DOC-337. Kotoran Hewan Kecil (Cicak, Lalat, Ulat, Kecoa Dan Lain-lain)

 

Nopi Darto
26 Juli 2015 pukul 21:47

Assalamu'alaikum..
Ustadz..
Mau tanya.,
1. apakah ada ulama dari madzab syafi'i yg mengatakan/berpendapat bahwa kotoran hewan seperti:
Cicak, lalat , ulat daun, kecoa,binatang yg kecil2..
Itu tidak najis..?
Terimakasih..

=========

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

Adakah pendapat Ulama’ dari kalangan madzhab Syafi’i yang menyatakan bahwa kotoran hewan kecil seperti kotoran cicak, lalat, ulat, kecoa dan lain-lain adalah suci?

     Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf al-Nawawi di dalam kitabnya (Al-Majmu’) menyatakan: “Sesungguhnya madzhab kami (Ulama’ dari kalangan madzhab Syafi’i) menyatakan bahwa semua kotoran dan air seni dari semua hewan adalah najis, baik hewan yang halal dikonsumsi dagingnya atau tidak, burung, demikian juga kotoran ikan, belalang dan hewan yang tidak memiliki darah yang mengalir (seperti lalat), maka kotoran dan air seninya adalah najis menurut satu madzhab yang telah ditentukan oleh Ulama’-ulama’ Iraq dan sekelompok Ulama’ dari wilayah timur Persia (Khurasan). Sekelompok Ulama’ tersebut juga menceritakan sebuah pendapat yang lemah (dla’if) yang menyatakan kesucian kotoran ikan, belalang serta hewan-hewan yang tidak memiliki darah yang mengalir. Dan kami (Imam Nawawi) juga telah meneceritakan sebuah pendapat dari pengarang kitab al Bayan dan Imam Rafi’i yang menyatakan bahwa sesungguhnya air seni dan kotoran hewan yang halal dikomsumsi dagingnya adalah suci. Pendapat ini merupakan pendapat yang sulit dirasionalkan (gharib).” Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Brojol Gemblung:

[الشَّرْحُ] حَدِيثُ ابْنِ مَسْعُودٍ رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ بِلَفْظِهِ وَقَدْ سَبَقَ أَنَّ مَذْهَبَنَا أَنَّ جميع الارواث والدرق وَالْبَوْلِ نَجِسَةٌ مِنْ كُلِّ الْحَيَوَانِ سَوَاءٌ الْمَأْكُولُ وَغَيْرُهُ وَالطَّيْرُ وَكَذَا رَوْثُ السَّمَكِ وَالْجَرَادِ وَمَا لَيْسَ لَهُ نَفْسٌ سَائِلَةٌ كَالذُّبَابِ فَرَوْثُهَا وَبَوْلُهَا نَجِسَانِ عَلَى الْمَذْهَبِ وَبِهِ قَطَعَ الْعِرَاقِيُّونَ وَجَمَاعَاتٌ مِنْ الْخُرَاسَانِيِّينَ وَحَكَى الْخُرَاسَانِيُّونَ وَجْهًا ضَعِيفًا فِي طَهَارَةِ رَوْثِ السَّمَكِ وَالْجَرَادِ وَمَا لَا نَفْسَ له سائل وَقَدْ قَدَّمْنَا وَجْهًا عَنْ حِكَايَةِ صَاحِبِ الْبَيَانِ وَالرَّافِعِيِّ أَنَّ بَوْلَ مَا يُؤْكَلُ وَرَوْثَهُ طَاهِرَانِ وَهُوَ غَرِيبٌ وَهَذَا الْمَذْكُورُ مِنْ نَجَاسَةِ ذَرْقِ الطُّيُورِ كُلِّهَا هُوَ مَذْهَبُنَا
المجموع شرح المهذب (2/ 550)

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Aqil Fauzan:

وَذَهَبَ الشَّافِعِيَّةُ إِلَى أَنَّ الْمِسْكَ - كَمَا قَال النَّوَوِيُّ - طَاهِرٌ، وَفِي فَأْرَتِهِ الْمُنْفَصِلَةِ فِي حَيَاةِ الظَّبْيَةِ وَجْهَانِ: الأَْصَحُّ الطَّهَارَةُ كَالْجَنِينِ، فَإِنِ انْفَصَلَتْ بَعْدَ مَوْتِهَا فَنَجِسَةٌ عَلَى الصَّحِيحِ كَاللَّبَنِ، وَطَاهِرَةٌ فِي وَجْهٍ كَالْبَيْضِ الْمُتَصَلِّبِ.
الموسوعة الفقهية الكويتية (40/ 90)

Daftar Pustaka:

  1. Al-Majmu’ Syarah al-Muhaddzab. II/ 550
  2. Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah. XL/ 90

=========

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi


PERUMUS
 Dan EDITOR:
I. Al-Ustadz Ibnu Malik
II. Al-Ustadzah Naumy Syarif

(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1646164095597144/)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama