DOC-313. Melayat Di Niati Zakat


 Abu Najdi As-salafi

3 Juli 2015 pukul 9:42

Assalamu'alaikum wr.wb

Sy anggota baru di grup ini, sbelumnya sy smpaikan trimakasih krn sdh diberi izin u/ bergabung dg para ust/gus/lora/ nyai dan saudara yg lain.

Ada prtanyaan titipan dr teman sy yg kbetulan sama2 awam dlm urusan agama.

Sahkah zakat fitrah yg diberikan kepada keluarga yg trkena musibah, ? Tasawwurnya spt ini: di kampung sy sdh jd tradisi kalau ada orang meniggal dunia, para tetangga melayat dg mmbawa beras 1 gantang (sho'). Blehkah beras yg di berikan ke kluarga mayat tadi di niati ZAKAT FITRAH??

=========

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

Bolehkan melayat diniati membayar zakat fitrah?

Allah subchanahu wa ta’ala berfirman: "Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat-zakat) itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana". (QS. Al Taubah: 60)

     Imam Achmad bin Muhammad bin Ali bin Hajar al-Haitami juga menyatakan dengan berkata: "Dan perkataan mereka: “Boleh memberikannya (zakat) terhadap orang yang tidak mengetahui bahwa itu zakat, karena yang menjadi titik pertimbangan adalah niat seseorang yang memiliki barang. Demikian itu apabila tidak terdapat sesuatu yang memalingkan (dari keberadaannya sebagai zakat) dari pihak penerima. Sedangkan apabila terdapat hal tersebut (sharif) sebagaimana dia (penerima) menerima dengan dimaksudkan pada hal lain (sebagai hadiah misalnya), maka yang demikian itu tidaklah mencukupi (sebagai zakat)”. Hal senada juga dipaparkan oleh Imam Abu Bakar bin Sayyid Muhammad Syata al-Dimyati didalam kitab karyanya I’anah al Thalibin.

     Berdasarkan ayat dan uraian dari para pakar Fiqh tersebut diatas, pendistribusian zakat fitrah yang dikemas sebagai pemberian kepada orang yang keluarganya baru meniggal dunia (melayat) adalah tidak mencukupi sebagai zakat walaupun penerima termasuk orang yang berhak menerima zakat (mustahik). Karena adat yang ada di masyarakat (anggapan bahwa pemberian pada saat ta’ziyah adalah sedekah atau hadiah) menjadi sesuatu yang dapat memalingkan dari keberadaan beras (sebagai zakat), kecuali orang yang berzakat (muzakki) mejelaskan kepada penerima bahwa barang tersebut sebagai zakat (bukan sedekah atau hadiah). Maka hukumnya sah sebagai zakat. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Brojol Gemblung:


وَقَوْلُهُمْ يَجُوزُ دَفْعُهَا لِمَنْ لَمْ يَعْلَمْ أَنَّهَا زَكَاةٌ؛ لِأَنَّ الْعِبْرَةَ بِنِيَّةِ الْمَالِكِ مَحَلُّهُ عِنْدَ عَدَمِ الصَّارِفِ مِنْ الْآخِذِ أَمَّا مَعَهُ كَأَنْ قَصَدَ بِالْأَخْذِ جِهَةً أُخْرَى فَلَا

تحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي (3/ 242)


Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Ibnu Malik:


وقولهم يجوز دفعها لمن لا يعلم أنها زكاة لأن العبرة بنية المالك محله عند عدم الصارف من الآخذ أما معه كأن قصد بالأخذ جهة أخرى فلا

إعانة الطالبين - (ج 2 / ص 163)








Referensi:


Tuchfah al Muchtaj. III/ 242

I’anah al Thalibin. II/ 163


=========



MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)


MUSHAHIH:


Al-Ustadz Brojol Gemblung

Al-Ustadz Wes Qie

Al-Ustadz Abdul Malik

Al-Ustadz Ro Fie

Al-Ustadz Moh Ilhamudin

Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi



PERUMUS Dan EDITOR:

I. Al-Ustadz Ibnu Malik

II. Al-Ustadzah Naumy Syarif





(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1639567772923443/)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama