DOC-243. Hukum Berdo’a Buruk Untuk Orang lain
Fadil Khoiron
21 April pukul 16:33
Assalamu alaikum.
Kepada para yai grup MTTM yg ane hormati. Ane mau tanya, kbetulan ane tdk lama di dzolimi orang, bagaima hukumny jika orang tadi ane wirid supaya dia sakit atw hidupny susah.. Trimakasih.
Wassalama
=========
JAWABAN
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Bolehkan berdo’a buruk atas orang yang telah berbuat dhalim?
Didalam Al-Qur’an Allah subhanahu wa ta’ala berfirman "Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah maha mendengar lagi maha mengetahui". (QS. Al Nisa’: 148)
Didalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Do’a orang yang teraniaya adalah dikabulkan walaupun ia merupakan orang yang gemar berbuat keji karena perbuatan keji yang dilakukan akan berakibat kepada dirinya sendiri.”
Didalam hadits Ibnu Abbas, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengutus sahabat Mu’adz ke Yaman, beliau mengingatkan sahabat Mu’adz tentang sesuatu yang pernah diwasiatkan, yaitu: “Takutlah kepada do’a orang yang teraniaya. Karena tidak ada penghalang (hijab) antara ia dengan Allah".
Didalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Do’a orang yang teraniaya akan diangkat oleh Allah keatas awan dan akan dibuka kan baginya pintu-pintu langit dan Allah berfirman: ‘Demi keagungan dan kemuliaanku, aku akan menolongmu pada waktu yang tepat’.”
Berdasar firman Allah dan hadits Nabi tersebut diatas, Imam Abu Bakar bin Sayyid Muhammad Syata Al-Dimyathi mengutip pernyataan Imam Al-Khatib yang menyatakan bahwa diperbolehkan bagi orang yang teraniaya untuk berdo’a buruk atas orang telah menganiayanya. Sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Imam Al-Jalal Al-Suyuthi didalam menafsiri ayat
{ لا يحب الله الجهر بالسوء من القول إلا من ظلم }
Beliau berkata bahwa orang yang dianiaya boleh untuk memilih antara melakukan hal yang sama (penganiayaan) atau berdo’a buruk. Hal senada juga diulas oleh Imam Al-Khathib Al-Syarbini di dalam kitabnya Mughni Al-Muhtaj.
Imam Abu Abdillah; Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar bin Farah Al-Anshari Al-Khuzruji; Syamsuddin Al-Qurthubi di dalam kitabnya "Tafsir Al Qurthubi" juga mengutip penyataan Ibnu Abbas juga yang lain yang menyatakan diperbolehkannya bagi orang yang dianiaya untuk berdo’a buruk atas orang yang menganiayanya. Namun jika ia mampu untuk bersabar, maka hal itu adalah lebih baik. Beliau juga menambahkan bahwa diperbolehkan bagi orang yang dianiaya untuk memperoleh kemenangan dengan melakukan hal yang sama dan mengucapkan kata-kata buruk dengan mengeraskan suara atas orang yang menganiayanya. Namun Al-Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi didalam kitabnya "Muraqi Al-‘Ubudiyah" menuturkan bahwa salah satu ma’siat lisan adalah berdo’a buruk atas mahluk lain. Maka jagalah lisanmu dari berdo’a buruk atas seseorang walaupun ia melakukan sebuah penganiayaan tehadap kamu dan pasrahkanlah kepada Allah. Sedang didalam hadits yang menyatakan bahwa sesungguhnya orang yang teraniaya akan berdo’a buruk atas orang yang menganiayanya sehingga ia merasakan beratnya sebuah penganiayaan dan bahkan lebih, maka ia (orang yang menganiaya) akan menuntut kelak dihari kiamat. Pendapat ini selaras dengan pendapat hujjatul Islam Imam Al-Ghazali di dalam kitabnya "Ihya’ ‘Ulumuddin".
Dari uraian tersebut diatas, dapat diketahui bahwa hukum berdo’a buruk atas orang yang telah berbuat dhalim adalah hilaf sebagaimana berikut:
- Mayoritas Ulama’ menyatakan bahwa berdo’a buruk atas orang yang melakukan perbuatan dhalim adalah diperbolehkan. Dan hal ini menunjukkan bahwa agama Islam melarang keras terhadap segala bentuk penganiayaan dan perbuatan dhalim.
- Imam Al Ghazali dan Al Syaikh Muhammad Nawawi Al Jawi menyatakan bahwa berdo’a buruk atas orang yang melakukan perbuatan dhalim adalah tidak diperbolehkan bahkan hal itu merupakan salah satu ma’siat lisan. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Opick Syahreza:
ورد في حديث أبي هريرة : « ثلاث دعواتٍ مستجابات : دعوة المظلوم ، ودعوة المسافر ، ودعوة الوالد على ولده » .
قال ابن علّان في دعوة الوالد على ولده : أي إن كان الولد ظالماً لأبيه عاقاً له .
ك - دعوة المظلوم ودعوة المضطرّ والمكروب :
23 - دعوة المظلوم ورد فيها حديث أبي هريرة رضي الله عنه أنّ النّبيّ صلّى اللّه عليه وسلّم صلى الله عليه وسلم قال : « دعوة المظلوم مستجابة ، وإن كان فاجراً ففجوره على نفسه » .
وفي حديث ابن عبّاسٍ رضي الله عنهما أنّ النّبيّ صلّى اللّه عليه وسلّم أرسل معاذاً رضي الله عنه إلى اليمن ، فذكر ما أوصاه به ، وفيه : « واتّق دعوة المظلوم ، فإنّه ليس بينها وبين اللّه حجاب » ، وفي حديث أبي هريرة : « دعوة المظلوم يرفعها اللّه فوق الغمام ويفتح لها أبواب السّماء ، ويقول الرّب : وعزَّتي لأنصرنَّك ولو بعد حين » .
الموسوعة الفقهية الكويتية 1-39
Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Ibnu Malik:
تنبيه قال في المغني يجوز للمظلوم أن يدعو على ظالمه كما قاله الجلال السيوطي في تفسير قوله تعالى { لا يحب الله الجهر بالسوء من القول إلا من ظلم } قال بأن يخبر عن ظلم ظالمه ويدعو عليه اه
إعانة الطالبين - (ج 4 / ص 153)
Dasar pengambilan (3) oleh Al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:
وقال ابن عباس وغيره: المباح لمن ظلم أن يدعو على من ظلمه، وإن صبر فهو خير له، فهذا إطلاق في نوع الدعاء على الظالم. وقال أيضا هو والسدي: لا بأس لمن ظلم أن ينتصر ممن ظلمه بمثل ظلمه ويجهر له بالسوء من القول
تفسير القرطبي (6/ 1)
Dasar pengambilan (4) oleh Al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:
السابع الدعاء على الخلق) بالهلاك (فاحفظ لسانك عن الدعاء على أحد من خلق الله تعالى وإن ظلمك) أي أحد (فكل) أي فوض (أمره) أي الظالم (إلى الله تعالى) واكتف به تعالى (ففي الحديث إنَّ المظلومَ ليدعو على ظالمِهِ) بالهلاك (حتى يكافِئَهُ) أي يقابله فى ثقل المظلمة (ثم يكونُ للظَّالِمِ فضلٌ) أي زيادة (عندَه) أي المظلوم (يطالِبُه بهِ) أي يطلب الظالم من المظلوم ذلك الفضل (يومَ القيامة
مراقي العبودية – ص 69
Dasar pengambilan (4) oleh Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi:
ويقرب من اللعن الدعاء على الإنسان بالشر حتى الدعاء على الظالم كقول الإنسان مثلا لا صحح الله جسمه ولا سلمه الله وما يجري مجراه فإن ذلك مذموم وفي الخبر إن المظلوم ليدعو على الظالم حتى يكافئه ثم يبقى للظالم عنده فضلة يوم القيامة // حديث إن المظلوم ليدعو على الظالم حتى يكافئه ثم يبقى للظالم عنده فضلة يوم القيامة لم أقف له على أصل وللترمذي من حديث عائشة بسند ضعيف من دعا على من ظلمه فقد انتصر // الآفة التاسعة الغناء والشعر
إحياء علوم الدين - (ج 3 / ص 126)
Daftar Pustaka:
- Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah. I/ 39
- I’anah Al Thalibin. IV/ 153
- Tafsir Al Qurthubi. VI/ 1
- Muraqi Al Ubudiyah. 69
- Ichya’ Ulum Al Din. III/ 126
=========
MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Brojol Gemblung
- Al-Ustadz Wes Qie
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik
(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1613726742174213/?hc_location=ufi)
Komentar
Posting Komentar