DOC-236. Hukum Memegang Majemu’ Syarif Dalam Keadaan Berhadats

Hayfa Helwah
14 April 2015 pukul 18:06 • Al Bukayriyah, Saudi Arabia

Assalmu'alaikum wr...wb...
Kpd yg trhrmat asatidz n asatidzah mhn pnjlsanx n ibarotx gmn hkumx mmgang MAJEMUK SYARIF gk suci dri hadas kcil, alsanx krn cm mmbca do'a2 yg trkndng d dlmx ....skian trmksh. ....

=========

JAWABAN

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

Bagaimanakah hukum menyentuh dan memegang Majmu’ Syarif dalam kondisi hadats?

     Imam Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin ‘Amr Ba’alawi menyatakan bahwa diperbolehkan membawa buku (kitab) yang dibagian atasnya terdapat tulisan al-Qur’an (mushaf) dengan cara memegang bagian bawah buku tersebut (tidak menyentuh bagian atas). Dan diperbolehkan menyentuh mushaf dengan penghalang baju (kain) sekiranya tidak membolak balik (membuka dan menutup) mushaf tersebut. Dan diharamkan menjadikan mushhaf sebagai bantal walaupun karena adanya kekhawatiran dicuri, bahkan jika khawatir rusak atau terkena najis atau akan diambil orang kafir, maka hukumnya wajib. Adapun hukum memabakar kayu yang terdapat tulisan al-Qur'an adalah makruh, demikian juga membaca al-Qur'an bagi orang yang mulutnya terkena najis. Namun anak kecil yang sudah tamyiz walaupun dalam keadaan junub tidak dilarang untuk membawanya (dan) walaupun tidak untuk mempelajarinya, namun Imam Ibnu Hajar dan Imam Muhammad bin Ahmad bin Hamzah al-Ramli (م ر) juga yang lain membatasinya (kebolehan anak kecil yang sudah tamyiz dan dalam keadaan junub membawa mushhaf) dengan adanya tujuan belajar.
Jika mushhaf dijilid menjadi satu dengan selain mushaf, maka Imam Ibnu Hajar menyatakan keharaman menyentuhnya dari segala arah. Sedang Imam al-Khatib menyatakan keharaman menyentuhnya pada bagian mushhaf saja. Dan Imam Abu Makhramah menyatakan diperbolehkan menyentuh semua bagian dari jilidan tersebut.
     Berdasar uraian tersebut diatas, dapat diketahui bahwa hukum menyentuh dan memegang buku Majmu’ Syarif dalam keadaan berhadats adalah hilaf sebagai berikut:
  • Imam Ibnu Hajar menyatakan haram menyentuhnya dari segala arah
  • Sedang Imam al-Khatib menyatakan haram menyentuhnya pada bagian mushhaf saja
  • Imam Abu Makhramah menyatakan boleh menyentuh semua bagian. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Mbah Sanidin:

فائدة : مصحف فوق كتابين يجوز حمل الذي تحته معه لأخذ الأسفل ، ويحل مس المصحف من وراء ثوب حيث لم يكن بصورة التقليب ، ويحرم توسده وإن خيف سرقته ، لا إن خيف تلفه أو تنجسه أو أخذ كافر بل يجب حينئذ ، ويكره إحراق خشبة كتب فيها قرآن ، وقراءة القرآن ممن فمه متنجس ، ولا يمنع المميز ولو جنباً من حمله ولو لغير الدراسة اهـ فتاوي بامخرمة ، وقيده ابن حجر و (م ر) وغيرهما بحاجة تعلمه ولو جلد مع المصحف غيره ، اعتمده ابن حجر حرمة مسه من سائر جهاته ، واعتمد (م ر) والخطيب حرمة مس الساتر للمصحف فقط ، وجوّز أبو مخرمة مس جميع الجلد. . بغية المسترشدين . الجز 1 صفحة 51.

Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Wes Qie:

ويحرم مس علاقة اللوح إلا القدر الذي جاوز العادة في الطول ويحرم مس كيس المصحف إذا كان فيه المصحف وأعد له وحده ولو زائدا على حجمه فإن لم يكن فيه فلا أوكان غير معد له وكان كبيرا عرفا فلا يحرم إلا مس المحاذي له فقط وكذا لو كان معدا له ولغيره ومن ذلك ما لو جعل المصحف مع كتاب في جلد واحد فلا يحرم إلا مس المحاذي للمصحف دون غيره . نهاية الزين الجز 1. صفحة 32.
Referensi:
  1. Bughyah Al Mustarsyidin. I/ 51
  2. Nihayah Al Zain. I/ 32
=========

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:
  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik




(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1611131155767105/)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama