DOC-271. Hukum Dan Keistimewaan Shalat Berjama’ah
Seputih Awan
17 Maret 2015
assalamu'alaikum
Tnya.
1. Apa saja keutamaan sholat berjamaah..?
2. Apa saja keutamaan/ fadhilah shof dlm sholat berjamaah?
Trmksih.
=========
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
1. Apa sajakah keutamaan shalat berjama’ah?
2. Apa sajakah keutamaan barisan (shaf) shalat berjama’ah?
I. Imam Taqiyuddin Al-Hishni didalam kitabnya Kifayah Al Akhyar menyebutkan sebuah pasal husus yang mengurai seputar shalat berjama’ah. Beliau menuturkan bahwa shalat berjama’ah adalah sangat dianjurkan dan bagi ma’mum wajib melakasanakan niat berjama’ah namun tidak bagi imam. Adapun landasan hukum disyari’atkannya berjama’ah adalah Al Qur’an, Hadits dan konsensus Ulama’ (ijma’). Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Dan apabila kamu berada ditengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu raka’at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit, dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu. (QS. Al Nisa’: 102)
Perintah berjama’ah dalam ayat tersebut adalah “maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu”. Maka dalam kondisi aman, perintah melaksanakan shalat secara berjama’ah adalah lebih diutamakan. Berjama’ah adalah wajib individu di dalam pelaksanaan shalat Jum’at. Sedang diselain shalat Jum’at, Ulama’ berbeda pendapat. Pendapat yang paling tepat menurut Imam Al Rafi’i sesungguhnya berjama’ah adalah sunnah. Ada yang berpendapat bahwa berjam’ah adalah wajib kolektif (kifayah). Pendapat ini dibenarkan dan disetujui oleh Imam Al Nawawi. Ada juga yang berpendapat bahwa berjama’ah adalah wajib individu (‘ain). Pendapat ini dibenarkan dan disetujui oleh Imam Ibnu Al Mundzir dan Imam Ibnu Khuzaimah. Ulama’ yang menyatakan bahwa shalat berjama’ah adalah sunnah berladaskan sebuah hadits yang menyatakan bahwa “Shalat berjama’ah lebih utama dibanding shalat sendiri dengan dua puluh tujuh derajat.” Imam Al Bukhari meriwayatkan dengan dua puluh lima derajat dari riwayatnya Abu Sa’id. Sabda Nabi yang menyatakan “lebih utama” menunjukkan diperbolehkannya dua hal (melaksanakan shalat secara berjama’ah atau sendiri). Jika salah satunya dilarang, maka bentuk kalimat yang digunakan tidaklah demikian. Sedang Ulama’ yang menyatakan “wajib kolektif” adalah berlandaskan sabda Nabi yang menyatakan bahwa “Tidaklah terdapat tiga orang dalam sebuah desa atau padang sahara yang tidak mendirikan shalat (berjama’ah) kecuali setan akan menguasai mereka. Maka berjama’ahlah, karena sesungguhnya yang diterkam oleh srigala hutan adalah kambing yang bercerai berai.” Ulama’ yang menyatakan “wajib individu” adalah berlandaskan sabda Nabi yang menyatakan bahwa “Sungguh aku punya keinginan untuk memerintahkan shalat dan didirikan, lalu aku memerintahkan satu orang untuk jadi imam. Kemudian pergi bersamaku dengan beberapa orang membawa seikat kayu bakar menuju ke suatu kaum yang tidak ikut menghadiri shalat dan aku bakar rumah-rumah mereka dengan api."
II. Telah bercerita Abdullah bin Yusuf dari Sami dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Seandainya orang-orang mengetahui tantang pahala yang dijanjikan didalam adzan dan barisan (shaf) yang pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan mengadakan undian, niscaya mereka akan mengadakan undian.”
Imam Zainuddin; Abu Al-Farj; Abdurrahman bin Syihab Al-Din Al-Baghdadi yang populer dengan sebutan Ibnu Rajab menyatakan bahwa yang dimaksud dengan hadits tersebut diatas adalah jika seandainya manusia mengetahui tentang hal-hal yang terdapat di dalam adzan dan barisan (shaf) yang pertama baik dari keistimewaan dan pahala, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan mengadakan undian, niscaya mereka akan mengadakan undian untuk berlomba-lomba dalam memperebutkan dan mendapatkannya.
Imam Abdullah bin Ahmad bin Hambal Al-Syaibani menambahkan dengan menampilkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Muslim dan Abu Dawud yang menyatakan bahwa “Sebaik-baik barisan (shaf) jama’ah laki-laki adalah barisan yang pertama dan paling buruk barisannya adalah barisan yang paling ahir (karena berdekatan dengan jama'ah perempuan). Sedang sebaik-baik barisan (shaf) jama’ah perempuan adalah barisan yang paling ahir dan paling buruk barisannya adalah barisan yang pertama (karena berdekatan dengan jama'ah laki-laki).” Dari Abu Ibnu Ka’ab, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Barisan (shaf) yang pertama seperti barisan para Malaikat. Seandainya kalian mengetahui keistimewaannya, maka kalian tidak akan meninggalkannya.” Dari A’isyah, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat bershalawat kepada orang-orang yang berada pada barisan (shaf) yang pertama.”
KESIMPULAN:
I. Diantara keistimawaan berjama’ah adalah:
- Dilipat gandakan pahala shalat yang dilaksanakan hingga dua puluh tujuh atau dua puluh lima derajat.
- Tidak dikuasai setan.
- Terjalin sebuah persatuan dan kebersamaan sehingga tidak mudah dipecah belah.
II. Diantara keistimewaan barisan (shaf) pertama adalah:
- Seperti barisan (shaf) Malaikat.
- Allah dan para Malaikat bershalawat kepada orang-orang yang berada pada barisan (shaf) yang pertama. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Ali Yasin Al-manduri:
( فصل وصلاة الجماعة مؤكدة وعلى المأموم أن ينوي الجماعة دون الإمام )
الأصل في مشروعية الجماعة الكتاب والسنة وإجماع الأمة قال تعالى { وإذا كنت فيهم فأقمت لهم الصلاة فلتقم طائفة منهم معك } الآية أمر بالجماعة في قوله فلتقم فعند الأمن أولى وهي فرض عين في الجمعة وأما في غيرها ففيه خلاف الصحيح عند الرافعي أنها سنة وقيل فرض كفاية وصححه النووي وقيل فرض عين وصححه ابن المنذر وابن خزيمة وحجة من قال انها سنة قوله صلى الله عليه وسلم
( صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة ) وروى البخاري بخمس وعشرين درجة من رواية أبي سعيد فقوله صلى الله عليه وسلم أفضل يقتضي جواز الأمرين إذ المفاضلة تقتضي ذلك فلو كان أحد الأمرين ممنوعا لما جاءت هذه الصيغة وحجة من قال بفرض الكفاية قوله صلى الله عليه وسلم
( ما من ثلاثة في قرية أو بدو لا تقام فيهم الصلاة إلا استحوذ عليهم الشيطان فعليكم بالجماعة فإنما يأكل الذئب من الغنم القاصية ) وحجة من قال إنها فرض عين أحاديث منهما قوله صلى الله عليه وسلم
( لقد هممت أن آمر بالصلاة فتقام ثم آمر رجلا فيصلي بالناس ثم أنطلق مع رجال معهم حزم من حطب إلى قوم لا يشهدون الصلاة فأحرق عليهم بيوتهم بالنار ) وجوابه أنه لم يحرق وأن هذا كان في المنافقين
كفاية الأخيار - (ج 1 / ص 129)
Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Ibnu Malik:
ثنا عبد الله بن يوسف : ابنا مالك ، عن سمي مولى أبي بكر ، عن أبي صالح ، عن أبي هريرة ، ان رسول الله ( قال : ( ( لو يعلم الناس ما في النداء والصف الاول ، ثم لا يجدون الا ان يستهموا عليه لاستهموا ، ولو يعلمون ما في التهجير لاستبقوا اليه ، ولو يعلمون ما في العتمة والصبح لاتوهما ولو حبوا ) ) .
فقوله : ( ( لو يعلم الناس ما في النداء والصف الاول ) ) - يعني : لو يعلمون ما فيهما من الفضل والثواب ، ثم لم يجدوا الوصول اليهما الا بالاستهام عليهما - ومعناه : الاقراع - لاستهموا عليهما تنافسا فيهما ومشاحة في تحصيل فضلهما واجرهما
فتح الباري ـ لابن رجب - (ج 3 / ص 479)
Dasar pengambilan (3) oleh Al-Ustadz Preman Berr Tasbih:
فصل : وخير صفوف الرجال أولها وشرها آخرها وخير صفوف النساء آخرها وشرها أولها لقول رسول الله صلى الله عليه و سلم : [ خير صفوف الرجال أولها وشرها آخرها وخير صفوف النساء آخرها وشرها أولها ] رواه مسلم و أبو داود وعن أبي بن كعب قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : [ الصف الأول على مثل صف الملائكة ولو تعلمون فضيلته لابتدرتموه ] رواه أحمد في المسند وعن أنس أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : [ أتموا الصف المقدم فما كان من نقص فليكن في الصف المؤخر ] وعن عائشة قالت : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : [ إن الله وملائكته يصلون على ميامن الصفوف ] رواهما أبو داود
المغني - (ج 2 / ص 47)
Dasar pengambilan (4) oleh Al-Ustadz Nazri El-Rahman:
(بَاب مَا جَاءَ فِي فَضْلِ الصَّفِّ الْأَوَّلِ)
قَوْلُهُ خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا لِقُرْبِهِمْ مِنَ الْإِمَامِ وَاسْتِمَاعِهِمْ لِقِرَاءَتِهِ وَبُعْدِهِمْ مِنَ النِّسَاءِ وَشَرُّهَا آخِرُهَا لِقُرْبِهِمْ مِنَ النِّسَاءِ وَبُعْدِهِمْ مِنَ الْإِمَامِ وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا لِبُعْدِهِنَّ مِنَ الرِّجَالِ وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا لِقُرْبِهِنَّ مِنَ الرِّجَالِ
تحفة الأحوذي (2/ 13)
Daftar Pustaka:
- Kifayah Al-Akhyar. I/ 129
- Fathu Al-Bari. III/ 479
- Al-Mughni. II/ 47
- Tuhfah Al-Ahwadzi. II/ 13
=========
MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Brojol Gemblung
- Al-Ustadz Wes Qie
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Abdulloh Salam
PERUMUS: Ibnu Malik
(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1599744870239067/?hc_location=ufi)

Komentar
Posting Komentar