DOC-268. Hukum Sujud Syukur Tanpa Ada Sebab
Masyruch El Basyirah
17 Mei pukul 22:13
Assalamu'alaikum para masyayikh MTTM yang dimilyakan Allah.
Derek tanglet:
Adakah pendapat yang memperbolehkan melaksanakan sujud syukur tanpa adanya sebab atau ada sebab yang bersifat istimrar seperti melaksanakan sujud syukur karena kesehatan atau keislaman?
Mohon jawabannya beserta lampiran ibarotnya. Terima kasih.
Wassalam,
=========
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Adakah pendapat yang memperbolehkan melaksanakan sujud syukur tanpa adanya sebab atau ada sebab yang bersifat istimrar seperti melaksanakan sujud syukur karena kesehatan atau keislaman?
Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf Al-Nawawi menyatakan bahwa jika seseorang merendahkan dan mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan sujud tanpa ada sebab yang menghendaki sujud syukur, maka ada dua pendapat dalam menyikapinya seperti yang telah diceritakan oleh Imam Al Haramain dan Imam yang lain sebagaimana berikut:
I. Pendapat pertama menyatakan boleh. Pendapat ini merupakan pendapat yang telah dikemukakan oleh pengarang kitab "Al-Taqrib".
II. Pendapat kedua menyatakan bahwa melaksanakan sujud tanpa ada sebab adalah tidak diperbolehkan. Pendapat ini merupakan pendapat yang lebih autentik (ashah) yang disetujui oleh Imam Al-Haramin dan Imam yang lain serta disepakati oleh Syaikh Abu Hamid. Bahkan Imam Al Haramain menyatakan bahwa gurunya, yaitu Imam Abu Muhammad sangat mengingkari pelaksanaan sujud (syukur) semacam itu.
Imam Muhammad Amin bin Amr (salah seorang Ulama’ madzhab Hanafi) pengarang kitab "Raddu Al Muhtar" mengutip pernyataan Imam Al-Zahidi yang menyatakan bahwa melaksanakan sujud (syukur) tanpa sebab dinilai sebagai tindakan yang tidak bernilai ibadah dan tidak juga hal yang dimakruhkan. Namun apabila dilakukan usai melakasanakan shalat, maka hukumnya adalah makruh. Karena orang-orang awam menganggapnya sebagai hal yang dianjurkan (sunnah) bahkan wajib. Sedang hal yang boleh dilakukan apabila menyebabkan timbulnya persepsi yang semacam itu adalah makruh. Maka Imam Muhammad Amin memberikan penegasan bahwa melaksanakan sujud (syukur) tanpa adanya sebab adalah tidak makruh selama tidak menimbulkan persepsi bagi orang-orang awam bahwa hal itu adalah sunnah.
Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Aqil Fauzan:
(فَرْعٌ)
لَوْ خَضَعَ إنْسَانٌ لِلَّهِ تَعَالَى فَتَقَرَّبَ بِسَجْدَةٍ بِغَيْرِ سَبَبٍ يَقْتَضِي سُجُودَ شُكْرٍ فَفِيهِ وَجْهَانِ حَكَاهُمَا إمَامُ الْحَرَمَيْنِ وَغَيْرُهُ
(أَحَدُهُمَا)
يَجُوزُ قَالَهُ صَاحِبُ التَّقْرِيبِ وَأَصَحُّهُمَا لَا يَجُوزُ صَحَّحَهُ إمَامُ الْحَرَمَيْنِ وَغَيْرُهُ وَقَطَعَ بِهِ الشَّيْخُ أَبُو حَامِدٍ قَالَ إمَامُ الْحَرَمَيْنِ وَكَانَ شَيْخِي يَعْنِي أَبَا مُحَمَّدٍ يُشَدِّدُ فِي إنْكَارِ هَذَا السُّجُودِ
المجموع شرح المهذب (4/ 69)
Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Brojol Gemblung:
قَالَ فِي شَرْحِ الْمُنْيَةِ آخِرَ الْكِتَابِ عَنْ شَرْحِ الْقُدُورِيِّ لِلزَّاهِدِيِّ : أَمَّا بِغَيْرِ سَبَبٍ فَلَيْسَ بِقُرْبَةٍ وَلَا مَكْرُوهٍ ، وَمَا يُفْعَلُ عَقِيبَ الصَّلَاةِ فَمَكْرُوهٌ لِأَنَّ الْجُهَّالَ يَعْتَقِدُونَهَا سُنَّةً أَوْ وَاجِبَةً وَكُلُّ مُبَاحٍ يُؤَدِّي إلَيْهِ فَمَكْرُوهٌ انْتَهَى .
وَحَاصِلُهُ أَنَّ مَا لَيْسَ لَهَا سَبَبٌ لَا تُكْرَهُ مَا لَمْ يُؤَدِّ فِعْلُهَا إلَى اعْتِقَادِ الْجَهَلَةِ سُنِّيَّتَهَا كَاَلَّتِي يَفْعَلُهَا بَعْضُ النَّاسِ بَعْدَ الصَّلَاةِ وَرَأَيْت مَنْ يُوَاظِبُ عَلَيْهَا بَعْدَ صَلَاةِ الْوِتْرِ وَيَذْكُرُ أَنَّ لَهَا أَصْلًا وَسَنَدًا فَذَكَرْت لَهُ مَا هُنَا فَتَرَكَهَا ثُمَّ قَالَ فِي شَرْحِ الْمُنْيَةِ : وَأَمَّا مَا ذَكَرَ فِي الْمُضْمَرَاتِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِفَاطِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهَا : " { مَا مِنْ مُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ } إلَى آخِرِ مَا ذَكَرَ " .
رد المحتار - (ج 5 / ص 483)
Daftar Pustaka:
- Al-Majmu’ Syar-h Al-Muhaddzab. IV/ 69
- Raddu Al-Muhtar. V/ 483
=========
MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Brojol Gemblung
- Al-Ustadz Wes Qie
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik
(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1621694421377445/)

Komentar
Posting Komentar