DOC-348. Tentang Orang Cerdas
Hamba
11 Agustus 2015
Assalamu'alaikum..
Ustadz.. Mau tanya..
Hadits kalo ga salah,
orang yg cerdas itu yg mengingat kematian dan mempersiapkan dirinya..
Sekalian apa maksud hadits tersebut..?
Terimakasih
=========
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Apakah yang dimaksud dengan hadits Nabi “Orang cerdas adalah orang yang mengingat kematian dan mempersiapkan dirinya”?
Telah bercerita kepada kami Hisyam bin Abdul Malik al Hamshi, telah bercerita kepada kami Buqyah bin al Walid, telah bercerita kepadaku Ibnu Abi Maryam dari Dlamrah bin Habib, dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda “Orang yang cerdas adalah orang yang menundukkan dirinya dan senantiasa beramal untuk hari setelah kematiannya, sedang orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.” (HR. al Tirmidzi)
Imam Muhammad bin Yazid; Abu Abdillah al Qazwaini didalam kitabnya (Sunan Ibnu Majah) menjelaskan tentang maksud dari hadits tersebut. Beliau menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “orang yang menundukkan dirinya” adalah orang yang merendahkan dan menghambakan diri (kepada Allah). Ada juga yang menyatakan “orang yang menundukkan dirinya” adalah orang yang pandai menghitung diri (amal perbuatan)nya. Al Qazwaini juga menjelaskan bahwa yang dimaksud “orang yang mengikuti hawa nafsunya” adalah orang yang menjadikan dirinya sebagai pengikut hawa nafsunya, ia memberikan segala sesuatu yang disenangi dan yang diinginkannya.
Itulah definisi "orang cerdas" versi agama Islam. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Preman Berr Tasbih:
حدثنا هشام بن عبد الملك الحمصي . حدثنا بقية بن الوليد . حدثني ابن أبي مريم عن ضمرة بن حبيب عن أبي يعلي شداد بن أوس قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت . والعاجز من أتبع نفسه هواها ثم تمنى على الله )
[ ش - ( من دان نفسه ) أي أذلها واستبعدها . وقيل . حاسبها . ( من أبتع نفسه هواها ) أي جعل نفسه تابعة لهواها يعطيها كل ما تهوى وتشتهي . ( تمنى على الله ) بأنه كريم غفرو رحيم . غني عنه وعن عمله . فلا يعاقبه بل يدخله الجنة ويعطيه ما يشتهي . ]
سنن ابن ماجه (2/ 1423)
Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:
السَّابِعُ: عَنْ أبي يَعْلَى شَدَّادِ بْن أَوْسٍ رضي اللَّه عنه عن النَّبيّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: "الكَيِّس مَنْ دَانَ نَفْسَهُ، وَعَمِلَ لِما بَعْدَ الْموْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَه هَواهَا، وتمَنَّى عَلَى اللَّهِ"
رواه التِّرْمِذيُّ وقالَ: حديثٌ حَسَنٌ.
قَالَ التِّرْمذيُّ وَغَيْرُهُ مِنَ الْعُلَمَاءِ: مَعْنَى"دَانَ نَفْسَه": حَاسَبَهَا.
رياض الصالحين ط الرسالة (ص: 55)
Daftar Pustaka:
- Sunan Ibnu Majah. II/ 1423
- Rayadlus Shalihin. 55
=========
MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Tamam Reyadi
- Al-Ustadz Wesqie Zidanil Ardan
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi
PERUMUS Dan EDITOR:
I. Al-Ustadz Ibnu Malik
II. Al-Ustadzah Naumy Syarif
(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1650842781795942/?hc_location=ufi)

Komentar
Posting Komentar