DOC-319. Memberikan Zakat Kepada Orang Yang Tidak Melaksanakan Shalat


 Hayat Aman Salam

11 Juli 2015 pukul 19:01

Assalamualaikum wr.wb.
Saya mw tanya bgmn hkumx zakat fitrah sma orng miskin yg tdk sholat?

=========

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

Bagaimanakah hukum mendistribusikan zakat fitrah kepada orang yang tidak melaksanakan shalat?

     Adapun hukum mendistribusikan zakat kepada orang yang tidak melaksanakan shalat adalah diperinci sebagai berikut:

1) Jika ia meninggalkan shalat dengan keyakinan bahwa shalat tersebut tidak wajib terhadapnya, maka ia telah keluar dari Islam (murtad), dan (maka) memberikan zakat kepadanya adalah tidak sah.

2) Jika ia meninggalkan shalat karena malas dan masih berkeyakinan bahwa shalat tersebut wajib atas dirinya, maka diperinci sebagai berikut:

a) Jika mengacu kepada pendapat yang autentik (mu`tamad) dikalangan madzhab Syafi'i yang menyatakan bahwa arti “Rusydi” adalah: صلاح الدين والمال (pandai dalam memelihara agama dan harta), maka diperinci sebagai berikut:

  • Jika sejak baligh ia tidak melaksanakan shalat dan hal tersebut berkelanjutan hingga saat ia menerima zakat, maka ia tidak diperbolehkan menerima zakat karena ia termasuk dalam kategori orang yang dilarang menggunakan harta (mahjur 'alaih), tetapi diperbolehkan bagi walinya untuk menerima zakat atas namanya.
  • Jika pada awal baligh ia mengerjakan shalat tetapi dikemudian hari ia meninggalkan shalat dan ia pandai dalam memanfaatkan harta (tidak boros), atau ia merupakan orang yang boros dalam memelihara harta tetapi ia tidak dilarang dalam penggunaan harta (ghairu mahjur 'alaih), maka diperbolehkan baginya menerima zakat secara langsung.

b) Namun jika mengacu kepada pendapat tiga Imam madzhab yang lain (Imam Hanafi, Maliki, dan Chambali yang juga diikuti oleh sebagian ulama mazhab Syafi'i seperti Ibnu Abdus Salam) yang mengatakan bahwa pengertian Rusyd adalah: صلاح المال (pandai dalam memelihara harta saja), maka diperbolehkan baginya menerima zakat secara langsung (secara) mutlak. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Brojol Gemblung:

(مَسْأَلَةٌ) : هَلْ يَجُوزُ دَفْعُ الزَّكَاةِ إلَى مُسْلِمٍ بَالِغٍ عَاقِلٍ لَا يُصَلِّي وَيَعْتَقِدُ وُجُوبَ الصَّلَاةِ وَيَتْرُكُهَا كَسَلًا؟
الْجَوَابُ: إنْ بَلَغَ تَارِكًا لِلصَّلَاةِ وَاسْتَمَرَّ عَلَى ذَلِكَ إلَى حِينِ دَفْعِ الزَّكَاةِ لَمْ يَجُزْ دَفْعُهَا إلَيْهِ؛ لِأَنَّهُ مَحْجُورٌ عَلَيْهِ بِالسَّفَهِ فَلَا يَصِحُّ قَبْضُهُ وَلَكِنْ يَجُوزُ دَفْعُهَا إلَى وَلِيِّهِ فَيَقْبِضُهَا لِهَذَا السَّفِيهِ، وَإِنْ كَانَ بَلَغَ مُصَلِّيًا رَشِيدًا، ثُمَّ طَرَأَ تَرْكُ الصَّلَاةِ وَلَمْ يَحْجُرْ عَلَيْهِ الْقَاضِي جَازَ دَفْعُهَا إلَيْهِ وَصَحَّ قَبْضُهُ بِنَفْسِهِ كَمَا يَصِحُّ جَمِيعُ تَصَرُّفَاتِهِ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ انْتَهَتْ

حاشية الجمل على شرح المنهج = فتوحات الوهاب بتوضيح شرح منهج الطلاب (4/ 102)

Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Brojol Gemblung:

قوله ( صلاح دين ومال ) خلافا لأبي حنيفة ومالك حيث اعتبر إصلاح المال فقط ومال إليه ابن عبد السلام واعترض الأول بأن الرشد في الآية نكرة في سياق الإثبات فلا تعم
وأجيب بأنها في سياق الشرط فتعم وأيضا الرشد مجموع أمرين لا كل واحد سم
وفي ق ل على الجلال واعتبر الأئمة الثلاثة صلاح المال وحده وقرره شيخنا

حاشية البجيرمي - (ج 2 / ص 436)


Daftar Pustaka:

  1. Hasyiyah al-Jamal ‘Ala Syarh al-Minhaj. IV/ 102
  2. Hasyiyah al-Bujairami. II/ 436

=========

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi
PERUMUS Dan EDITOR:
I. Al-Ustadz Ibnu Malik
II. Al-Ustadzah Naumy Syarif

 


(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1641677892712431/)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama