DOC-356. Tentang Hadits Menulis “Basmalah”
Muhammad Hidayat
5 Agustus 2015 pukul 16:46
Pertanyaan inbok:
Habibah Assanjuri
assalamualaikum kang ana aya ta, bir iyeu dina hamdun hal ke 2 nomber 5 paling bawah وقد ورد فى الحديث من كتب بسم الله الرحمن الرحيم ولم يعم المىم والها كتب له الف الف حسنة ومحا عنه الف الف سيئة hapunten kang bisi salah cara kmri soalna rek di aoskn ayn ka santri
=========
JAWABAN:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ
Mohon penjelasan mengenai hadits “مَنْ كَتَبَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ وَلَمْ يُعْوِرِ الْهَاءَ الَّتِي فِي اللَّهِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ”?
Imam Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban bin Mu’adz bin Maid Al-Tamimi mengungkapkan bahwa ‘Abbas bin Dlahhak al Balkhi; Syaikh Dajjal mengarang dan mengada-adakan sebuah hadits yang tidak pernah dikatahui oleh para pakar hadits, dan saya tidak pernah mengetahui bahwa salah satu dari sahabat-sahabat kami (pakar hadits) menulis tentang hadits tersebut, tapi saya menyebutkan hadits tersebut agar diketahui dan dijauhi periwayatannya. Abdullah bin Amr bin al Ramah telah menceritakan tentang hadits tersebut, ia menyatakan: Telah bercerita kepada kami Abu Mua’wiyah dari al A’masy dari Abi Shalih dari Abu Hurairah, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Barang siapa menulis ‘bismillahir rahman’ dan tidak membutakan huruf ‘H’ yang terdapat didalam kalimat ‘Allah’, maka Allah akan mencatat baginya sejuta kebajikan dan akan melebur sejuta keburukan dan Allah akan mengangkat baginya sejuta derajat.” Muhammad bin Abdus al Naisaburi menceritakan hadits ini dengan garis hitam dari asal kitabnya, ia menyatakan bahwa “Telah bercerita kepada kami ‘Abbas bin al Dlahhak al Balkhi, beliau berkata telah bercerita kepada kami Abdullah bin Amr bin al Ramah” Ini adalah sesuatu yang dikarang dan diada-adakan (maudlu’) yang tidak diragukan lagi, dan saya telah mencatat semua (hadits)nya Ibnu al Ramah dan dari Abu Mu’awiyah dari al A’masy, namun tidak ada hadist ini. Hadist yang sama juga disebutkan didalam sebuah literatur al-Fawa`id al-Majmu'ah karya al-Syaukany.
Berdasar pemaparan sebagaimana tersebut diatas, secara ekspilisit maupun implisit, dapat diketahui bahwa derajat hadits tersebut adalah maudlu’.
Catatan:
Maudlu’ adalah menfitnah (dengan penyiaran lewat tulisan) dengan kebohongan perawi dalam hadits Nabi. Maka hadits maudlu’ adalah hadits yang diada-adakan orang (perawi) atas nama Nabi. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:
عَبَّاس بن الضَّحَّاك الْبَلْخِي شيخ دجال يضع الحَدِيث لَا يعرفهُ أَصْحَاب الحَدِيث وَمَا أَحسب أَن أحدا من أَصْحَابنَا كتب عَنهُ لكني ذكرته ليعرف وتجتنب رِوَايَته رَوَى عَنْهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ الرَّمَّاحِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنِ الأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَتَبَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ وَلَمْ يُعْوِرِ الْهَاءَ الَّتِي فِي اللَّهِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ أَخْبَرَنَاهُ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدُوسٍ النَّيْسَابُورِيُّ بِالرَّمْلَةِ مِنْ أَصْلِ كِتَابِهِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبَّاسُ بْنُ الضَّحَّاكِ الْبَلْخِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ الرَّمَّاحِ وَهَذَا شَيْءٌ مَوْضُوعٌ لَا شَكَّ فِيهِ وَلَقَدْ كَتَبْتُ كل شَيْء عِنْد بن الرَّمَّاحِ وَعَنْ أَبِي مُعَاوِيَةَ عَنِ الأَعْمَشِ عَلَى الْوَجْهِ وَلَيْسَ هَذَا فِيهِ
المجروحين لابن حبان (2/ 191)
Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:
(حديث مرفوع) وَمِنْ ذَلِكَ مَا رَوَاهُ عَبَّاسُ بْنُ الضَّحَّاكِ الْبَلْخِيُّ كَذَّابٌ أَشَرٌّ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الرَّمَّاحِ مَجْهُولٌ لا يُعْرَفُ ، عَنْ أَبِي مُعَاوِيَةَ ، عَنِ الأَعْمَشِ ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " مَنْ كَتَبَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ، وَلَمْ يُعْمِ الْهَاءَ الَّتِي فِي اللَّهِ تَعَالَى كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ "
المنار المنيف في الصحيح والضعيف لابن القيم
(Link Kitab: http://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=948&pid=521097&hid=8
Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Ibnu Malik:
[1-الموضوع]
فالقسم الأول: -وهو الطعن بكذب الراوي في الحديث النبويّ- هو الموضوع.
نزهة النظر في توضيح نخبة الفكر في مصطلح أهل الأثر (ص: 223)
Daftar Pustaka:
- Al-Majruhin Li Ibnu Hibban. II/ 191
- Al-Manaru al Munif.
- Nushah Al-Nadhar Fi Taudlihi Nukhbah al Fikri. 223
=========
MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
MUSHAHIH:
- Al-Ustadz Tamam Reyadi
- Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan
- Al-Ustadz Abdul Malik
- Al-Ustadz Ro Fie
- Al-Ustadz Moh Ilhamudin
- Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
- Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi
PERUMUS Dan EDITOR:
I. Al-Ustadz Ibnu Malik
II. Al-Ustadzah Naumy Syarif
(Link Diskusi: https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1649211765292377/)

Komentar
Posting Komentar