DOC-286. Hukum Melaksanakan Shalat Ghaib Yang Di Ketahui Belum Di Mandikan

 

Ifas Irama

6 Juni 2015 pukul 10:40

Assalamu'alaikum. Kl aku sholat ghoib untuk bapak wes qie se jomblo, krn konon kabarx bapak wes qie se jomblo udh meninggal. Langsung aku lakukan sholat ghoib USHOLLI 'ALAL MAYYITIL GHOIBI BAPAK WES QIE SE JOMBLO PASURUAN LILLAHI TA'ALA. Allooohu akbar. Setelah selesai pas ada telpon dr teman aku bahwa bapak wes qie blm di mandiin. Apakah sah sholat ghoib aku atas bapak wes qie tadi pak ustadz... Wassalam..

=========

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

Setelah usai melaksanakan shalat ghaib, diketahui bahwa jenazah yang di shalati belum dimandikan. Bagaimanakah status shalat ghaib yang telah usai dilaksanakan menurut perspektif Fiqh?

     mam Muhammad Ibnu ‘Amr binAli bin Nawawi Al-Jawi; Abu Abdul Mu’thi di dalam kitabnya "Nihayah Al-Zain" menuturkan bahwa tidak boleh melakasanakan shalat ghaib hingga diketahui atau diduga bahwa sesungguhnya jenazah telah dimandikan atau ditayammumi. Iya, jika menggantungkan niat atas kesucian jenazah dengan berniat melaksanakan shalat jika jenazah telah suci, maka shalat ghaib yang dilaksanakan adalah sah.
     Imam Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin ‘Amr Ba’alawi juga menegaskan bahwa tidak diperbolehkan melaksanakan shalat jenazah untuk orang yang ditawan juga orang yang hilang atau orang yang perahunya karam di laut. Walaupun kematiannya telah nyata dan (atau) telah diputuskan oleh hakim atau instansi terkait. Kecuali telah diketahui bahwa jenazah telah dimandikan atau dengan menggantungkan niat (sebagaimana uraian tersebut diatas). Karena pendapat yang lebih autentik (ashah) menyatakan bahwa tenggelamnya seseorang belum mencukupi.
     Berdasar uraian tersebut diatas, dapat diketahui secara eksplisit bahwa jika jenazah diketahui belum dimandikan atau tidak menggantungkan niat dalam pelaksanaan shalat ghaib, maka hukum shalat ghaib yang telah dilaksanakan tidak sah. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Imam Al-Bukhori:

وَلَا تجوز الصَّلَاة على الْغَائِب حَتَّى يعلم أَو يظنّ أَنه قد غسل أَو يمم نعم إِن علق النِّيَّة على طهره بِأَن نوى الصَّلَاة إِن كَانَ قد طهر صحت الصَّلَاة عَلَيْهِ
نهاية الزين (ص: 159)

Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Imam Al-Bukhori:

(مسألة : ب ش) : لا تصح الصلاة على من أسر أو فقد أو انكسرت به سفينة ، وإن تحقق موته أو حكم به حاكم ، إلا إن علم غسله أو علق النية على غسله ، إذ الأصح أنه لا يكفي غرقه ،
بغية المسترشدين - (ج 1 / ص 197)

Dasar pengambilan (3) oleh Al-Ustadz Zafi AL Dimass:

وَلَو صلى على من مَاتَ فِي يَوْمه وَغسل صَحَّ قَالَه الرَّوْيَانِيّ وَلَو صلى على من دفن صحت صلَاته لِأَنَّهُ عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَام صلى على قبر بعد مَا دفن رَوَاهُ الشَّيْخَانِ زَاد الدَّارَقُطْنِيّ بعد شهر وَالله أعلم
كفاية الأخيار في حل غاية الاختصار (ص: 163)


Daftar Pustaka:
  1. Nihayah Al-Zain. 159
  2. Bughyah Al-Mustarsyidin. I/ 197
  3. Kifayah Al-Akhyar. 163
=========

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:
  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi
PERUMUS Dan EDITOR:
I. Al-Ustadz Ibnu Malik
II. Al-Ustadzah Naumy Syarif


(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1630072443872976/)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama