DOC-247. Adakah Nabi Dari Kalangan Perempuan?


 

Safrowi Ahmad
25 April 2015

Assalamu alaikum
mau tanya ust
adakah di dunia ini nabi dari jenis kelamin perempuan??? Dalil dilampirkan mkasih.



=========



JAWABAN

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ



Adakah Nabi dari jenis kelamin perempuan?


Allah subchanahu wa ta’ala berfirman: "Dan kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang kami beri wahyu kepada mereka. Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui". (QS. Al Nachl: 43)

Prof. Dr. Wahbah Al-Zuhaili didalam kitab karyanya "Tafsir Al-Munir" menyatakan bahwa ayat tersebut di atas memberikan arti sebagaimana berikut:

“Wahai Muhammad, Aku (Allah) tidak mengutus orang sebelum engkau selain dari golongan laki-laki, bukan Malaikat juga bukan dari golongan perempuan. Mereka semua adalah penduduk perkotaan dan bukan orang desa. Aku menurunkan wahyu dan menjadikan mereka sebagai pembuat undang-undang (syari’at).”

Dan ini menunjukkan bahwa sesungguhnya Allah mengutus seorang Rasul dari kalangan laki-laki dan bukan dari kalangan perempuan. Maka tidak ada satu pun dari kalangan perempuan yang manjadi Nabi dan Rasul. Hal senada juga diulas dan dipaparkan oleh Imam ‘Alauddin; Ali bin Muhammad bin Ibrahim Al-Baghdadi yang lebih populer dengan sebutan Al-Khazin didalam tafsirnya "Al Khazin". Beliau juga mengutip pernyataan Imam Al-Hasan yang menyatakan bahwa tidaklah seorang Nabi diutus dari kalangan pedesaan, bukan dari kalangan jin dan bukan dari kalangan perempuan. Namun Imam Ahmad bin Ali bin Hajar; Abu Al-Fadli Al-'Asqalani Al-Syafi'i mengutip pernyataan Imam Al-Qurthubi yang menyatakan bahwa pendapat yang benar (shahih) adalah sesungguhnya Mariyam adalah seorang Nabi karena Allah memberikan wahyu kepadanya melalui Malaikat. Sedang Asiah, tidak ada dalil yang menunjukkan kenabiannya. Imam Al-Karmani menyatakan bahwa kata "الكمال" tidak menetabkannya sebagai seorang Nabi. Sebab kata tersebut hanya menunjukkan kesempurnaan dan sampainya ia pada puncak keutamaan bagi wanita. Imam Ahmad bin Ali bin Hajar juga mengutip hasil konsensus Ulama' (Ijma') yang menyatakan tidak adanya Nabi dari kalangan perempuan. Namun Al-Asy'ari menyatakan bahwa ada enam perempuan yang berpredikat sebagai Nabi. Yaitu:

I. Hawa’

II. Sarah

III. Ibu Nabi Musa

IV. Hajar

V. Asiah

VI. Mariyam

Beliau mendefinisikan bahwa sesungguhnya orang yang didatangi oleh Malaikat atas perintah Allah dengan membawa perintah atau larangan atau memberitahukan mengenai sesuatu yang akan terjadi adalah seorang Nabi. Dan telah menjadi sebuah ketetapan bahwa Malaikat datang kepada mereka yang pastinya dengan membawa hal yang berbeda-beda dari Allah azza wa jalla.
     Dari uraian tersebut diatas, dapat diketahui bahwa mayoritas Ulama’ menyatakan bahwa tidak ada Nabi dari kalangan perempuan. Dan pendapat ini merupakan pendapat yang didasari oleh konsensus Ulama’ (ijma’). Namun Imam Al Qurthubi menyatakan bahwa ada Nabi dari kalangan perempuan, yaitu Mariyam. Bahkan Imam Al Asy’ari menyatakan bahwa ada enam perempuan yang berpredikat sebagai Nabi seperti yang telah disebutkan diatas. Wallahu a’lam bis shawab.



Dasar pengambilan (1) oleh  Al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:


والمعنى: وما أرسلنا يا محمّد من قبلك رسلا إلا رجالا، لا ملائكة ولا إناثا، وكانوا من أهل المدن لا من البوادي، وكنّا ننزل عليهم الوحي والتّشريع.
وهذا يدلّ على أن الله أرسل الرّسل من الرّجال، لا من النّساء، فلم تكن امرأة قط نبيّا ولا رسولا
التفسير المنير للزحيلي (13/ 87)

Dasar pengambilan (2) oleh  Al-Ustadz Opick Syahreza:

