DOC-317. Meninggal Di Bulan Sya’ban Tidak Wajib Zakat Fitrah


 

Themaster Syafi'i Assaif
6 Juli 2015 pukul 19:02
assalamualaikum
ust, mau tanya,,,
apakah masih wajib di bayarin , zakat fitrah nya ibu ku, yg sudah meninggal waktu bulan sya'ban kemaren,,, mohon jawaban nya
=========
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Apakah orang yang meniggal di bulan Sya’ban harus dikeluarkan zakatnya?
     Syaikh Zainuddin bin Abdu al Aziz al Malibary di dalam kitabnya (Fathu al Mu’in) berkata: “Dan wajib zakat fitrah. Disebut dengan zakat fitrah karena diwajibkan telah berbuka puasa. Zakat fitrah diwajibkan sebagaimana diwajibkan puasa Ramadlan, yaitu pada tahun kedua hijriyah. Dan pernyataan Imam Ibnu Luban yang menyatakan bahwa zakat fitrah tidak wajib adalah suatu kesalahan, sebagaimana yang termaktub di dalam kitab "Al-Raudlah"." Al Malibary juga mengutip pernyataan Imam Waki’ yang menyatakan bahwa zakat fitrah bagi bulan Ramadlan adalah laksana sujud sahwi bagi shalat. Zakat fitrah dapat menambal kekurangan puasa sebagaimana sujud sahwi dapat menambal kekurangan shalat. Dan hal ini diperkuat oleh sebuah hadits shahih yang menyatakan bahwa sesungguhnya zakat fitrah dapat membersihkan orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan perkataan keji.
     Al Malibary juga menyatakan bahwa zakat fitrah diwajibkan atas orang yang merdeka. Maka zakat fitrah tidak wajib bagi seorang budak atas nama dirinya sendiri, tetapi menjadi kewajiban tuannya. Juga tidak wajib atas nama istrinya. Bahkan jika istrinya adalah seorang buda’ (amat), maka yang berkewajiban zakat atas dirinya (istri) adalah tuannya. Dan jika ia bukan seorang buda’, maka ia berkewajiban zakat atas dirinya sendiri (bukan kewajiban suaminya yang merupakan budak) sebagaimana keterangan berikut. Zakat fitrah juga tidak wajib atas budak mukatab, sebab kepemilikannya dianggap lemah. Dan karena itu pula ia tidak wajib mengeluarkan zakat hartanya, juga tidak berkewajiban memberikan nafkah terhadap kerabat-kerabatnya. Dan karena kebebasan dirinya, maka zakat fitrah atas nama dirinya tidak dibebankan atas tuannya.
     Al Malibary juga menuturkan bahwa kewajiban zakat fitrah adalah dengan sebab terbenamnya matahari pada malam Idul Fitri di bulan Ramadlan, ya’ni dengan sebab menjumpai bagaian (waktu) akhir bulan Ramadlan dan bagian (waktu) pertama bulan Syawwal. Dengan demikian, orang yang baru setelah matahari terbenam, baik berupa anak, istri yang baru dinikahi, budak yang baru dimiliki, baru kaya dan baru masuk islam tidak wajib dikeluarkan zakatnya. Al Malibary juga menegaskan bahwa kewajiban zakat fitrah juga tidak gugur sebab hal-hal yang terjadi setelah matahari terbenam matahari, baik berupa kematian, kemerdekaan budak, perceraian, dan sesuatu yang menghilangkan hak milik.
     Berdasar uraian tersebut diatas, maka orang yang meninggal dunia di bulan Sya’ban tidak wajib dikeluarkan zakat fitrah atas namanya karena sejak awal ia tidak berkewajiban zakat sebab tidak menjumpai dua bagian waktu, yaitu akhir bulan Ramadlan dan awal bulan Syawal. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Brojol Gemblung:
وتجب الفطرة أي زكاة الفطر سميت بذلك لأن وجوبها به وفرضت كرمضان في ثاني سني
الهجرة.
وقول ابن اللبان بعدم وجوبها غلط كما في الروضة.
قال وكيع: زكاة الفطر لشهر رمضان كسجدة السهو للصلاة تجبر نقص الصوم كما يجبر السجود نقص الصلاة.
ويؤيده ما صح أنها طهرة للصائم من اللغو والرفث على حر فلا تلزم على رقيق عن نفسه بل تلزم سيده عنه ولا عن زوجته بل إن كانت أمة فعلى سيدها وإلا فعليها1 كما يأتي ولا على مكاتب لضعف ملكه ومن ثم لم تلزمه زكاة ماله ولا نفقة أقاربه ولاستقلاله لم تلزم سيده عنه.
بغروب شمس ليلة فطر من رمضان أي بإدراك آخر جزء منه وأول جزء من شوال فلا تجب بما حدث بعد الغروب من ولد ونكاح وملك قن وغنى وإسلام ولا تسقط بما يحدث بعده من موت وعتق وطلاق ومزيل ملك.
فتح المعين بشرح قرة العين بمهمات الدين (ص: 239)
Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:
وأما المؤدى عنه فيشترط فيه أمران الأول الإسلام فلاتخرج الفطرة عن كافر أما المرتد ففطرته موقوفة على عوده للإسلام كما مر الثاني أن يبدرك وقت وجوبها الذي هو آخر جزء من رمضان وأول جزء من شوال فتخرج عمن مات بعد الغروب وعمن ولد قبله ولو بلحظة دون من مات قبله ودون من ولد بعده

رياض البديعة – ص 57


Daftar Pustaka:

  1. Fathu al-Mu’in. 239
  2. Riyadlu al-Badi’ah. 57

=========
MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:

  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi
PERUMUS Dan EDITOR:
I. Al-Ustadz Ibnu Malik
II. Al-Ustadzah Naumy Syarif

 

(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1640416729505214/)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama