DOC-261. Perbedaan Antara Malaikat, Jin, Setan Dan Hantu

 


Dzulkifli Bin Razak
29 April 2015 pukul 20:46



ASSALAMUALAIKUM


Pengen nanya nih bedanya antara Malaikat, Jin, Syetan, Hantu.
Dengan ta'birnya



=========



JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.


الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

Apakah perbedaan antara Malaikat, Jin, Setan dan Hantu?


     Imam Ibnu Hajar Al-Haitami pernah diminta untuk mendifinisikan tentang Jin, Setan dan Malaikat. Maka beliau mengutip pernyataan Imam Al-Haramain yang menyatakan bahwa Jin dan Setan adalah bentuk (jisim) yang lembut yang tercipta dari api dan tidak kasat mata. Beliau juga mengutip pernyataan sebagian pengikut Nabi yang menyatakan bahwa sesungguhnya Jin adalah golongan mahluk gaib yang tidak makan dan tidak minum. Namun sebagian diantara mereka ada yang makan dan minum dan Allah yang lebih mengetahui dengan sifat, corak, bentuk serta keadaan mereka. Imam Ibnu Hajar Al-Haitami juga menyatakan bahwa wajib meyakini keberadaan Malaikat. Yaitu mahluk yang tercipta dari cahaya. Sebagian ada yang berpendapat bahwa Malaikat tercipta dari tanah. Sedang sebagian yang lain menyatakan bahwa Malaikat adalah terangkai dari empat unsur, namun lebih didominasi oleh unsur cahaya sebagaimana Jin yang lebih didominasi unsur api. Maka Malaikat tidak kasat mata. Malaikat adalah mahluk yang suci dan bersih serta terhindar dari pekatnya syahwat. Makanan mereka adalah bacaan tasbich, minuman mereka adalah pensucian terhadap Allah. Malaikat bersikap ramah (jinak, tidak liar) sebab dzikir kepada Allah dan aktifitas yang paling disukai adalah keta’atan terhadap Allah.  Dan apakah mereka mendapat pahala atas amal dan perbuatan mereka? Maka dalam hal ini Ulama’ berbeda pendapat sebagaimana uraian berikut:

  • Sebagian cendikiawan menyatakan bahwa para Malaikat mendapat pahala atas amal dan perbuatan mereka. Berdasar keumuman ayat tersebut juga beberapa hadits. Pendapat ini juga disepakati oleh orang-orang Muslim.
  • Sebagian kelompok menyatakan bahwa para Malaikat tidak mendapatkan pehala atas amal dan perbuatan mereka kecuali dua Malaikat pencatat amal. Pendapat ini adalah pendapat yang menyimpang (syadz).

     Imam Ahmad bin Hajar juga mengutip pernyataan mayoritas Ulama' yang menyatakan bahwa Malaikat adalah bentuk (jisim) yang lembut yang dianugerahi kemampuan untuk menjelma dari satu bentuk kebentuk yang lain (yang berbeda) dan bertempat tinggal di langit.
     Imam Abdu Al-Rauf Al-Munawi juga mengutip pernyataan Imam Al-Khatib di dalam kitab "Syarh Al-Maqashid" yang menyatakan bahwa Jin adalah bentuk (jisim) yang lembut yang bersifat seperti udara yang dapat menjelma menjadi bentuk yang berbeda-beda dan mampu menunjukkan sikap-sikap yang mena’jubkan. Sedang Setan adalah bentuk (jisim) yang tercipta dari api yang cenderung menjerumuskan manusia pada kerusakan dan kesesatan.
     Imam Sulaiman bin Muhammad bin Amr Al-Bujairimi Al-Syafi’i juga menyatakan bahwa Setan adalah setiap mahluk yang durhaka. Beliau juga mengutip pernyataan Imam Ibnu Aqil Al-Hambali yang menyatakan bahwa Setan adalah Jin yang berlaku ma’siat. Dan mereka dilahirkan oleh Iblis.
Sedang hantu adalah salah satu dari jenis Jin dan Setan yang mana orang-orang arab menganggap bahwa sesungguhnya hantu adalah sosok yang menampakkan diri di padang sahara dengan penampakan yang samar serta dengan bentuk yang berbeda-beda yang dapat menyesatkan orang yang sedang lewat dijalan dan mencelakainya. Maka hadits Nabi (Al Syari’) yang diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahihnya no. 2222 yang menyatakan bahwa “Tidak ada penyakit menular, tidak ada kesialan dan tidak pula ada hantu” telah mematahkan anggapan mereka. Sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Syaikh Isma’il.
     Imam Sa’duddin; Mas’ud bin Amr bin Abdillah Al-Tiftazani menambahkan bahwa Jin dan Setan berinteraksi dengan sekelompok manusia dan mereka saling tolong menolong dalam sihir, mantera dan santet. Wallahu a’lam bis shawab.


Dasar pengambilan (1) oleh  Al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:


مطلب في تعريف الجن والشياطين والملائكة وفي إرشاد إمام الحرمين : الجن والشياطين أجسام لطيفة نارية غائبة عن إدراك العيون . قال : وعن بعض التابعين أن من الجن صنفا روحانيا لا يأكل ولا يشرب ومنهم من يأكل ويشرب ، والله أعلم بكيفية ذلك ، ومن مستفيض الأخبار أنهم سألوا النبي صلى الله عليه وسلم الزاد فأباح لهم كل عظم لم يذكر اسم الله تعالى عليه يجدونه أوفر ما كان لحما ، وقيل أنهم يعيشون بالشم لا بالأكل ، وورد أن أرواث دوابنا علف دوابهم . ويجب اعتقاد وجود الملائكة أيضا ، وهم جواهر نوارنية قيل بسيطة وقيل مركبة من العناصر الأربعة كالجان لكن غلبهم النور كما غلب على الجان النار ، ولذلك لم يريا لأنهم – أعني الملائكة – قدسية منزهة عن ظلمات الشهوات طعامهم التسبيح وشرابهم التقديس أنسهم بذكر الله وفرحهم بطاعة الله قال الله تعالى {كل آمن بالله وملائكته وكتبه} والبشر أفضل منهم على تفصيل فيه خلافا لقول المعتزلة أنهم أفضل مطلقا حتى من نبينا محمد صلى الله عليه وسلم . واختلف هل يثابون على أعمالهم ؟ فقال بعض المحقيين : إنهم يثابون لعموم الآيات السابقة في الجن والأخبار وأجمع المسلمون على إثابتهم وشذت طائفة فلم يثوبوا إلا الملكين الكاتبين ، ولا يبعد أنهم يلزمهم كفر نظير ما مر في إنكار الجن
الفتاوى الحديثية لابن حجر الهيتمي (ص: 90)



Dasar pengambilan (2) oleh  Al-Ustadz Opick Syahreza:

قال جمهور أهل الكلام من المسلمين الملائكة أجسام لطيفة أعطيت قدرة على التشكل بأشكال مختلفة ومسكنها السماوات
فتح الباري - ابن حجر - (ج 6 / ص 306)



Dasar pengambilan (3) oleh  Al-Ustadz Opick Syahreza:

قال في شرح المقاصد: والجن أجسام لطيفة هوائية تتشكل بأشكال مختلفة ويظهر منها أحوال عجيبة والشياطين أجسام نارية شأنها إلقاء الناس في الفساد والغواية انتهى
فيض القدير (1/ 112)



Dasar pengambilan (4) oleh  Al-Ustadz Aqil Fauzan:

(الشَّيْطَانُ اسْمٌ لِكُلِّ مُتَمَرِّدٍ) قَالَ ابْنُ عَقِيلٍ الْحَنْبَلِيُّ: الشَّيَاطِينُ الْعُصَاةُ مِنْ الْجِنِّ، وَهُمْ مِنْ وَلَدِ إبْلِيسَ وَالْمَرَدَةُ أَعْتَاهُمْ وَأَغْوَاهُمْ
حاشية البجيرمي على الخطيب = تحفة الحبيب على شرح الخطيب (2/ 63)



Dasar pengambilan (5) oleh  Al-Ustadz Imam Al-Bukhori:

الغول احد الغيلان وهي جنس من الجن والشياطين كانت العرب تزعم ان الغول في الفلاة يتراءى للناس فيتغول تغولا اي يتلون تلونا في صورة شتى ويغولهم اي يضلهم عن الطريق ويهلكهم فنفاه الشارع وابطله. الى ان قال......
قرة العين – ص 20



Dasar pengambilan (6) oleh  Al-Ustadz Ibnu Malik:

وأما الجن والشياطين فيخالطون بعض الأناسي ويعاونونهم على السحر والطلسمات والنيرنجات وما يشاكل ذلك
شرح المقاصد في علم الكلام - (ج 2 / ص 55)

Daftar Pustaka:

  1. Al-Fatawa Al Haditsiyah. 90
  2. Fatchu Al-Bari Li Ibni Al-Hajar. VI/ 306
  3. Faidlu Al-Qadir. I/ 112
  4. Hasyiyah Al-Bujairimi ‘Ala Al-Khathib. II/ 63
  5. Qurrah Al-‘Ain. 20
  6. Syarh Al-Maqashid. II/ 55

=========


MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Abdulloh Salam

PERUMUS: Ibnu Malik


(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1616299411916946/?hc_location=ufi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama