DOC-353. Hukum Merokok Saat Berpuasa
Ficky AlaskaTwilight
12 Agustus 2015
Assalamu'alaikum Warahmatullahi..
Bismillahirrahmanirrahim
Ada sedikit masalah di dalam benak ini sehingga kami memebutuhkan sesepuh di sini untuk menjelaskan se detail mungkin tentang rokok..
Yang kami permasalahkan bukan hukum rokok akan tetapi benarkah merokok di saat puasa dapat membatalkan puasa..
Silahkan refrensinya yang jelas..
Kami bermadzhab syafi'ieyah yang artinya kami patuh pada pndpat beliau atau muridnya beliau yang sambung sanadnya kepada beliau...
Jadi kmi minta pnjlsan dari refrensi madzhab syafi'ieyah
Terima Kasih
=========
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Apakah merokok dapat membatalkan puasa?
Imam Ahmad bin Muhammad bin Ali bin Hajar Al-Haitami di dalam kitabnya (Tuhfah al Muhtaj Fi Syarhil Minhaj) dijelaskan bahwa salah satu hal yang dapat memabatalkan puasa adalah memasukkan sesuatu kedalam rongga tubuh, dan diantara sesuatu (‘ain) adalah asap rokok yang lebih dikenal dengan sebutan "tembakau", maka asab rokok dapat membatalkan puasa, karena dalam asap rokok terdapat bekas yang dapat dirasa sebagaimana yang dapat disaksikan dalam batang kayu.
Imam Sulaiman bin Muhammad bin Amr Al-Bujairami Al-Mishri Al-Syafi’i juga menjelaskan bahwa asap rokok yang saat ini lebih dikenal dengan "tembakau" merupakan bid’ah yang buruk. Pada mulanya imam Zayyadi berfatwa dan menyatakan bahwa asap rokok adalah tidak membatalkan puasa, karena sesungguhnya pada saat itu beliau tidak mengetahui yang sebenarnya, dan ketika beliau mengetahui bekas yang ditimbulkan oleh asap rokok yang terdapat didalam pipa rokok, maka beliau meralat fatwanya dan menyatakan bahwa asap rokok adalah membatalkan puasa.
Berdasar pemaparan tersebut diatas, baik secara eksplisit maupun implisit dapat diketahui bahwa merokok pada saat melaksanakan puasa adalah membatalkan puasa. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Imam Al-Bukhori:
(قَوْلُهُ أَيِّ عَيْنٍ كَانَتْ إلَخْ) وَمِنْ الْعَيْنِ الدُّخَانُ الْمَشْهُورُ وَهُوَ الْمُسَمَّى بِالتُّتُن وَمِثْلُهُ التُّنْبَاكُ فَيُفْطِرُ بِهِ الصَّائِمُ؛ لِأَنَّ لَهُ أَثَرًا يُحَسُّ كَمَا يُشَاهَدُ فِي بَاطِنِ الْعُودِ شَيْخُنَا عِبَارَةُ الْكُرْدِيِّ عَلَى بَافَضْلٍ وَفِي التُّحْفَةِ وَفَتْحِ الْجَوَادِ عَدَمُ ضَرَرِ الدُّخَانِ وَقَالَ سم فِي شَرْحِ أَبِي شُجَاعٍ فِيهِ نَظَرٌ؛ لِأَنَّ الدُّخَانَ عَيْنٌ اهـ وَعِبَارَةُ بَعْضِ الْهَوَامِشِ الْمُعْتَبَرَةِ وَيُفْطِرُ الصَّائِمُ بِشُرْبِ التُّنْبَاكِ؛ لِأَنَّهُ بِفِعْلِ فَاعِلٍ يَتَوَلَّدُ مِنْهُ لَا أَثَرٌ وَقَدْ صَرَّحَ بِذَلِكَ الشَّيْخُ عَلِيُّ بْنُ الْجَمَّالِ الْمَكِّيُّ وَغَيْرُهُ كَالْبِرْمَاوِيِّ عَلَى الْغَزِّيِّ وَالشَّيْخُ الْعَلَّامَةُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ بَاقُشَيْرٍ وَغَيْرُهُمْ اهـ.
تحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي (3/ 400)
Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:
وَأَمَّا الدُّخَانُ الْحَادِثُ الْآنَ الْمُسَمَّى بِالنَّتِنِ لَعَنَ اللَّهُ مِنْ أَحْدَثَهُ فَإِنَّهُ مِنْ الْبِدَعِ الْقَبِيحَةِ، فَقَدْ أَفْتَى شَيْخُنَا الزِّيَادِيُّ أَوَّلًا بِأَنَّهُ لَا يُفْطِرُ لِأَنَّهُ إذْ ذَاكَ لَمْ يَكُنْ يَعْرِفُ حَقِيقَتَهُ، فَلَمَّا رَأَى أَثَرَهُ بِالْبُوصَةِ الَّتِي يَشْرَبُ بِهَا رَجَعَ وَأَفْتَى بِأَنَّهُ يُفْطِرُ. اهـ. م د.
حاشية البجيرمي على الخطيب = تحفة الحبيب على شرح الخطيب (2/ 378)
Referensi:
- Tuhfah Al-Muhtaj Fi Syarhil Minhaj. III/ 400
- Hasyiyah Al-Bujairami ‘Ala Al-Khatib. II/ 378
=========
MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Tamam Reyadi
- Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi
PERUMUS Dan EDITOR:
I. Al-Ustadz Ibnu Malik
II. Al-Ustadzah Naumy Syarif
(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1650954875118066/)

Komentar
Posting Komentar