

وسئل فسح الله في مدته هل عذاب القبر على الروح والجسد أم على أحدهما فأجاب بقوله ذهب أهل السنة إلى أن الله يحيي المكلف في قبره ويجعل له من العقل مثل ما عاش عليه ليعقل ما يسأل عنه ويجيب عنه وما يفهم به ما أتاه من ربه وما أعد له في قبره من كرامة وهوان وبهذا نطقت الأخبار والأصح أن العذاب على الروح والجسد
الفتاوى الفقهية الكبرى - (ج 2 / ص 9)

Referensi:
  1. Al-Fawakih al-Duwani ‘Ala Risalah Ibnu Abi Zaid al-Qairawani. I/ 96
  2. Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah. XXXIX/ 259
  3. Al-Fatawa al-Fiqhiyah al-Kubra. II/ 9
=========

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:
  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik





(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1554225264791028/)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama