DOC-334. Seputar Niat Zakat
Manusia Biasa
18 Juli pukul 6:38 •
Assalamu'alaikum..
Tanya tentang niat zakat fitrah..
1. Sya akan zakat fitrah
Misal dgn niat hanya seperti ini,
"Saya niat zakat fitrah"
apakah sah..?
2. Misal kalau niat untk keluarga seperti ini,
"sya niat zakat fitrahnya ibu sya, bpk saya,
adik sya, istri sya "
Apakah sah..?
Terimakasih,,
=========
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Apakah sah zakat dengan niat “Saya niat zakat fitrah”. “Saya niat zakat fitrahnya ibu saya”, “Saya niat zakat fitrahnya istri saya”?
Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz al Malibary didalam kitab karyanya (Fatchu al Mu’in) menyatakan bahwa syarat menunaikan zakat ada dua:
- Niat didalam hati, bukan dengan ucapan. Seperti berniat: “Ini zakat hartaku” sekalipun tidak menyebutkan kata “fardlu”, karena tidak ada zakat kecuali wajib. Atau dengan niat “Inilah sedekah wajib (fardlu)” atau “Inilah zakat wajib (fardlu) hartaku.” Dan belum cukup dengan niat “Inilah fardlu hartaku”, karena niat semacam itu (kefardluan harta) bisa berupa kafarat dan nadzar.
- Didistribusikan kepada orang yang berhak menerimanya. Yaitu orang yang termasuk dalam delapan golongan sebagaimana yang tersebut didalam ayat: “Sedekah (zakat) hanya didistribusikan kepada orang-orang fakir, miskin, amil zakat, mu’allaf, budak, orang yang berhutang, sabilillah dan ibnu sabil…” (QS. al Taubah: 20)
Berdasar uraian tersebut di atas, maka niat sebagaimana yang telah disampaikan penanya (tersebut di atas) adalah sah dan sesuatu yang telah dikeluarkan adalah sah sebagai zakat bahkan walaupun tanpa menyebutkan kata “fardlu” sekalipun, karena tidak ada zakat kecuali wajib (fardlu). Pendapat ini merupakan pendapat yang telah dikultuskan oleh mayoritas Ulama’ Fiqh sebagaimana yang telah diulas oleh Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf al-Nawawi sebagaimana berikut:
“Jika seseorang berniat zakat dengan tanpa menampilkan (menyebutkan) kefardluan (kata fardlu), maka ada dua pendapat:
- Pendapat yang lebih autentik (ashah) yang telah dikultuskan oleh pengarang (Imam Nawawi) dan mayoritas Ulama’ menyatakan cukup (sah).
- Pendapat kedua menyatkan tidak cukup (tidak sah).” Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Brojol Gemblung:
وشرط له أي أداء الزكاة شرطان.
1- أحدهما: نية بقلب لا نطق كهذا زكاة مالي ولو بدون فرض إذ لا تكون إلا فرضا.
أو صدقة مفروضة أو هذا زكاة مالي المفروضة.
ولا يكفي: هذا فرض مالي لصدقه بالكفارة والنذر.
~~~~~
2- وثانيهما: إعطاؤها لمستحقيها أي الزكاة يعني من وجد من الأصناف الثمانية المذكورة في آية: {إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ} [9 سورة التوبة الآية: 60]
فتح المعين بشرح قرة العين بمهمات الدين (ص: 245)
Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Brojol Gemblung:
وَلَوْ نوى الزكاة ولم يعترض لِلْفَرْضِيَّةِ فَطَرِيقَانِ (أَصَحُّهُمَا) وَبِهِ قَطَعَ الْمُصَنِّفُ وَالْجُمْهُورُ أَنَّهُ يُجْزِئُهُ وَجْهًا وَاحِدًا
(وَالثَّانِي)
عَلَى وَجْهَيْنِ
(أَحَدُهُمَا)
يُجْزِئُهُ
(وَالثَّانِي)
لَا يُجْزِئُهُ حَكَاهُ إمَامُ الْحَرَمَيْنِ وَالْمُتَوَلِّي وَآخَرُونَ مِنْ الْخُرَاسَانِيِّينَ
المجموع شرح المهذب (6/ 181)
Daftar Pustaka:
- Fathu al-Mu’in. 240
- Al-Majmu’ Syarh al-Muhaddzab. VI/ 181
=========
MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Brojol Gemblung
- Al-Ustadz Wes Qie
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi
PERUMUS Dan EDITOR:
I. Al-Ustadz Ibnu Malik
II. Al-Ustadzah Naumy Syarif
(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1643621212518099/)

Komentar
Posting Komentar