قوله عز وجل : ( وما أرسلنا من قبلك إلا رجالاً ( يعني وما أرسلنا قبلك يا محمد إلا رجالاً مثلك ولم يكونوا ملائكة ) نوحي إليهم ( هذا جواب لأهل مكة حيث قالوا هلا بعث الله ملكاً والمعنى كيف تعجبوا من إرسالنا إياك يا محمد وسائرالرسل الذين كانوا من قبلك بشر مثلك حالهم كحالك ) ومن أهل القرى ( يعني من أهل الأمصار والمدن لا من أهل البوادي لأن أهل الأمصار أفضل وأعلم وأكمل عقلاً من أهل البوادي , قال الحسن : لم يبعث نبي من بدو ولا من الجن ولا من النساء
تفسير الخازن - (ج 3 / ص 321)

Dasar pengambilan (3) oleh  Al-Ustadz Ibnu Malik:

قال القرطبي الصحيح أن مريم نبيه لأن الله تعالى أوحى إليها بواسطة الملك وأما آسية فلم يرد ما يدل على نبوتها وقال الكرماني لا يلزم من لفظ الكمال ثبوت نبوتها لأنه يطلق لتمام الشيء وتناهيه في بابه فالمراد بلوغها النهاية في جميع الفضائل التي للنساء قال وقد نقل الإجماع على عدم نبوة النساء كذا قال وقد نقل عن الأشعري أن من النساء من نبىء وهن ست حواء وسارة وأم موسى وهاجر وآسية ومريم والضابط عنده أن من جاءه الملك عن الله بحكم من أمر أو نهى أو بإعلام مما سيأتي فهو نبي وقد ثبت مجيء الملك لهؤلاء بأمور شتى من ذلك من عند الله عز و جل
فتح الباري - ابن حجر - (ج 6 / ص 447)

Dasar pengambilan (4) oleh  Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi:

قَوْلُهُ: (وَالنَّبِيُّ إنْسَانٌ) حُرٌّ ذَكَرٌ مِنْ بَنِي آدَمَ سَلِيمٌ عَنْ مُنَفِّرٍ طَبْعًا، وَعَنْ دَنَاءَةِ أَبٍ وَخَنَا أُمٍّ أُوحِيَ إلَيْهِ بِشَرْعٍ وَلَمْ يُؤْمَرْ بِتَبْلِيغِهِ، فَإِنْ أُمِرَ بِهِ فَنَبِيٌّ وَرَسُولٌ، وَالنَّبِيُّ مَأْخُوذٌ مِنْ النَّبَأِ وَهُوَ الْخَبَرُ لِأَنَّهُ مُخْبِرٌ بِصِيغَةِ اسْمِ الْفَاعِلِ أَوْ الْمَفْعُولِ عَنْ اللَّهِ تَعَالَى أَوْ مِنْ النُّبُوَّةِ وَهِيَ الرِّفْعَةُ لِأَنَّهُ مَرْفُوعُ الرُّتْبَةِ، وَخَرَجَ بِقَوْلِنَا ذَكَرٌ الْأُنْثَى فَلَا رَسُولَ مِنْ الْإِنَاثِ خِلَافًا لِمَنْ قَالَ بِنُبُوَّةِ مَرْيَمَ وَآسِيَةَ وَهَاجَرَ وَسَارَةَ، وَحِينَئِذٍ يُؤَوَّلُ إنْسَانٌ بِنَاءً عَلَى أَنَّهُ لَا يُقَالُ لِلْمَرْأَةِ إنْسَانٌ بَلْ إنْسَانَةٌ، وَفِي الصِّحَاحِ يُقَالُ لِلْمَرْأَةِ إنْسَانٌ لَا إنْسَانَةٌ ح ل.
حاشية البجيرمي على الخطيب = تحفة الحبيب على شرح الخطيب (1/ 40)

Dasar pengambilan (4) oleh  Al-Ustadz Preman Berr Tasbih:

وشرط من أكرمه الله بالنبوة أيضا " ذكورة " أي : أن يتصف بالذكورية لقوله تعالى ( { وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ } ) فأثبت الرسالة للرجال الموحى إليهم وأشعر بنفي ذلك عن غيرهم ، فلا تكون أنثى نبية خلافا لأهل التوراة الزاعمين بنبوة مريم بنت عمران أخت موسى وهارون عليهما السلام ، وقد خالف في اشتراط الذكورة أبو الحسن الأشعري ثم القرطبي
لوامع الأنوار البهية - (ج 2 / ص 265)



Daftar Pustaka:

  1. Tafsir Al-Munir. XIII/ 87
  2. Tafsir Al-Khazin. III/ 321
  3. Fathu Al-Bari. VI/ 447
  4. Hasyiyah Al-Bujairimi. I/ 40
  5. Lawwami’u Al-Anwar Al-Bahiyyah. II/ 265

=========

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)


MUSHAHIH:

  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Abdulloh Salam


PERUMUS: Ibnu Malik


(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1614850648728489/?hc_location=ufi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama