DOC-273. Hukum Memiliki Satu Istri
Siti Aisyah Al-misri
30 Maret 2014
assalamu alaikum wr wb
mohon di jlaskan ust apakah ada qaul ulama yg mnyatakan bahwa laki-laki disunahkan setia pada satu istri soalx poligami menyakitkan hati wanita ust, jarang sekali wanita mau dipoligami, jwaban plus ibarot monggo.
=========
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Adakah pendapat Ulama’ yang menyatakan bahwa bahwa laki-laki disunahkan setia pada satu istri?
Imam Abu Al Hasan Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Habib Al-Bishri Al-Baghdadi yang populer dengan sebutan Imam Al-Mawardi menyatakan bahwa Ulama’ dari kalangan madzhab Syafi’i menganjurkan (sunah) untuk merasa cukup dengan satu istri walaupun diperbolehkan bagi suami untuk memiliki lebih dari satu istri guna menghindari ketidak adilan yang disebabkan tendensi terhadap sebagian istri-istrinya atau menghindari ketidak adilan yang disebabkan ketidak mampuan dalam memberikan nafkah. Dan yang lebih istimewa diantara dua madzhab menurut saya (Imam Al Mawardi) adalah mempertimbangkan kondisi suami sebagaimana uraian berikut:
Di dalam kitab yang diterbitkan oleh Kementrian Wakaf dan Urusan Agama Kuwait; "Al Mausuah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah" juga dijelaskan bahwa Ulama’ dari kalangan madzhab Syafi’i dan madzhab Chambali menyatakan bahwa dianjurkan (sunah) bagi seorang laki-laki untuk tidak memiliki lebih dari satu istri tanpa adanya kebutuhan lahir yang mendesak dan telah terjaga dari hal-hal yang diharamkan. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Wes Qie:
وَاسْتَحَبَّ الشَّافِعِيُّ أَنْ يَقْتَصِرَ عَلَى وَاحِدَةٍ وَإِنْ أُبِيحَ لَهُ أَكْثَرُ. لِيَأْمَنَ الْجَوْرَ بِالْمَيْلِ إِلَى بَعْضِهِنَّ أَوْ بِالْعَجْزِ عَنْ نَفَقَاتِهِنَّ، وَأَوْلَى الْمَذْهَبَيْنِ عِنْدِي اعْتِبَارُ حَالِ الزَّوْجِ فَإِنْ كَانَ مِمَّنْ تُقْنِعُهُ الْوَاحِدَةُ فَالْأَوْلَى أَنْ لَا يَزِيدَ عَلَيْهَا، وَإِنْ كَانَ مِمَّنْ لَا تُقْنِعُهُ الْوَاحِدَةُ لِقُوَّةِ شَهْوَتِهِ وَكَثْرَةِ جِمَاعِهِ فَالْأَوْلَى أن ينتهي إلى العدد المقنع من اثنين أَوْ ثَلَاثٍ أَوْ أَرْبَعٍ لِيَكُونَ أَغْنَى لِبَصَرِهِ وَأَعَفَّ لِفَرْجِهِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
الحاوي الكبير (11/ 417)
Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Opick Syahreza:
فإن لم تعفه المرأة الواحدة زيد ما يحصل به الإعفاف، كما قاله الإسنوي
مغني المحتاج إلى معرفة معاني ألفاظ المنهاج (4/ 278)
Dasar pengambilan (3) oleh Al-Ustadz Preman Berr Tasbih:
مَا يُسَنُّ فِي النِّكَاحِ:
ذَهَبَ الْفُقَهَاءُ إِلَى أَنَّهُ تُسَنُّ فِي النِّكَاحِ أُمُورٌ، اتَّفَقُوا عَلَى بَعْضِهَا وَاخْتَلَفُوا فِي بَعْضِهَا عَلَى التَّفْصِيل التَّالِي:
أ - أَنْ لاَ يَزِيدَ عَلَى امْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ:
18 - ذَهَبَ الشَّافِعِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ إِلَى أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ أَنْ لاَ يَزِيدَ الرَّجُل فِي النِّكَاحِ عَلَى امْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ مِنْ غَيْرِ حَاجَةٍ ظَاهِرَةٍ، إِنْ حَصَل بِهَا الإِْعْفَافُ لِمَا فِي الزِّيَادَةِ عَلَى الْوَاحِدَةِ مِنَ التَّعَرُّضِ لِلْمُحَرَّمِ، قَال اللَّهُ تَعَالَى: {وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ (1) } ، وَقَال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَنْ كَانَ لَهُ امْرَأَتَانِ يَمِيل إِلَى إِحْدَاهُمَا عَلَى الأُْخْرَى جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَدُ شِقَّيْهِ مَائِلٌ " (2) .
الموسوعة الفقهية الكويتية (41/ 220)
Daftar Pustaka:
I. Al-Ustadz Ibnu Malik
II. Al-Ustadzah Naumy Syarif
(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1604739249739629/?hc_location=ufi)
assalamu alaikum wr wb
mohon di jlaskan ust apakah ada qaul ulama yg mnyatakan bahwa laki-laki disunahkan setia pada satu istri soalx poligami menyakitkan hati wanita ust, jarang sekali wanita mau dipoligami, jwaban plus ibarot monggo.
=========
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Adakah pendapat Ulama’ yang menyatakan bahwa bahwa laki-laki disunahkan setia pada satu istri?
Imam Abu Al Hasan Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Habib Al-Bishri Al-Baghdadi yang populer dengan sebutan Imam Al-Mawardi menyatakan bahwa Ulama’ dari kalangan madzhab Syafi’i menganjurkan (sunah) untuk merasa cukup dengan satu istri walaupun diperbolehkan bagi suami untuk memiliki lebih dari satu istri guna menghindari ketidak adilan yang disebabkan tendensi terhadap sebagian istri-istrinya atau menghindari ketidak adilan yang disebabkan ketidak mampuan dalam memberikan nafkah. Dan yang lebih istimewa diantara dua madzhab menurut saya (Imam Al Mawardi) adalah mempertimbangkan kondisi suami sebagaimana uraian berikut:
- Jika suami adalah orang yang merasa puas dengan satu istri, maka yang terbaik adalah tidak memiliki istri lebih dari satu.
- Jika suami adalah orang yang tidak merasa puas dengan hanya memiliki satu istri karena besarnya syahwat yang dimilikinya, maka yang terbaik baginya adalah berhenti pada bilangan yang mencukupinya. Baik dua, tiga atau empat agar terhindar dari pandangan yang diharamkan dan untuk menjaga kemaluannya.
Di dalam kitab yang diterbitkan oleh Kementrian Wakaf dan Urusan Agama Kuwait; "Al Mausuah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah" juga dijelaskan bahwa Ulama’ dari kalangan madzhab Syafi’i dan madzhab Chambali menyatakan bahwa dianjurkan (sunah) bagi seorang laki-laki untuk tidak memiliki lebih dari satu istri tanpa adanya kebutuhan lahir yang mendesak dan telah terjaga dari hal-hal yang diharamkan. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Wes Qie:
وَاسْتَحَبَّ الشَّافِعِيُّ أَنْ يَقْتَصِرَ عَلَى وَاحِدَةٍ وَإِنْ أُبِيحَ لَهُ أَكْثَرُ. لِيَأْمَنَ الْجَوْرَ بِالْمَيْلِ إِلَى بَعْضِهِنَّ أَوْ بِالْعَجْزِ عَنْ نَفَقَاتِهِنَّ، وَأَوْلَى الْمَذْهَبَيْنِ عِنْدِي اعْتِبَارُ حَالِ الزَّوْجِ فَإِنْ كَانَ مِمَّنْ تُقْنِعُهُ الْوَاحِدَةُ فَالْأَوْلَى أَنْ لَا يَزِيدَ عَلَيْهَا، وَإِنْ كَانَ مِمَّنْ لَا تُقْنِعُهُ الْوَاحِدَةُ لِقُوَّةِ شَهْوَتِهِ وَكَثْرَةِ جِمَاعِهِ فَالْأَوْلَى أن ينتهي إلى العدد المقنع من اثنين أَوْ ثَلَاثٍ أَوْ أَرْبَعٍ لِيَكُونَ أَغْنَى لِبَصَرِهِ وَأَعَفَّ لِفَرْجِهِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
الحاوي الكبير (11/ 417)
Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Opick Syahreza:
فإن لم تعفه المرأة الواحدة زيد ما يحصل به الإعفاف، كما قاله الإسنوي
مغني المحتاج إلى معرفة معاني ألفاظ المنهاج (4/ 278)
Dasar pengambilan (3) oleh Al-Ustadz Preman Berr Tasbih:
مَا يُسَنُّ فِي النِّكَاحِ:
ذَهَبَ الْفُقَهَاءُ إِلَى أَنَّهُ تُسَنُّ فِي النِّكَاحِ أُمُورٌ، اتَّفَقُوا عَلَى بَعْضِهَا وَاخْتَلَفُوا فِي بَعْضِهَا عَلَى التَّفْصِيل التَّالِي:
أ - أَنْ لاَ يَزِيدَ عَلَى امْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ:
18 - ذَهَبَ الشَّافِعِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ إِلَى أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ أَنْ لاَ يَزِيدَ الرَّجُل فِي النِّكَاحِ عَلَى امْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ مِنْ غَيْرِ حَاجَةٍ ظَاهِرَةٍ، إِنْ حَصَل بِهَا الإِْعْفَافُ لِمَا فِي الزِّيَادَةِ عَلَى الْوَاحِدَةِ مِنَ التَّعَرُّضِ لِلْمُحَرَّمِ، قَال اللَّهُ تَعَالَى: {وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ (1) } ، وَقَال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَنْ كَانَ لَهُ امْرَأَتَانِ يَمِيل إِلَى إِحْدَاهُمَا عَلَى الأُْخْرَى جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَدُ شِقَّيْهِ مَائِلٌ " (2) .
الموسوعة الفقهية الكويتية (41/ 220)
Daftar Pustaka:
- Al Chawi Al Kabir. XI/ 417
- Mughni Al Muchtaj. IV/ 278
- Al Mausuah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah. XLI/ 220
MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Brojol Gemblung
- Al-Ustadz Wes Qie
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Abdulloh Salam
I. Al-Ustadz Ibnu Malik
II. Al-Ustadzah Naumy Syarif
(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1604739249739629/?hc_location=ufi)

Komentar
Posting Komentar