DOC-343. Upah Membangun Gereja
Evanfauzan
24 Agustus 2014 • Modjokerto
Assalamualaikum wr.wb
Mau nanya pak ustad..
Apakah Upah Orang Islam Yang membangun Gereja itu Halal
Terima kasih
Wasalamualaikum
=========
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Apakah upah orang Islam yang membangun gereja dihukumi halal?
Imam Syamsuddin; Muhammad bin Abi al ‘Abbas; Ahmad bin Hamzah; Syihabuddin al Ramli di dalam kitabnya (Nihayah al Muhtaj Ila Syarhil Minhaj) menyatakan bahwa tidak sah orang non muslim menyewa orang muslim untuk membangun tempat ibadah orang nasrani (gereja) karena keharaman membangun gereja itu sendiri, walaupun ia menyetujuinya. Al Ramli juga menguraikan bahwa penjelasan dari sesuatu yang telah disampaikan adalah sesungguhnya jika hal ini timbul dari orang muslim, maka hal itu hanyalah sebuah kema’siatan dan bukan hal yang dapat menyebabkan keluar dari Islam (kufur), dan itu jelas, karena sesungguhnya ia melakukan hal yang diharamkan yang tidak mengandung unsur pembatalan terhadap agama Islam (murtad), namun al Ramli mengutip pembelajaran dari guru kami al Syubari yang menyatakan bahwa sesungguhnya pembangunan tempat ibadah orang nasrani (gereja) yang dilakukan oleh orang muslim adalah bentuk kekufuran karena mengandung unsur pengagungan terhadap selain agama Islam dan hal itu tidak dapat disembunyikan. Kita juga tidak dapat memungkiri bahwa didalam pengagungan terhadap selain agama Islam dapat disertai keingkaran didalam hati, dan hal itu tidaklah berbahaya, maka kemurnian pengagungan (terhadap selain agama Islam) dengan tetap meyakini kebenaran agama Islam juga tidak berbahaya, karena adanya kemungkinan pengagungan tersebut dikarenakan kondisi darurat, maka pengagungan semacam itu dikategorikan sebagai pengagungan yang bersifat lahir, bukan pengagungan yang sebenarnya (hakiki). Dalam menanggapi statement al Syubari tersebut, al Ramli menyatakan: “Jika pernyataan yang dikutip dari guru kita tersebut benar, maka hal itu diasumsikan pada pengagungan yang merendahkan agama Islam, seperti pembenaran terhadap agama nasrani atas agama Islam yang disertai pengagungan".
Imam Zainuddin bin Ibrahim bin Muhammad yang populer dengan sebutan Ibnu Najim (seorang Ulama’ dari kalangan madzhab Hanafi) mengutip keterangan didalam sebuah literatur (al Tatar Khaniyah) yang menyatakan bahwa “Jika seorang muslim mempekerjakan (menyewakan) dirinya kepada kafir dzimmi didalam gereja (semata-mata untuk mendapat uang), maka hal itu tidaklah berbahaya”.
Berdasar pemaparan tersebut diatas, dapat diketahui bahwa upah yang dihasilkan dari pekerjaan membangun tempat ibadah non muslim (seperti gereja) adalah haram menurut pendapat Ulama’ dari kalangan madzhab Syafi’i. Sedang menurut Ulama’ dari kalangan madzhab Hanafi adalah diperinci sebagai berikut:
- Jika pekerjaan tersebut hanya semata-mata untuk mendapatkan upah, maka upah yang diperoleh adalah halal.
- Jika perkerjaan tersebut disertai unsur kema’siatan (seperti pembenaran terhadap agama lain), maka upah yang diperoleh adalah haram. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Ibnu Malik:
فرع: لا يصح استئجار ذمي مسلما لبناء كنيسة لحرمة بنائها وإن أقر عليه، وما في الزركشي مما يخالف ذلك ممنوع أو محمول على كنيسة لنزول المارة اهـ
~~~~~
(قوله نحو الكنائس) وصريح ما ذكر أن هذا إذا صدر من مسلم يكون معصية فقط ولا يكفر به، وهو ظاهر لأن غايته أنه فعل أمرا محرما لا يتضمن قطع الإسلام، لكن نقل بالدرس عن شيخنا الشوبري أن عمارة الكنيسة من المسلم كفر لأن ذلك منه تعظيم لغير الإسلام وفيه ما لا يخفىى لأنا لا نسلم أن ذلك فيه تعظيم غير الإسلام مع إنكاره في نفسه وهو لا يضر وبتسليمه فمجرد تعظيمه مع اعتقاد حقية الإسلام لا يضر أيضا لجواز كون التعظيم لضرورة فهو تعظيم ظاهري لا حقيقي، فإن صح ما نقل عن شيخنا المذكور حمل على تعظيم يؤدي إلى حقارة الإسلام كاستحسان دين النصرانية من حيث هو دينها على دين الإسلام مع التعظيم
نهاية المحتاج إلى شرح المنهاج (5/274, 368
Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Wes Qie:
الَ: - رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى - (وَحَمْلُ خَمْرِ الذِّمِّيِّ بِأَجْرٍ) يَعْنِي جَازَ ذَلِكَ وَهَذَا عِنْدَ الْإِمَامِ وَقَالَا يُكْرَهُ لِأَنَّهُ - عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ - «لَعَنَ فِي الْخَمْرِ عَشَرَةً وَعَدَّ مِنْهَا حَامِلَهَا» وَلَهُ أَنَّ الْإِجَارَةَ عَلَى الْحَمْلِ وَهُوَ لَيْسَ بِمَعْصِيَةٍ وَإِنَّمَا الْمَعْصِيَةُ بِفِعْلِ فَاعِلٍ مُخْتَارٍ فَصَارَ كَمَنْ اسْتَأْجَرَهُ لِعَصْرِ خَمْرِ الْعِنَبِ وَقَطْفِهِ، وَالْحَدِيثُ يُحْمَلُ عَلَى الْحَمْلِ الْمَقْرُونِ بِقَصْدِ الْمَعْصِيَةِ وَعَلَى هَذَا الْخِلَافِ إذَا أَجَّرَ دَابَّةً لِيَحْمِلَ عَلَيْهَا الْخَمْرَ أَوْ نَفْسَهُ لِيَرْعَى لَهُ الْخَنَازِيرَ فَإِنَّهُ يَطِيبُ لَهُ الْأَجْرُ عِنْدَهُ وَعِنْدَهُمَا يُكْرَهُ وَفِي التَّتَارْخَانِيَّة: وَلَوْ أَجَّرَ الْمُسْلِمُ نَفْسَهُ لِذِمِّيٍّ لِيَعْمَلَ فِي الْكَنِيسَةِ فَلَا بَأْسَ بِهِ
البحر الرائق شرح كنز الدقائق ومنحة الخالق وتكملة الطوري (8/ 231)
DaftarPustaka:
- Nihayah Al-Muhtaj Ila Syarhil Minhaj. V/ 274, 368
- Al-Bahrur Raiq Syarh Kanzul Daqaiq . VIII/ 231
=========
MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Brojol Gemblung
- Al-Ustadz Wes Qie
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi
PERUMUS Dan EDITOR:
I. Al-Ustadz Ibnu Malik
II. Al-Ustadzah Naumy Syarif
(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1522559717957583/?hc_location=ufi)

Komentar
Posting Komentar