DOC-249 Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tua Non Muslim
Rizka Hikami
27 April pukul 7:17
Assalamu alaikum
Mau bertanya , seorang anak apakah masih berkewajiban berbakti pada orang tuanya yang non muslim ?
=========
JAWABAN
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Masih wajibkah berbakti kepada orang tua yang Non Muslim?
Allah subchanahu wa ta’ala berfirman: "Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka. Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia". (QS. Al Isra’: 23)
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (QS. Al Isra’: 24)
Imam Abu Abdillah; Muhammad Ibnu Amr bin Al Hasan bin Al-Husain Al-Taimi Al-Razi yang dijuluki Fahruddin Al-Razi dalam menafsiri ayat tersebut diatas menyatakan bahwa mayoritas Ulama’ sepakat menyatakan bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah wajib walaupun keduanya adalah orang kafir dan hal itu ditunjukkan oleh beberapa indikasi:
I. Sesungguhnya firman Allah وَبِالْوالِدَيْنِ إِحْساناً (Dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya) adalah bersifat absolut dan tidak terikat, baik kedua orang tuanya adalah orang yang beriman atau tidak. Dan karena telah ditetapkan didalam kaidah Fiqh bahwa sesungguhnya hukum yang tertib dan teratur atas sebuah sifat memberikan indikasi keelitan sifat tersebut. Maka ayat ini menunjukkan bahwa sesungguhnya perintah untuk memuliakan kedua orang tua adalah karena kemurnian status sebagai orang tua dan itu adalah umum.
II. Firman Allah فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا (Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka). Ayat ini menunjukkan batas maksimal sebuah pelarangan dalam menyakiti kedua orang tua. Kemudian Allah berfirman diahir ayat وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُما كَما رَبَّيانِي صَغِيراً (Dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil).
III. Sesungguhnya Allah menceritakan tentang Nabi Ibrahim ‘alaihi al salam tentang bagaimana kelembutan beliau dalam mengajak bapaknya agar keluar dari kekufuran menuju keimanan didalam ucapannya: "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?.” Kemudian bapak Nabi Ibrahim menyakiti dan menjawab dengan kasar. Namun Nabi Ibrahim menerimanya dengan tabah. Dan ketika hal itu telah ditetapkan kepada Nabi Ibrahim, maka hal yang sama juga berlaku bagi ummat Muchammad berdasar firman Allah ثُمَّ أَوْحَيْنا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْراهِيمَ حَنِيفاً (Kemudian aku (Allah) memberikan wahyu kepadamu “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang chanif”).
Dari ulasan tersebut diatas, dapat diketahui bahwa hukum menghormati dan berbakti kepada orang tua yang Non Muslim adalah wajib. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Opick Syahreza:
الْمَسْأَلَةُ الثَّالِثَةُ: اتَّفَقَ أَكْثَرُ الْعُلَمَاءِ عَلَى أَنَّهُ يَجِبُ تَعْظِيمُ الْوَالِدَيْنِ وَإِنْ كَانَا كَافِرَيْنِ، وَيَدُلُّ عَلَيْهِ وُجُوهٌ.
أَحَدُهَا: أَنَّ قَوْلَهُ فِي هَذِهِ الْآيَةِ: وَبِالْوالِدَيْنِ إِحْساناً غَيْرُ مُقَيَّدٍ بِكَوْنِهِمَا مُؤْمِنَيْنِ أَمْ لَا، وَلِأَنَّهُ ثَبَتَ فِي أُصُولِ الْفِقْهِ أَنَّ الْحُكْمَ الْمُرَتَّبَ عَلَى الْوَصْفِ مُشْعِرٌ بِعِلِّيَّةِ الْوَصْفِ، فَدَلَّتْ هَذِهِ الْآيَةُ عَلَى أَنَّ الْأَمْرَ بِتَعْظِيمِ الْوَالِدَيْنِ لِمَحْضِ كَوْنِهِمَا وَالِدَيْنِ وَذَلِكَ يَقْتَضِي الْعُمُومَ، وَهَكَذَا الِاسْتِدْلَالُ بِقَوْلِهِ تَعَالَى: وَقَضى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوالِدَيْنِ إِحْساناً. وَثَانِيهَا: قَوْلُهُ تَعَالَى: فَلا تَقُلْ لَهُما/ أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُما الْآيَةَ، وَهَذَا نِهَايَةُ الْمُبَالَغَةِ فِي الْمَنْعِ مِنْ إِيذَائِهِمَا، ثُمَّ إِنَّهُ تَعَالَى قَالَ فِي آخِرِ الآية: وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُما كَما رَبَّيانِي صَغِيراً [الْإِسْرَاءِ: 23، 24] فَصَرَّحَ بِبَيَانِ السَّبَبِ فِي وُجُوبِ هَذَا التَّعْظِيمِ. وَثَالِثُهَا: أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى حَكَى عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَنَّهُ كَيْفَ تَلَطَّفَ فِي دَعْوَةِ أَبِيهِ مِنَ الْكُفْرِ إِلَى الْإِيمَانِ فِي قوله: يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلا يُبْصِرُ وَلا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئاً
[مَرْيَمَ: 42] ثُمَّ إِنَّ أَبَاهُ كَانَ يُؤْذِيهِ وَيَذْكُرُ الْجَوَابَ الْغَلِيظَ وَهُوَ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ يَتَحَمَّلُ ذَلِكَ، وَإِذَا ثَبَتَ ذَلِكَ فِي حَقِّ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ ثَبَتَ مِثْلُهُ فِي حَقِّ هَذِهِ الْأُمَّةِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى: ثُمَّ أَوْحَيْنا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْراهِيمَ حَنِيفاً [النَّحْلِ: 123] .
تفسير الرازي = مفاتيح الغيب أو التفسير الكبير (3/ 586)
Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi:
السابعة- لا يختص بر الوالدين بأن يكونا مسلمين، بل إن كانا كافرين يبرهما ويحسن إليهما إذا كان لهما عهد، قال الله تعالى:" لا ينهاكم الله عن الذين لم يقاتلوكم في الدين ولم يخرجوكم من دياركم أن تبروهم «2» ". وفي صحيح البخاري عن أسماء قالت: قدمت أمي وهي مشركة في عهد قريش ومدتهم إذ عاهدوا النبي صلى الله عليه وسلم مع أبيها، فاستفتيت النبي صلى الله عليه وسلم فقلت: إن أمي قدمت وهي راغبة «3» أفأصلها؟ قال:" نعم صلي أمك".
تفسير القرطبي (10/ 239)
Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:
ثم قال القرطبي - رحمه الله - : ومن عقوق الوالدين مخالفتهما فى أغراضهما الجائزة لهما، كا أن من برهما
موافقتهما على أغراضهما. وعلى هذا إذا أمرا أو أحدهما ولدهما بأمر وجبت طاعتهما فيه. ما لم يكن ذلك الأمر معصية ولا يختص برهما بأن يكونا مسلمين، بل إن كانا كافرين يبرهما ويحسن إليهما
الوسيط لسيد طنطاوي ج ١ ص ٢٦١٦ - المكتبة الشاملة
Daftar Pustaka:
- Tafsir Al-Razi. III/ 586
- Tafsir Al-Qurthubi. X/ 239
- Al-Wasith Li Sayyid Thanthawi. I/ 2616
=========
MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Brojol Gemblung
- Al-Ustadz Wes Qie
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik
(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1615513468662207/?hc_location=ufi)

Komentar
Posting Komentar