DOC-331. Menelan Ludah Yang Terasa Jeruk Saat Berpuasa


 Ochan Dhakhochan

5 Juli 2015 pukul 22:42

Pertanyaan titipan;
Assalamualaikum...
Saya punya kbiasaan saat sahur minum vitamin C rasa jeruk. Mski sdah hbs dimulut ttp berasa jeruk ...manis2 masam. Bhkn saat mnjelang subuh saya sdah gosok gigi dan kumur2 tp ttp rasa itu gk hilang.
Saat adzan subuh berkumandang saya mnelan ludah ttp berasa jeruk... batalkah puasa saya ? Thanks

~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

Bagaimanakah hukum puasa orang yang menelan ludah yang masih terasa sirup jeruk?

     Imam Sulaiman bin Amr bin Mansur al-‘Ujaili al Azhuri yang lebih popular dengan sebutan al-Jamal menyatakan bahwa kemurnian rasa yang tersisa dari bekas makanan tidak berpengaruh terhadap orang yang sedang berpuasa karena tidak ada sesuatu yang masuk kedalam perut dan hal itu tidaklah sama dengan bekas yang tersisa setelah minum kopi, ya’ni sesuatu yang dapat merubah terhadap warna atau rasa. Maka menelannya adalah berbahaya, karena sesungguhnya perubahan warna menunjukkan bahwa didalam bekas tersebut masih terdapat benda (‘ain). Dan juga dimungkinkan bahwa hal tersebut (menelan sesuatu yang dapat merubah terhadap warna) tidak berbahaya, karena warna bisa dihasilkan dari aktifitas ludah. Hal senada juga diurai oleh Imam Syamsuddin; Muhammad bin Abi al-‘Abbas; Ahmad bin Hamzah; Syihabuddin al-Ramli di dalam kitabnya "Nihayah al-Muhtaj Ila Syarh al-Minhaj" (Chasyiyah al Syibramulisi).
     Imam Muhammad al-Syarbini al-Khathib juga menyatakan bahwa jika tersisa sebuah rasa diantara gigi orang yang sedang bepuasa lalu mengalir bersama air ludah tanpa ada unsur kesengajaan, maka tidak membatalkan puasa jika ia tidak mampu untuk membedakan dan memuntahkannya. Karena hal itu dima’afkan dan tidak ada unsur kelalaian.
     Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf al-Nawawi juga menyatakan bahwa diantara hal-hal yang terjadi pro dan kontra dikalangan Ulama’ adalah rasa yang tersisa diantara gigi ketika orang yang berpuasa menelannya. Dan perincian masalah ini telah diuraikan dalam madzhab kami (Ulama’ madzhab Syafi’i). Imam Ibnu Mundzir berkata: “Para Ulama’ telah sepakat bahwa sesungguhnya tidak ada sesuatu apapun atas orang yang sedang berpuasa dalam menelan sesuatu yang berada diantara gigi yang mengalir bersama air ludah dan sulit untuk dihindarkan.” Ibnu Mundzir juga menyatakan bahwa: “Jika ia (orang yang berpuasa) mampu untuk menolak (tidak menelan) kemudian ia menelan dengan sengaja, maka Imam Abu Chanifah menyatakan bahwa hal itu tidak membatalkan puasa. Namun Ulama’-ulama’ yang lain menyatakan bahwa hal itu dapat membatalkan puasa. Ini juga merupakan pendapatku.”

KESIMPULAN:
     Bedasar uraian tersebut, maka puasa orang yang menelan ludah yang masih terasa sirup jeruk tidak batal jika tidak mampu untuk membedakan dan memuntahkannya. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Brojol Gemblung:

أَمَّا مُجَرَّدُ الطَّعْمِ الْبَاقِي مِنْ أَثَرِ الطَّعَامِ فَلَا أَثَرَ لَهُ لِانْتِفَاءِ وُصُولِ الْعَيْنِ إلَى جَوْفِهِ وَلَيْسَ مِثْلُ ذَلِكَ الْأَثَرُ الْبَاقِي بَعْدَ الْقَهْوَةِ مِمَّا يُغَيِّرُ لَوْنَهُ أَوْ طَعْمَهُ فَيَضُرُّ ابْتِلَاعُهُ؛ لِأَنَّ تَغَيُّرَ لَوْنِهِ يَدُلُّ عَلَى أَنَّ بِهِ عَيْنًا وَيُحْتَمَلُ أَنْ يُقَالَ بِعَدَمِ الضَّرَرِ؛ لِأَنَّ مُجَرَّدَ اللَّوْنِ يَجُوزُ أَنْ يَكُونَ اكْتَسَبَهُ الرِّيقُ مِنْ مُجَاوَرَتِهِ لِلْأَسْوَدِ مَثَلًا وَهَذَا هُوَ الْأَقْرَبُ أُخِذَ مِمَّا قَالُوهُ فِي طَهَارَةِ الْمَاءِ إذَا تَغَيَّرَ بِمُجَاوِرٍ

حاشية الجمل على شرح المنهج = فتوحات الوهاب بتوضيح شرح منهج الطلاب (1/ 435)

Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:

[حاشية الشبراملسي]
قوله: كالسهو) أي فتبطل بالكثير معه في الأصح وظاهره، وإن كان قريب العهد بالإسلام، وغير مخالط للعلماء.

(قوله: فلا تبطل بقليله قطعا) قياس ما في الصوم الذي تقدم قريبا نقله عند قوله أو نسي الصلاة إلخ بناء على ما فرقنا به ثانيا من أنه لو أكل هنا ناسيا ثم تذكر وظن أن صلاته بطلت بما فعله فبلع بقية المأكول عامدا البطلان، ومقتضى ما فرقنا به أولا عدمه، وهو الظاهر (قوله: وعجز عن تمييزه) أي أما مجرد الطعم الباقي من أثر الطعام فلا أثر له لانتفاء وصول العين إلى جوفه، وليس مثل ذلك الأثر الباقي بعد شرب القهوة مما يغير لونه أو طعمه فيضر ابتلاعه؛ لأن تغير لونه يدل على أن به عينا، ويحتمل أن يقال بعدم الضرر؛ لأن مجرد اللون يجوز أن يكون اكتسبه الريق من مجاورته للأسود مثلا. وهذا هو الأقرب أخذا مما قالوه في طهارة الماء إذا تغير بمجاور

نهاية المحتاج إلى شرح المنهاج (2/ 52)

Dasar pengambilan (3) oleh Al-Ustadz Zafi AL Dimass:

ولو بقي طعام بين أسنانه فجرى به ريقه من غير قصد لم يفطر إن عجز عن تمييزه ومجه لأنه معذور فيه غير مفرط ولو أوجر كأن صب ماء في حلقه مكرها لم يفطر وكذا إن أكره حتى أكل أو شرب لأن حكم اختياره ساقط وإن أكل ناسيا لم يفطر وإن كثر لخبر الصحيحين من نسي وهو صائم فأكل أو شرب فليتم صومه فإنما أطعمه الله وسقاه
الإقناع للشربيني - (ج 1 / ص 237)

Dasar pengambilan (4) oleh Al-Ustadz Ibnu Malik:

(ومنها) الطعام الباقي بين اسنانه إذا ابتلعه قد سبق تفصيل مذهبنا فيه قال ابن المنذر: اجمع العلماء علي انه لا شئ علي الصائم فيما يبلعه مما يجرى مع الريق مما بين اسنانه مما لا يقدر علي رده قال فان قدر علي رده فابتلعه عمدا قال أبو حنيفة لا يفطر وقال سائر العلماء يفطر وبه اقول ودلائل هذه المسائل سبقت في مواضعها والله أعلم

المجموع شرح المهذب - (ج 6 / ص 320)

Referensi:

  1. Hasyiyah al-Jamal. I/ 435
  2. Nihayah al-Muhtaj Ila Syarh al-Minhaj. II/ 52
  3. Al-Iqna’ Li al-Syarbini. I/ 237
  4. Al-Majmu’ Syarh al-Muhaddzab. VI/ 320

=========

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi
PERUMUS Dan EDITOR:
I. Al-Ustadz Ibnu Malik
II. Al-Ustadzah Naumy Syarif

 


(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1640214762858744/)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama