DOC-246. Hukum Membaca Al-Qur’an Untuk Jenazah Yang Belum Di Mandikan
Qoies Laila
11 April pukul 9:53 • Disunting
Assalamu alaikum
Ane mau nanya gan!
gmn hkumnya mayyid yg blum dmandikan dbcakan Al_Qur'an??
tlong jwab n ma dalilnya sklian. syukran!
=========
JAWABAN
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Bagaimanakah hukum membaca Al Qur’an untuk jenazah yang belum dimandikan menurut perspektif Fiqh?
Imam Sulaiman Ibnu Amr bin Manshur Al-‘Ujaili Al-Azhuri yang populer dengan sebutan Al-Jamal menyatakan bahwa jika keluarga orang yang meninggal tidak disibukkan dengan merawat (memandikan, mengkafani) jenazah seperti dikarenakan meninggal pada waktu malam hari, maka dianjurkan (sunnah) membaca Al-Qur’an untuk jenazah. Uraian ini dikutip dari Imam Ali bin Ali Al-Syibramulisi (ع ش) yang telah ditetapkan oleh guru kami Imam Muhammad bin Salim bin Ahmad Al-Hifani (ح ف).
Sekiranya membaca Al-Qur’an untuk jenazah adalah sunnah, maka membaca surat Yasin adalah lebih utama dari pada surat yang lain dengan berpedoman kepada hadits tersebut. Dan karena yang dimaksud dengan tidak boleh membaca Al-Qur’an untuk jenazah sebelum dikubur adalah karena yang ditekankan pada saat itu adalah disibukkan dengan merawat (memandikan, mengakafani) jenazah. Hal senada juga dipaparkan oleh Imam Sulaiman bin Amr bin Muhammad Al-Bujairimi.
Dari uraian tersebut diatas, dapat diketahui secara pasti bahwa hukum membaca Al Qur’an untuk jenazah yang belum dimandikan adalah sunnah. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Zafi AL Dimass:
وَيُؤْخَذُ مِنْ الْعِلَّةِ أَنَّهُمْ لَوْ لَمْ يَشْتَغِلُوا بِتَجْهِيزِهِ كَأَنْ كَانَ الْوَقْتُ لَيْلًا سُنَّتْ الْقِرَاءَةُ عَلَيْهِ اهـ. ع ش وَقَرَّرَهُ شَيْخُنَا ح ف.
وَعِبَارَةُ شَرْحِ م ر وَلَك أَنْ تَقُولَ لَا مَانِعَ مِنْ إعْمَالِ اللَّفْظِ فِي حَقِيقَتِهِ وَمَجَازِهِ فَحَيْثُ قِيلَ بِطَلَبِ الْقِرَاءَةِ عَلَى الْمَيِّتِ كَانَتْ يس أَفْضَلَ مِنْ غَيْرِهَا أَخْذًا بِظَاهِرِ هَذَا الْخَبَرِ وَكَانَ مَعْنَى لَا يُقْرَأُ عَلَى الْمَيِّتِ أَيْ قَبْلَ دَفْنِهِ إذْ الْمَطْلُوبُ الْآنَ الِاشْتِغَالُ بِتَجْهِيزِهِ
حاشية الجمل على شرح المنهج = فتوحات الوهاب بتوضيح شرح منهج الطلاب (2/ 137)
Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Opick Syahreza:
ويؤخذ من العلة أنهم لو لم يشتغلوا بتجهيزه كأن كان الوقت ليلا سنت القراءة عليه ا هـ
ع ش وقرره العلامة ح ف
حاشية البجيرمي - (ج 1 / ص 450)
Daftar Pustaka:
- Hasyiyah Al-Jamal ‘Ala Syarh Al-Minhaj. II/ 137
- Hasyiyah Al-Bujairimi. I/ 450
=========
MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Brojol Gemblung
- Al-Ustadz Wes Qie
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik
(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1609945112552376/?hc_location=ufi)

Komentar
Posting Komentar