DOC-226. Lebih Utama Orang Kaya Yang Bersyukur Atau Orang Miskin Yang Sabar?

Safrowi Ahmad
25 Desember 2014

Assalamu alaikum wr wb
mau tanya ust
lebih utama mana? Antara si kaya yg bersukur dengan si miskin yang sabar? Trima kasih

=========

JAWABAN

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

Mana yang lebih utama antara orang kaya yang bersyukur dan orang fakir yang sabar?

     Ulama’ berbeda pandangan dalam menanggapi mana yang lebih utama antara orang kaya yang bersyukur dan orang fakir yang sabar sebagaimana ulasan berikut:
Syaikh Sulaiman bin Muhammad bin ‘Amr al-Bujairami al-Syafi’i di dalam karyanya (Hasyiyah al Bujairami ‘Ala al Khathib) menyatakan bahwa orang kaya yang bersyukur lebih utama daripada orang fakir yang sabar. Berbeda menurut Imam al-Bulqini, namun bukan hal yang tidak mungkin masuknya orang fakir ke dalam surga sebelum orang kaya dengan selisih satengah hari dari hari-hari akhirat, sebab di dalam surga tidak ada hari spesial bagi orang yang lebih diutamakan karena sebuah keistimewaan juga tidak bagi orang yang lebih utama (Dikutip dari Imam al-Barmawi).
     Imam Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin ‘Amr Ba’alawi di dalam kitab karyanya (Bughyah al-Mustarsyidin) mengutip pernyataan Imam al-Ghazali yang menyatakan bahwa orang kaya yang bersyukur lebih utama dari orang fakir yang sabar. Sedang yang dimaksud orang kaya yang bersyukur adalah orang yang nafsu memiliki hartanya sama dengan orang fakir. dan ia tidak mendistribusikan hartanya selain untuk kebutuhan pokok, sedang sisanya dialokasikan untuk kebajikan atau disimpan dengan berkeyakinan bahwa masih banyak yang lebih membutuhkan hartanya dan ia pun mengalokasikannya semata-mata karena Allah.
     Namu Imam al-Ghazali sendiri juga mengutip pernyataan Imam Ibnu Abbas bin Atha’ yang pada mulanya menyatakan bahwa orang kaya yang bersyukur lebih istimewa dari orang fakir yang sabar, kemudian Imam al-Junaid berdo’a agar ditimpakan musibah atas Imam Ibnu al-Abbas. Maka Imam Ibnu al-Abbas mengalami berbagai macam musibah dengan meninggalnya anak-anaknya dan mengalami pailit bahkan kehilangan akal selama empat belas tahun. Setelah beliau sembuh, beliau berkata “Aku telah ditimpa musibah akibat do’a Imam al-Junaid”. Maka beliaupun menarik pernyataannya dengan menyatakan bahwa orang fakir yang sabar lebih istimewa dari orang kaya yang bersyukur.
     Syaikh Abdul Qadir al-Jailani menyatakan bahwa orang fakir yang sabar lebih utama dari orang kaya yang bersyukur dan orang fakir yang bersyukur adalah lebih utama dari keduanya dan orang fakir yang sabar serta bersyukur lebih istimewa dari semuanya.
     Dengan demikian, dapat diketahui bahwa Ulama' berbeda pandangan dalam menyikapi mana yang lebih istimewa antara orang kaya yang bersyukur dan orang miskin yang bersabar sebagaimana pemaparan tersebut di atas. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Preman Berr Tasbih:

فَائِدَةٌ : الْغَنِيُّ الشَّاكِرُ أَفْضَلُ مِنْ الْفَقِيرِ الصَّابِرِ ، خِلَافًا لِلْبُلْقِينِيِّ .
وَلَا يُنَافِيهِ دُخُولُ الْفُقَرَاءِ الْجَنَّةَ قَبْلَ الْأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ مِنْ أَيَّامِ الْآخِرَةِ أَيْ بِمِقْدَارِ نِصْفِ يَوْمٍ ؛ لِأَنَّ الْجَنَّةَ لَا أَيَّامَ فِيهَا لِجَوَازِ اخْتِصَاصِ الْمَفْضُولِ بِمِزْيَةٍ لَيْسَتْ فِي الْفَاضِلِ ا هـ بِرْمَاوِيٌّ .
حاشية البجيرمي على الخطيب - (ج 6 / ص 395)

Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Ibnu Malik:

 (فرع) الغني الشاكر وهو كما قال الغزالي : الذي نفسه كنفس الفقير ، ولا يصرف لها إلا قدر الضرورة ، والباقي في وجوه الخيرات أو يمسكه ، معتقداً أنه بإمساكه خازن للمجتاحين لينظر حاجة يصرفه فيها لله تعالى أفضل من الفقير الصابر كما عليه الأكثرون ،
بغية المسترشدين - (ج 1 / ص 222)

Dasar pengambilan (3) oleh Al-Ustadz Preman Berr Tasbih:

وقال الغني الشاكر أفضل من الفقير الصابر فدعا عليه الجنيد فأصابه ما أصابه من البلاء من قتل أولاده وإتلاف أمواله وزوال عقله أربع عشرة سنة فكان يقول دعوة الجنيد أصابتني ورجع إلى تفضيل الفقير الصابر على الغني الشاكر
إحياء علوم الدين (4/ 140)

Dasar pengambilan (4) oleh Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi:

وكان يقول : الفقير الصابر أفضل من الغني الشاكر . والفقير الشاكر أفضل منهما . والفقير الصابر الشاكر أفضل من الكل

اللجين الدانى – ص 14

Dasar pengambilan (5) oleh Al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:

وقد استدل ابن عبد السلام على تفضيل الغني الشاكر على الفقير الصابر بأن الله تعالى لا يختار لنبيه إلا الأفضل ، وأفضل أحواله ( صلى الله عليه وسلم ) الحالة التي توفاه الله عليها وكانت تلك الحالة على غاية من غناه ( صلى الله عليه وسلم ) فدل على فضل الغني بشرطه على الفقر
الفتاوى الحديثية لابن حجر الهيتمي - (ج 1 / ص 32)

Daftar Pustaka:
  1. Hasyiyah al-Bujairimi ‘Ala al-Khathib (Maktabah Syamilah. Apk). VI/ 395
  2. Bughyah al-Mustarsyidin (Maktabah Syamilah. Apk). I/ 222
  3. Ihya’ Ulum al-Din (Maktabah Syamilah. Apk). IV/ 140
  4. Al-Lujain al-Dani (Maktabah Syamilah. Apk). 14
  5. Al-Fatawi al-Haditsiyah (Maktabah Syamilah. Apk). I/ 32
=========

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:
  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik




(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1571498896396998/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama