DOC-303. Hukum Orang Yang Berpuasa Tapi Meninggalkan Shalat

 

ابي عمرالصدق اندنسي
23 Juni 2015 • Kapit Fort, Malaysia

Assalamualaikum ana mo bertanya bagaimana hukumnya org yang puasa tetapi meninggalkan salat?trimksih

=========

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

Bagaimanakah hukum orang yang berpuasa tapi meninggalkan shalat menurut perspektif Fiqh?

     Imam Zainal Abidin (Ulama’ Kontemporer) didalam Fatawanya pernah ditanya: Apakah puasa orang yang meninggalkan shalat dinyatakan sah?
Beliau menjawab: “Betul. Sah melaksanakan puasa dibulan Ramadlan walaupun ia meninggalkan shalat. Namun haram baginya meninggalkan shalat yang bersifat wajib dan ia berdosa karena telah meninggalkannya".
     Di dalam "Daru al Ifta’ al Mishriyah" juga disebutkan:
Bagaimanakah hukum orang yang berpuasa Ramadlan namun ia tidak melaksanakan shalat. Apakah hal itu dapat membatalkan puasa dan apakah ia tidak mendapatkan pahala puasa?
Jawab: Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim meninggalkan shalat. Ancaman Allah dan Rasulullah sangatlah tegas atas orang yang meninggalkan dan lalai atas shalat. Sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat. Barang siapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (HR. Imam Achmad, al Tirmidzi, al Nasa’i dan Ibnu Majah yang di shahihkan oleh al Tirmidzi, Ibnu Chibban dan al CHakim). Adapun arti dari kata “maka dia telah kafir” didalam hadits ini dan hadits-hadits lain yang sama adalah ia (orang yang meninggalkan shalat) telah melakukan dosa besar dan hal itu sama dengan orang kafir yang tidak melaksanakan shalat. Maka sesungguhnya dosa-dosa besar adalah cabang dari kekufuran. Sebagaimana keta’atan yang merupakan cabang dari keimanan. Dan kata tersebut tidak mengandung arti bahwa ia (orang yang meninggalkan shalat) telah keluar dari Islam. Semoga Allah melindungi kita dari kekufuran. Maka sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat tidak dihukumi kafir hingga ia menginggkari (kewajiban) shalat. Hanya saja ia melakukan dosa besar. Orang Islam diperintahkan untuk melaksanakan ibadah yang telah disyari’atkan oleh Allah. Seperti shalat, puasa, zakat, haji dan lain-lain dari hal-hal yang diwajibkan oleh Allah. Dan wajib baginya untuk menetapi kewajiban-kewajiban tersebut secara menyeluruh. Sebagaimana firman Allah: "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu". (QS. Al Baqarah: 208)
     Didalam tafsirnya dijelaskan bahwa diwajibkan bagi setiap muslim untuk menetapi dan melaksanakan syari’at-syari’at Islam dan peribadatannya. Dan tidak diperbolehkan untuk memilih diantara syari’at dan ibadah-ibadah tersebut dengan melaksanakan sebagiannya dan meninggalkan sebagian yang lain. Dan hal itu dapat menyebabkan ia jatuh dan terjerembab kedalam firman Allah: "Apakah kamu beriman kepada sebagian Al-kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat". (QS. Al Baqarah: 85)
     Dan bagi setiap ibadah dari ibadah-ibadah yang diwajibkan memiliki rukun dan syarat-syarat tertentu. Rukun dan syarat ini tidak berkaitan dengan pelaksanaan ibadah yang lain. Jika seorang muslim melaksanakan ibadah sesuai dengan aturannya dan ia meninggalkan ibadah yang lain, maka ibadah yang dilaksanakan telah mencukupi. Hanya saja ia berdosa dengan meninggalkan ibadah yang lain. Barang siapa berpuasa namun ia tidak melaksanakan shalat, maka puasa yang dilaksanakan adalah sah. Karena untuk keafsahan puasa tidak disyaratkan harus menunaikan shalat. Namun ia berdosa besar karena telah meninggalkan shalat. Dan ia wajib untuk segera bertaubat kepada Allah. Sedang masalah pahala, maka hal itu dipasrahkan kepada Allah. Hanya saja orang yang berpuasa dan melaksanakan shalat lebih dapat diharapkan pahalanya dari pada orang yang berpuasa namun meninggalkan shalat. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Muh KHolili Aby Fitry:


(س) هل يصح صوم تارك الصلاة املا؟
(ج) نعم يصح صوم رمضان وان لم يصل الصائم لكن يحرم ترك الصلاة المفروضة وياءثم بتركها
الفتاوى اﻵمدية – 1 – 312

Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:

ما الحكم فيمن صام رمضان ولكنه لا يصلي؛ هل ذلك يُفسِد صيامه ولا ينال عليه أجرًا؟

الرقـم المسلسل : 3763 تاريخ الإجابة : 16/08/2011 ما الحكم فيمن صام رمضان ولكنه لا يصلي؛ هل ذلك يُفسِد صيامه ولا ينال عليه أجرًا؟

الـجـــواب : أمانة الفتوى لا يجوز لمسلمٍ تركُ الصلاة، وقد اشتد وعيد الله تعالى ورسوله صلى الله عليه وآله وسلم لمن تركها وفرط في شأنها، حتى قال النبي صلى الله عليه وآله وسلم: «الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ» أخرجه الإمام أحمد والترمذي والنسائي وابن ماجه، وصححه الترمذي وابن حبان والحاكم، ومعنى «فقد كفر» في هذا الحديث الشريف وغيره من الأحاديث التي في معناه: أي: أتى فعلًا كبيرًا وشابه الكفار في عدم صلاتهم، فإن الكبائر من شُعَب الكُفر ، كما أن الطاعات من شُعَب الإيمان، لا أنه قد خرج بذلك عن ملة الإسلام -عياذًا بالله تعالى- فإن تارك الصلاة لا يكفر حتى يجحدها ويكذب بها، ولكنه مع ذلك مرتكب لكبيرة من كبائر الذنوب. والمسلم مأمورٌ بأداء كل عبادة شرعها الله تعالى -من الصلاة والصيام والزكاة والحج وغيرها مما افترض الله عليه- إن كان من أهل وجوبه، وعليه أن يلتزم بها جميعًا كما قال الله تعالى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً﴾ [البقرة: 208]، وجاء في تفسيرها: أي التزموا بكل شرائع الإسلام وعباداته، ولا يجوز له أن يتخير بينها ويُؤدِّيَ بعضًا ويترك بعضًا فيقع بذلك في قوله تعالى: ﴿أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ﴾ [البقرة: 85]. وكل عبادة من هذه العبادات المفروضة لها أركانها وشروطها الخاصة بها، ولا تَعَلُّق لهذه الأركان والشروط بأداء العبادات الأخرى، فإن أدَّاها المسلم على الوجه الصحيح مع تركه لغيرها من العبادات فقد أجزأه ذلك وبرئت ذمتُه من جهتـها، ولكنه يأثم لتركه أداء العبـادات الأخرى، فمن صـام وهو لا يصلي فصومه صحيح غير فاسد؛ لأنه لا يُشتَرَط لصحة الصوم إقامة الصلاة، ولكنه آثمٌ شرعًا من جهة تركه للصلاة، ومرتكب بذلك لكبيرة من كبائر الذنوب، ويجب عليه أن يبادر بالتوبة إلى الله تعالى. أما مسألة الأجر فموكولة إلى الله تعالى، غير أن الصائم المُصَلِّي أرجى ثوابًا وأجرًا وقَبولًا ممن لا يصلي.
دار الافتاء المصرية
(Link Kitab: http://www.dar-alifta.org/ViewFatwa.aspx)



Daftar Pustaka:

  1. al-Fatawa al-Umdiyah. I/ 312
  2. Daru al-Ifta’ al-Mishriyah.

=========

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

  1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
  2. Al-Ustadz Wes Qie
  3. Al-Ustadz Abdul Malik
  4. Al-Ustadz Ro Fie
  5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
  6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
  7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

PERUMUS Dan EDITOR:
I. Al-Ustadz Ibnu Malik
II. Al-Ustadzah Naumy Syarif


(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1636472939899593/)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOC_142. Yang Dimaksud Perampok Dalam Untaian Kata Hikmah

DOC_99. Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Hukum Mengganti Nama